[TRUE STORY] Bus Paling Tidak Nyaman di Jawa Barat

Ini pengalaman pertama saya menjadi penumpang Bus Pantura. Kalau bisa saya simpulkan di awal, Bus Pantura itu Bus Paling Tidak Nyaman yang pernah saya naiki. Mungkin kalau orang yang pernah mendapat pengalaman pahit bersama Bus Pantura, pasti akan sependapat dengan saya.

Saya pertama kali mencoba Bus Pantura itu sewaktu akan melamar istri saya. Naik dari Terminal Pulo Gadung, saya mencari-cari Bus yang ngetem tidak terlalu lama. Saya jalan keluar menuju pintu keluar Terminal dan menyeberang melihat banyak Bus Pantura jurusan Indramayu, Cirebon, dan Kuningan. Ada yang lewat Tol Cipali dan ada juga yang lewat Subang, Pamanukan, Pantura.

Ada beberapa alasan kenapa saya menyebutkan Bus Pantura sebagai Bus Paling Tidak Nyaman di Jawa Barat.

Pertama, Banyak Ngetem

Perlu evaluasi lebih lanjut kenapa supir Bus Pantura itu banyak ngetem. Ada empat titik ngetem sebelum berangkat dari Terminal Pulo Gadung. Yang Pertama itu di dalam Terminal Pulo Gadung, lalu di Pintu Keluar Pintu Pulo Gadung, terus sebelum masuk Pintu Tol, dan Terakhir adalah di Kopo.

Saya rasa ini wasting time sekali karena waktu tempuhnya jadi lama. Kadang semua penumpang mengeluh dan merasa kesal. Banyak sekali penumpang memasang raut muka kesal dan ingin meluapkan amarahnya tapi gak bisa.

Saya rasa pemerintah Jawa Barat dengan Dinas Perhubungan harus berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah ini. Saya sempat berpikir gimana kalau supir Pantura itu diberikan gaji per bulannya kemudian ada Petugas khusus seperti Time Keeper untuk mengatur keberangkatan di titik-titik tertentu supaya tidak ada lagi Bus yang ngetem kecuali di dalam Terminal. Mungkin jadinya nanti gak ada yang ngetem lagi.

Kedua, Banyak Preman

Poin kedua ini yang bikin saya kesal. Terutama di daerah Kopo sebelum masuk jalur Pantura. Di Kopo itu Bus yang ngetem itu sering didatangi Pengamen dan Preman. Yang tidak wajar adalah mereka para Pengamen tetapi berkelakuan Preman. Tidak bernyanyi tapi meminta dengan paksa kepada penumpang.

Saya mungkin salah satu korbannya. BENAR-BENAR MENYEBALKAN!. Yang naik ke Bus itu ada sekitar lima orang gantian dengan rentang waktu yang berdekatan. Semuanya meminta dengan paksaan!

Inilah poin yang menurut saya paling menyebalkan dan tidak mengenakkan!

Ketiga, Ugal-Ugalan

Ketika masuk jalur pantura, mulai deh aksi supir sudah menggila. Lubang-lubang di sepanjang jalan Pantura digabres aja ketika kecepatan tinggi. Belum lagi ada jalan yang rada tinggi kayak jumping aja itu Bus. Gimana kalau ada yang lagi hamil, ngeri deh. Saya soalnya pernah bawa istri yang lagi hamil 4 bulan waktu itu.

Nyalip kiri itu udah biasa. Nyerempet-nyerempet mobil lain juga udah gak biasa. Meskipun warga Pantura banyak yang protes dan sempat membakar Bus Lur Agung karena menabrak dua orang warga, tidak mengubah kebiasaan ugal-ugalan supir Bus Pantura.

Keempat, Sering Dipindahkan Penumpang

Terutama ketika Bus yang dari Pantura baik itu Indramayu, Kuningan, ataupun Cirebon yang mau ke Jakarta. Ketika mau masuk Tol itu kadang bus yang dari Pantura tidak mau melanjutkan ke Jakarta. Jadinya para penumpang itu selalu dipindahkan ke bus lain. Jarang sekali penumpang yang dipindahkan itu mendapatkan tempat duduk.

Kecewa banget saya padahal udah dapat duduk dari Panturanya. Eh ternyata malah berdiri. Kalau gak macet sih gak apa-apa, kalau macet bisa berdiri sampe empat jam itu. Ini terjadi ketika saya libur long weekend akhir Maret kemarin.

Kelima, Bus yang Tua

Bus Pantura yang saya lihat, khususnya Ekonomi itu tidak ada yang bagus kualitasnya. Bus Pantura semuanya casingnya jelek dan mungkin usia mesinnya tidak ada yang baru. Saya gak tahu kenapa Bus Pantura itu tidak ada yang dipembaruan. Yang AC aja pernah saya pakai eh ternyata malah mogok di Karawang. Saya tidak bisa menyimpulkan kalau Bus Pantura itu Cuma yang Ekonomi aja yang jelek tapi Bus yang AC pun jelek juga ternyata.

Saya berharap banyak nanti untuk pemerintah di Jawa Barat kedepannya, mohon untuk ada perbaikan khusus untuk transportasi di jalur Pantura.

Supaya bisa membuat nyaman dan aman para penumpang, bisa mengurangi angka kecelakaan Bus Pantura, dan mengurangi tindak kriminalitas di Jalur Pantura.

Terima kasih semoga bermanfaat

2 thoughts on “[TRUE STORY] Bus Paling Tidak Nyaman di Jawa Barat

  • 05/04/2018 at 10:26 AM
    Permalink

    Bus jabar emang badai soal perjalanannya bang dengan alunan musik tarling dan dangdut khas daerah jabar

    menyetir cukup ugal-ugalan tapi jadi ciri khas hahah

    kalau udah biasa mah selow aja wkwk

    Reply
    • 09/04/2018 at 6:42 PM
      Permalink

      saya emang gak biasa nih kalau naik bus jawa barat yang lewat jalur pantura.. haha

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: