Yuk Biasakan Cek Klik Sebelum Mudik!

Prolog

Pada bulan puasa saya mendapatkan pengalaman buruk ketika mengonsumsi takjil di Masjid. Ya, saya salah seorang PPT (Para Pemburu Takjil). Hehe Karena Masjid dekat kontrakan saya selalu menyediakan takjil untuk jama’ahnya jadi saya tidak perlu repot-repot memikirkan makanan buka puasa. Tapi sayangnya pengalaman buruk itu terjadi ketika saya tidak menerapkan KLIK sebelum mengonsumsi takjil tersebut.

Minuman dingin sudah terbayang nikmatnya di hadapan saya. Tidak pikir panjang saya langsung minum dan tahu efeknya gimana? Ketika sholat Maghrib, perut terasa perih dan mual.Saya curiga dengan minuman dingin yang saya minum. Lalu saya coba cross check karena kebetulan stock minuman kemasan dingin tersebut saya bawa dua (satu minum di Masjid dan satu bawa ke kontrakan) .

Do you know guys? That was expired! Disamping itu juga kemasannya sudah tidak bagus lagi. Saya tergiur imajinasi sensasi minuman dingin. Saya sangat menyesal terburu-buru meminumnya dan tidak mengaplikasikan Cek Klik yang dianjurkan oleh BPOM. Apalagi beberapa hari lagi saya akan mudik. Kejadian ini merupakan tamparan keras bagi saya untuk selalu waspada dalam mengonsumsi makanan.

Preparing For Mudik

Lebaran kali ini terasa berbeda bagi saya karena biasanya saya mudik pakai motor sekarang memakai transportasi umum. Moda transportasi yang saya pakai untuk mudik adalah kereta api dan bus. Tentunya perlu persiapan yang lebih matang demi kelancaran dan keselamatan di perjalanan serta menghindari hal-hal yang tidak terduga, seperti kemacetan yang parah. Tulisan yang saya buat ini semoga bisa bermanfaat dan menjadi sarana edukasi buat teman pembaca yang ingin bepergian, mudik, atau traveling.

Karena berdasarkan pengalaman buruk sebelumnya (minuman kadaluarsa) maka saya mempersiapkan keperluan mudik lebih detail dan tidak lupa cek Klik. Saya membiasakan mencatat terlebih dahulu barang apa saja yang akan dibawa kemudian setelah pencatatan selesai baru dimulai proses packing. Sekilas info saja bahwa mudik tahun ini saya membawa istri dan bayi yang baru berusia empat bulan. Nah, tips dari saya untuk para keluarga muda mungkin bisa bermanfaat ya dalam perpackingan.

Peralatan Ibadah. Ini adalah barang pertama yang saya catat dan siapkan. Al Quran, Mukena (istri), Sarung, Baju Koko, dan Sajadah menjadi barang yang jangan pernah dilupakan. Kalau nanti sholat kan tidak perlu repot untuk meminjam dari keluarga di kampung. Karena kita sudah siapkan sebelumnya untuk keperluan ibadah.

Barang Berharga. Prioritas kedua ini yang masuk dalam daftar catatan persiapan mudik adalah barang berharga. Seperti apa? Saya klasifikasikan ke benda-benda yang penting, seperti handphone, laptop, charger, dompet, perhiasan, kunci kontrakan, dan tiket kereta. Menurut saya semua barang yang ada di prioritas kedua ini barang berharga yang dimana ketika kita ketinggalan membawanya akan kerepotan.

Pakaian dan Peralatan Mandi. Daftar ketiga adalah pakaian dan peralatan mandi. Menyiapkan pakaian memang berbeda tergantung bagi para pemudik. Tapi saya me-list daftar pakaian yang biasa saya packing ketika bepergian. Dimulai dari pakaian dalam, celana panjang/pendek, kaos, kemeja, dan jaket. Tambahannya karena saya membawa bayi berusia empat bulan maka saya harus membawa popok, tissue basah, tissue kering, cooler bag, teether bayi, apron menyusui, baju bayi, dot, dan gendongan. Selain pakaian, peralatan mandi juga tentu sebagai pelengkap daftar ketiga ini, seperti shampoo, sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, pencuci muka, handuk, peralatan mandi bayi, baby oil, minyak kayu putih, minyak telon, dan kapas.

Pangan Aman Mudik. Baik pangan olahan atau pangan siap saji yang dibawa ketika mudik, saya selalu membelinya di mini market. Karena tidak terlalu repot menyiapkannya dan praktis membawanya. Tapi jangan salah lho kalau makanan mini market atau warungan jika mendapati rusak kemasannya, label informasinya tidak ada, tidak memiliki ijin edar, dan bahkan sudah kedaluwarsa. Jadi saya harus memastikan keempat elemen KLIK tersebut harus pass through.

Obat Aman Mudik. Biasanya obat yang saya gunakan ketika di perjalanan adalah paracetamol atau sejenisnya. Apotik terdekat menjadi pilihan saya untuk membelinya. Karena saya juga perlu obat diare maka saya pun harus menyiapkannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sewaktu mudik. Hehe

Tips Membeli Pangan dan Obat Aman Mudik dengan Cek Klik!

Di era digital ini semuanya serba dimudahkan dengan adanya teknologi smartphone. Kebutuhan manusia sudah tergantikan dengan hanya bermodalkan gadget. Tak dapat dipungkiri bahwa membeli keperluan mudik seperti pangan dan obat mudik juga bisa dibeli dengan online. Namun saya menyarankan untuk membeli Pangan Siap Saji atau Pangan Olahan dan Obat Mudik lebih baik secara offline untuk menghindari rejected product karena berbelanja online itu bukan tidak beresiko tetapi justru resikonya lebih tinggi.

Dalam memperingati Hari Konsumen Nasional 2018 pada tanggal 20 April, saya menulis artikel tentang

“Lima Kiat Generasi Milenial Menjadi Konsumen Cerdas”

Artikel ini memuat statistik secara global tentang dunia digital dan perkembangan masyarakat Indonesia dalam berbelanja online. Disamping itu juga ada lima kiat yang saya tulis untuk menjadi generasi milenial yang cerdas. Hal ini guna menjadikan sinergisasi antara teknologi dan kebutuhan manusia.

Dalam konteks pangan dan obat aman mudik, saya sarankan untuk Cek KLIK sebelum membelinya. Mau belinya di toko, mini market, apotek, atau sekalipun dengan belanja online harus selalu upayakan Cek KLIK. KLIK adalah singkatan dari Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Empat elemen inilah yang selalu wajib diperiksa sebelum membeli mengingat masih banyak produsen obat atau pangan yang belum terdaftar resmi dan memproduksi obat atau pangan yang berbahaya.

  1. Kemasan

Kalau kemasannya rusak sebaiknya jangan dibeli dan dikonsumsi. Rusak bagaimana? Jika ditemukan boksnya berlubang, using, tulisan di kemasannya tidak jelas, pudar, robek, dan tidak terbaca. Jika kemasan sudah tidak layak jual maka jangan pernah membelinya.

  1. Label

By the way, karena saya bekerja sebagai Quality Inspection maka praktik dalam sehari-hari pun selalu diterapkan. Label yang seperti apa yang boleh dibeli? Yaitu label yang memuat informasi lengkap seperti : Nama produk, komposisi, kategori obat, kegunaan obat, peringatan bagi orang tertentu, dosis obat, anjuran penyimpanan, dan informasi lainnya. Ketika ada produk (obat atau pangan) lengkap dengan labelnya maka bisa dibeli oleh konsumen.

  1. Izin Edar

Dalam mengantisipasi produsen nakal yang tidak memiliki izin edar maka BPOM mengeluarkan nomor registrasi yang bisa dicek melalui smartphone atau web resmi bpom www.cekbpom.pom.go.id

  1. Kedaluwarsa

Jangan sampai kejadian buruk saya terjadi pada Anda. Tidak melihat tanggal kedaluwarsa obat atau pangan memiliki risiko tinggi. Untuk obat, selain khasiatnya hilang bisa jadi terjadi perubahan komponen kimia yang membahayakan tubuh. Meskipun ada istilah kedaluwarsa seperti sell by, best before, use by, dan exp lebih baik hindari membeli obat atau pangan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsanya.

Berkenalan dengan BPOM

Gedung BPOM (www.pom.go.id)
Struktur Organisasi (www.pom.go.id)

BPOM adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan. Berdasarkan pasal 2 pada Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan bahwa BPOM mempunyai tugas menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan Obatan dan makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (ayat 1). Obat dan Makanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan (ayat 2).

Inovasi digital yang dikeluarkan oleh BPOM dalam menggiatkan Cek KLIK adalah melalui web resmi Badan POM, call center,  social media, dan aplikasi smartphone.

Mari kita manfaatkan kemudahan di era digital ini dengan selalu Cek KLIK sebelum membeli dan mengonsumsi obat dan pangan.

Menjadi Konsumen Cerdas (Twitter bpom)

Cerita Mudik Lebaran

Membiasakan Mencatat daftar packing, Cek KLIK, dan berdoa sebelum berangkat mudik adalah tiga hal yang saya konsistenkan. List data packing untuk menjaga barang tidak tertinggal dan Cek KLIK sebagai antisipasi dari keselamatan diri dari barang-barang yang berbahaya.

Saya berangkat sekitar jam 8 pagi H-2 Lebaran dari kontrakan. Sekitar pukul 9 pagi saya sampai di Stasiun Bekasi. Tujuan saya adalah Stasiun Jatibarang. Memang tidak terlalu jauh perjalanannya hanya memakan waktu tiga jam. Tapi tetap saja persiapannya harus selalu bagus karena tidak mempersiapkan sama saja dengan membahayakan diri.

Namun perjalanan mudik saya lebih menantang ketika harus mudik menggunakan bus. Perlengkapan sudah siap, barang sudah dipacking, obat sudah dibawa, tapi kejadian unik saya rekam dalam tulisan ini :

“Cerita 15 Jam Bekasi-Tasikmalaya”

Jadi ceritanya saya mudik ke Stasiun Jatibarang untuk mengantar istri dan anak. Selanjutnya saya mudik ke orang tua dari Bekasi ke Tasikmalaya. Biasanya ditempuh dengan waktu 6-7 jam, saya mengalami zonk waktu itu mulai dari Bus yang ngetem lama, Dioper dua kali, dan macet parah di Garut. Benar-benar pengalaman yang tidak terlupakan.

Selama di Kereta

Alhamdulillah Kereta Api Tegal Bahari yang saya naiki tidak bermasalah. Waktu berangkat tepat sekitar sepuluh siang dan kereta tiba tepat waktu. Bayi pun tidak rewel karena selama di perjalanan terlelap tidur. Hehe Dengan membawa koper dan dua tas gendong dan jinjing lumayan repot juga apalagi saya memilih kereta yang kelas ekonomi yang notabene lebih sempit, Maklum persaingann memesan tiket tiga mudik bulan yang lalu sangatlah ketat. hehe

Saya tidak khawatir dengan kesediaan obat dan makanan karena sudah saya bawa. Dengan Metode KLIK menjadi lebih tidak khawatir karena obat dan makanan sudah OK.

Perjalanan kurang dari tiga jam tidak terasa. Stasiun Jatibarang sudah melambai menyambut saya dan keluarga. Gapura mudik pun terpasang di pintu stasiun seakan sudah tahu kedatangan saya. Ternyata gapura yang dipasang itu untuk menyambut kemeriahan Asian Games 18 Agustus mendatang. Hehe

Selama di Bus

Bad Experience, guys! Ya, saya benar-benar mengalami mudik yang mengecewakan. Kalau macet sih wajar tapi kalau sampai gonta ganti bus mah sudah kelewatan. Tapi ya gimana lagi, repotnya ketika harus menjinjing barang yang berat ketika berpindah bus. Untungnya, persiapan sudah matang dilakukan dengan membawa bekal dan persiapan pun sudah aman dengan melakukan Cek KLIK sebelumnya.

Selama perjalanan di Bus saya habiskan dengan mengobrol dengan seorang bapak disamping kursi saya. Kami saling bercerita tentang keluarga, kerjaan, dan pengalaman hidup. Saya lebih ke posisi mendengarkan karena saya tipikal orang yang tidak terlalu vokal dalam bercerita. Enaknya, saya seolah didongengkan dan mulailah saya tertidur pulas. Hehe

Saling salip antar bus lewat bahu jalan mulai terlihat di Tol Padalarang. Setelah keluar Tol CIleunyi dan masuk Rancaekek kemudian melewati Cicalengka, saya mulai merasakan aroma kemacetan yang menjadi-jadi alias tidak bergerak. Tenaga untuk tidur pun sudah habis. Jadi saya mengisi waktu dengan memakan cemilan yang saya bawa.

Alhamdulillah perjalanan pun sampai di Terminal Tasikmalaya pukul satu dini hari. Meskipun capek tapi saya mah santai-santai saja. Toh pernah mengalami perjalanan 23 jam kok. Hehe

Jangan Lupa Cek Klik

Sekali lagi saya mengingatkan untuk pribadi dan teman-teman pembaca untuk selalu Cek KLIK. Gampang kok, bisa lewat webnya atau aplikasinya. Yuk kita manfaatkan kemudahan teknologi supaya menjadi konsumen cerdas dengan Cek KLIK di era digital ini.

Sebarkan Cek KLIK ke kerabat kalian yang akan bepergian. Semoga artikel ini bermanfaat untuk teman-teman pembaca. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.

#panganamanmudik #cekklikbpom #kosmetikamanmudik #obatamanmudik #jamuamanmudik

Salam Mudik

 

 

 

 

2 thoughts on “Yuk Biasakan Cek Klik Sebelum Mudik!

    • 09/07/2018 at 9:00 AM
      Permalink

      Betul banget mbak harus dibiasakan. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: