[World Press Freedom Day] Lawan Hoax dan Jadilah Masyarakat Cerdas

Tahu gak guys hari ini adalah hari kebebasan pers di dunia? Ketika dulu sebelum reformasi, pers benar-benar dikekang dan semua haknya dirampas. Alih-alih ingin bersuara namun penjara sudah menunggu di depan mata. Sungguh seram ya hidup di zaman orde baru.

Beruntunglah kita hidup di zaman sekarang ini. Semua orang bebas berpendapat dan berekspresi. Apalagi didukung dengan teknologi digital berupa media sosial. Keluhan, saran, dan kritikan bisa diutarakan di media sosial. Dengan catatan tidak melakukan ujaran kebencian berlebihan, SARA, dan semua yang melanggar UU ITE.

Berbicara tentang Undang-Undang, sejarah pers dimulai ketika Presiden BJ Habibie mengesahkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers). Mulailah pemerintah yang semula otoriter berubah menjadi pemerintah yang demokratis. Inilah awal sejarah Pers di Indonesia.

Tantangan di tahun 2018 ini menjadi semakin hebat. Berita hoax masih menjadi penjahat utama di era kebebasan pers ini. Penyebaran informasi yang begitu cepat bisa membuat masyarakat terkecoh dengan berita palsu. Situasi yang tidak terkendali pun akan terjadi dan bisa menimbulkan chaos.

Kejamnya para pembuat berita hoax ini tidak dapat masuk di akal. Mereka membuat seenaknya berita bohong yang kemudian disebarkan melalui blog atau website. Langkah terakhirnya adalah mengirimkannya ke grup-grup whatsapp yang merupakan wadah paling efektif.

Kita harus mengapresiasi terhadap kepolisian yang meringkus komplotan Saracen yang menjadi dalang utama penyebaran hoax di Indonesia. Situasi menjadi sedikit tenang meskipun masih ada saja berita hoax yang bertebaran di Indonesia.

Momentum Hari Kebebasan Pers di dunia ini, aku ingin menyampaikan bahwa HOAX TETAP MUSUH UTAMA KITA.

Kita harus berperan aktif dalam membasmi berita hoax. Caranya seperti apa? kita harus menjadi masyarakat yang cerdas menerima informasi. Ciri utama hoax adalah ketiadaan sumber yang jelas. Jika kita menemukan berita yang sumbernya fiktif maka jangan ditelan mentah-mentah. Abaikan saja apalagi berita yang memuat kontroversi atau provokasi.

Disamping itu juga, hari kebebasan pers ini harus melanjutkan estafet aspirasi yang selalu digaungkan setiap tahunnya. Yaitu Menolak bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan intervensi media. Kedua poin sakral ini selalu disampaikan sebagai reminder untuk selalu tetap berjuang demi hak-hak para jurnalis.

Semoga di tahun 2018 ini, kita tetap merasakan kebebasan berpendapat dan berbicara dengan tetap menaati peraturan perundangan. Kita juga harus mendukung hak-hak jurnalis yang bekerja keras mendapatkan berita dan menolak segala kriminalisasi terhadap jurnalis. Mari kita menjadi masyarakat cerdas dengan selalu beretika dalam menyuarakan pendapat juga berani melawan hoax.

Selamat Hari Kebebasan Pers se dunia!

2 thoughts on “[World Press Freedom Day] Lawan Hoax dan Jadilah Masyarakat Cerdas

  • 06/05/2018 at 6:03 PM
    Permalink

    Setuju, kalau bisa para blogger tandatangani moratorium untuk tidak buat konten hoax yang bisa memecah belah bangsa.

    Reply
    • 06/05/2018 at 7:53 PM
      Permalink

      Boleh juga mas tuh idenya.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: