240 views

Yorick : Perjuangan Pemuda dalam Menggapai Asa

Semangat Pagi!

Para pembaca Novel Yorick pastinya mengenal istilah “setiap hari adalah pagi.” Ya, itulah salah satu pegangan yang selalu dihujamkan dalam jiwa Yorick dalam menghadapi setiap perjalanan hidupnya. Yorick adalah sosok inspiratif yang berasal dari sebuah desa di Kecamatan Panjalu, Ciamis. Pituin sunda ini menjadi tokoh utama dalam Novel Yorick.

Novel yang berdasarkan kisah nyata ini ditulis oleh Mbak Kirana Kejora dan telah diterbitkan oleh Penerbit PT Nevsky Prospekt Indonesia pada tahun 2018. Novel yang berjumlah 346 halaman ini memuat kisah yang sarat akan nilai pantang menyerah, keyakinan, totalitas berjuang, dan selalu optimis.

Izinkan saya, Ferry Aldina, akan membuat resensi Novel Yorick. Semoga apa yang nanti saya tulis bisa memberikan nilai-nilai kebaikan kepada para pembaca.

Goresan takdir sudah tertulis kepada seorang anak kecil dari sebuah desa kecil di Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Yorick Namanya. Terlahir dengan ketidaktahuan akan keberadaan ayah dan ibunya, Yorick kecil terpaksa hidup serba kekurangan bersama Neneknya, Mak Encum.

Masa kecil Yorick penuh dengan konflik, baik dari dalam dirinya atapun dari luar. Perasaan berbeda dengan orang lain, rendah diri, sampai dengan hidupnya merasa tidak adil. Belum lagi teman sebayanya selalu mengolok-olok kondisi Yorick yang miskin. Seragam sekolah yang ketat, sepatu yang kebesaran, dan tas kecil yang lusuhnya adalah bahan ejekan teman-temannya di sekolah.

Ditengah kekesalan kondisi yang dialami Yorick, ada sosok penyemangat hidupnya. Ialah sang nenek. Mak Encum adalah tempat curhat, tempat menumpahkan segala gundah gulana, dan tempat ia mengeluh akan kondisi yang berbeda dengan teman-temannya.

Menyelesaikan Membaca Novel di Bandara Soekarno Hatta (dok. Ferry Aldina)

Nasihat senantiasa terucap dari lisan Mak Encum, satu-satunya orangtua yang membersamai Yorick dikala sedih. Ia hanya pasrah menerima nasihat demi nasihat ketika lisannya mengeluarkan keluhan tentang hidupnya yang tidak adil.

Mak Encum selalu memberikan wejangan untuk selalu percaya kepada Tuhan yang Maha Adil. Ketika kita jujur, amanah, pantang menyerah, dan selalu berpikir positif maka Allah akan memberikan balasan yang setimpal.

Tidak mudah menjalani peran sebagai Yorick kecil. Ledekan terhadapnya selalu diberikan hampir setiap hari di sekolah. Namun, Yorick yang selalu menjauh dari temannya, tidak memedulikan omongan tersebut. Jangankah berkelahi, untuk berteman baik pun rasanya ada benteng yang menghalanginya. Perasaan berbeda dengan yang lainlah yang membuat Yorick selau mengurung jiwanya.

Seperti anak kecil lazimnya, Yorick menginginkan mainan seperti layang-layang atau mobil-mobilan. Namun bukan mainan yang diterima tetapi nasihatlah yang diterimanya.

Ia hanya bisa menelan ludah, menghela napas, menekan amarah,. Melupakan apa yang baru saja dilihat, adalah hal terbaik untuk mendapatkan sesuatu. Namun bukan berarti ia melupakan mimpinya. (halaman 25)

Seorang anak SD, berusia 11 tahun, harus menerima kenyataan ketika Mak Encum hilang keberadaannya. Raga Yorick tiba-tiba hilang seketika. Jiwanya terbelah seakan hidupnya sudah tidak berarti.

Namun pengajaran Neneknya tentang perjuangan hidup, selalu yakin, dan sabar menghadapi ujian menjadi pegangan Yorick kecil telah membangun pondasi ‘gedung megah’ untuk kekuatan karakternya saat tumbuh menjadi Yorick dewasa. (halaman 86)

Kehilangan Neneknya membuat Yorick kecil harus bertahan hidup sendirian. Menjadi gelandangan, tidur di emperan toko, pontang-panting tak menentu. Namun ucapan Neneknya ‘jangan merepotkan orang’ dan ‘selalu yakin keadilan Allah” membuatnya kuat ditempa alam. Belajar dari kerasnya kehidupan di jalanan dan selalu mengambil setiap peluang yang datang tak terduga.

Mencuci piring, servis komputer, mengetik skripsi mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah tangga awal perjuangan Yorick menjadi seorang programmer IT. Hidupnya yang tidak punya pilihan memaksanya harus bertahan. Bahkan selalu dikucilkan ketika menginap di rumah paman-pamannya. Setiap berada di rumah pamannya, ia selalu dijadikan sasaran amarah dan dianggap benalu dalam rumah.

Tapi hujatan dan kebencian yang ia terima membuatnya harus tegar karena sudah tidak ada lagi tempat berteduh. Namun ia terpaksa menerimanya karena dalam benaknya ia ingin melanjutkan sekolah.

Enam tahun tinggal di rumah paman-paman, Yorick selalu mengambil celah ilmu hingga akhirnya tertarik dalam dunia komputer.

Pada akhirnya Yorick yang beranjak remaja, tak mau tampak tak punya apa-apa. Ia mencari cara untuk memiliki semua yang ia lihat, dengar, dan rasakan bukan dengan keluhannya, tapi dengan peluhnya. Ia mulai berani bermimpi, lalu semakin berusaha tekun merajut impiannya. (halaman 162)

Lulus SMA, Yorick memutuskan untuk lanjut kuliah. Dengan bekal hidup seadanya, ia berhasil membangun usaha demi usaha bersama temannya. Mulai dari servis komputer, jualan hardware, sampai dengan software komputer. Membangun sebuah ‘kerajaan bisnis’ tidaklah mudah. Berbagai ancaman datang silih berganti.

Ketika temannya sudah hampir menyerah, sosok Yorick menguatkan. Prinsip hidup dari Neneknya untuk tak pernah menyerah dan terus melangkah terpatri dalam jiwanya. Tak heran ketika badai cobaan menerjang, hanya perahu Yorick lah yang tetap berlayar.

Menikmati perjalanan pulang dari Bandara bersama putri kecil dan Novel Yorick (dok. Ferry Aldina)

Mulai dari dikhianati teman, gulung tikar, keuangan minus, bahkan rugi 3 milyar karena terkena hacking pun pernah dialami. Bisnis yang jatuh berkali-kali bukan membuat semangat pemuda asal Panjalu itu menangis pilu. Tetapi semangatnya untuk maju menjadi menggebu-gebu.

Perjalanan membangun kerajaan bisnisnya sangat penuh onak dan duri. Apa yang membuatnya berhasil adalah berkat prinsip yang diajarkan oleh Mak Encum selaku guru besar dengan 1000 pelajaran. Alhasil, buah kesuksesan pun bisa dipetik. Bahkan menyebar kebermanfaatannya.

Apa yang disebar, itulah yang dituai. Tuhan akan setia membayar semua kesetiaan setiap hamba menjalani garis kehidupan, dengan hitungan-Nya yang sering di luar kira. (halaman 291)

Kesuksesan Yorick menjalani bisnis di bidang IT hingga ke mancanegara masih dirasa belum lengkap. Kebahagiaannya jiwanya masih belum utuh. Ia merasa belum sempat membahagiakan Mak Encum bahkan sampai akhir hayatnya.

Meskipun ada cinta yang hinggap di hati Yorick, seperti layaknya remaja seumurannya. Berkali-kali ia mengejar cinta semakin ia menyadari bahwa cinta yang sesungguhnya adalah cinta dari sang nenek.

Nevia, gadis yang ditakdirkan bertemu kembali di Rusia, rupanya pengejarannya hanya menambah yakin bahwa cinta yang abadi hanyalah cinta Mak Encum.

Neneknya adalah segalanya. (halaman 300)

Ternyata tak akan bisa siapa pun menduduki singgasana cinta sang nenek di hatinya. (halaman 301)

Karena cintalah yang membuat Yorick membalas budi kepada neneknya dengan memberikan hadiah special di puncak karirnya. Apa itu? Selengkapnya di Novel Yorick. Selamat Membaca.

Secara pribadi, saya sangat menikmati alur tulisan dari Novel Yorick. Mulanya mengajak pembaca mengenal sosok bernama Yorick yang sedang melaksanakan agenda kerja di Rusia. Orang Indonesia yang melanglang buana ke Eropa dengan segala materi yang sudah dimiliki. Mbak Kirana, selaku penulis, membuat pembaca menjadi kagum dan bangga sebagai warga Indonesia yang sukses di luar negeri.

Namun, beda halnya dengan kisah inspiratif yang lain, sosok Yorick ini dibawa kepada kebahagiaan yang belum sempurna. Itulah sebagai pembaca, saya merasa tertarik untuk melanjutkan setiap bab dalam Novel Yorick. Kemudian menimbulkan pertanyaan bagaimana nilai kebahagiannya bisa berkurang.

Pada saat yang sama, pembicara diarahkan kepada rasa penasaran yang timbul dengan adanya sosok Nevia. Siapa Novia? Itulah pemancing buat pembaca menghabiskan isi novel Yorick Buat saya ini merupakan opening cerdas dari Mbak Kirana Kejora.

Jika dilihat dari segi isi, kurang lebih 10% (tepatnya 9,83%) naskah Novel Yorick berisikan kisah cinta Yorick dan 90% menunjukkan kisah perjuangan Yorick kecil menjadi Yorick dewasa yang menemukan jati diri sampai menjadi orang sukses. Dari 61 bab naskah Novel Yorick, ada 6 bab menceritakan percakapan, kisah, dan konflik cinta Yorick. Sedangkan 55 bab di Novel Yorick menceritakan perjuangan Yorick yang tak kenal menyerah menghadapi hidup demi “balas dendam”.

Setiap buku pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada bagian kritik, tanpa mengurangi rasa hormat kepada penulis dan tim, saya ingin menyampaikan beberapa poin dari buku yang harus diperbaiki. Kritik ini murni dari pemikiran saya. Semoga kritik ini termasuk kritik membangun.

Ada beberapa kata yang salah ketik, seperti di halaman 94 pada kata menatap tetapi tertulis menatapn. Lalu pada halaman 183 penulisan hatur nuhun seharusnya dipisah tetapi pada halaman tersebut kata hatur nuhun tersebut disambung.

Pada halaman 299 terdapat percakapan Yorick dalam hati yang kemudian kalimatnya dicetak miring. Tetapi huruf “J” pada kata Jika tidak dicetak miring. Dan pada paragraph setelahnya kata “Y” pada kata Yorick seharusnya tidak dicetak miring.

Melihat percakapan dari naskah Novel Yorick, saya langsung mengira kalau penulis bukan berasal dari tatar Sunda. Karena saya kebetulan berasal dari Sunda dan ada keturunan Palembang. Jadi dapat membedakan mana percakapan yang memang orang sunda pisan dan mana yang bukan. Ini hanya murni insting saya saja sebelum melihat profil penulis.

Seperti pada halaman 313 ketika Tejo berkata

“Tapi, kalau pun aku naik pohon itu, aku mah pasti dibawah kamu…”

Kalimat tersebut mungkin rada rancu didengar untuk saya sebagai orang Sunda. Jika memang Tejo yang merupakan berasal dari Palembang menggunakan campuran “mah” dalam berbicara, kata saya mungkin kata yang tepat untuk disandingkan dengan mah. Correct me If I wrong.

Sehingga saya terheran-heran dan langsung menebak penulis Novel Yorick yaitu Mbak Kirana Kejora bukan orang Sunda asli dan langsung mengira orang Jawa karena pada halaman 134 terdapat percakapan sepasang suami istri yang memakai bahasa Jawa dan sangat khas dan mungkin hanya orang Jawa Timur asli yang bisa menulis itu.

Saya sangat senang membaca novel inspiratif seperti Yorick. Saya sebagai warga Priangan Timur yang sedang merantau ke Ibu kota, merasa bangga ada sosok inspiratif yang masuk ke dalam Novel dan kemudian akan tayang di layar lebar pada tahun 2019 ini.

Masukan saya untuk Novel Yorick adalah perbanyak kisah cinta Yorick yang masih menjadi teka-teki bagi saya sebagai pembaca. Apakah Yorick tetap pasrah dan tidak akan mengejar Nevia ataukah ada cerita lainnya? Mungkinkah Mbak Kirana akan launching Yorick Jilid 2?

Terakhir, saya ucapkan hatur nuhun kepada Mbak Kirana dan tim yang sudah memberikan sajian yang renyah untuk dibaca dan diresapi sedalam-dalamnya. Kemudian menjadi inspirasi bagi setiap orang untuk menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah seperti Yorick.

Buat teman pembaca setia blog FERIALD.ID, ayo baca Novel Yorick dan tonton Yorick The Movie.

#NovelYorick #NovelYorickBlogReview

Identitas Buku (dok. Ferry Aldina)

4 thoughts on “Yorick : Perjuangan Pemuda dalam Menggapai Asa

  • 15/04/2019 at 10:40 AM
    Permalink

    Novelnya keren nih. Apalagi diangkat ke layar lebar

    Reply
    • 19/04/2019 at 2:30 AM
      Permalink

      betul sekali. saya gak sabar nunggu filmnya. He

      Reply
  • 17/04/2019 at 12:38 AM
    Permalink

    Keren, Om. Kayaknya kisah Yorick menarik juga untuk dibaca. Good luck ya, Om …

    Reply
    • 19/04/2019 at 2:31 AM
      Permalink

      Menarik sekali Om. Apalagi perjuangan Yorick yang luar biasa.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *