Selamat “Hari Pendidikan Digital” Indonesia

Selamat Hari Pendidikan Nasional buat kalian yang merayakannya. 🙂

Tanggal 2 Mei selalu dijadikan ajang pengingat buat kita, bangsa Indonesia. Bahkan tidak banyak orang yang tahu hari ini adalah Hari Pendidikan Nasional. Kadang suka tertukar dengn Hari Kebangkitan Nasional.

Tanggal 2 Mei seharusnya dijadikan momentum refleksi pendidikan di Indonesia. Sudah sejauh mana pendidikan kita di mata dunia. Apakah kurikulum setiap periode pemerintahan benar-benar berubah ke arah yang lebih baik?

Sebagai seorang blogger yang sering berkecimpung di dunia digital, aku merasakan pendidikan Indonesia menuju arah yang baru. Aku menyebutnya Pendidikan Digital Indonesia. Jadi aku membuat joke hari ini adalah Hari Pendidikan Digital Indonesia.

Sekarang itu semuanya serba digital, termasuk pendidikan. Mulai dari ebook sampai elearning masuk menjadi kurikulum pendidikan Indonesia. Era digital inilah yang mengubah pola pikir masyarakat Indonesia yang ingin serba instan karena penunjang kebutuhan sehari-hari pun bisa dilakukan dengan sentuhan tangan.

Menurutku blogger tidak akan terlepas dari dua pokok bidang literasi, yaitu membaca dan menulis. Keduanya saling berkaitan dan akan menghasilkan suatu konten yang kreatif. Jika blogger sedikit membaca maka tulisannya bakal hampa. Adapun blogger yang hebat adalah mereka yang kaya wawasan dan tata bahasa.

Terlepas semua bahasan pendidikan, aku sedikit menyoroti bidang literasi (karena blogger = praktisi literasi digital. Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia bisa dikatakan buruk dalam hal literasi.

Menurut laporan PISA 2015, Indonesia menempati peringkat 62 dari 72 negara. Lebih baik daripada tahun 2013 yang terpuruk di kedua terbawah atau peringkat 71. Program for International Student Assessment (PISA) adalah program penilaian tiga tahunan dengan indeks literasi membaca dan indeks sains matematika sebagai tolak ukurnya.

Bandingkan saja dengan negara tetangga, Singapura, yang menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia versi PISA 2015. Lalu bagaimana dengan tahun 2018? Kita tunggu saja hasilnya dari OECD.

Sebenarnya apa yang salah dari sistem pendidikan kita sehingga jauh tertinggal dibanding dengan negara lain?

Ketua Pokja Literasi Membaca Menulis Gerakan Literasi Nasional, Gufron A Ibrahim, dalam harian kompas (30/04/2017) mengatakan penyebab dari ketertinggalan pendidikan kita terutama dalam indeks literasi membaca adalah pembelajaran di kelas yang tidak mendorong hadirnya budaya membaca dan budaya literasi bukan dijadikan aktivitas harian. Sehingga perlu adanya cara meningkatkan daya baca, antara lain :

Menemu-kenali : mencari penyebab yang menjadikan siswa kurang berminat dalam membaca.

Merumus-ulang paradigma : Menyusun model pembelajaran yang menyuluruh untuk meningkatkan budaya membaca

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional ini, aku berharap Indonesia bisa berkembang dalam dunia literasi. Literasi digital ataupun digital sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia. Kedepannya, Indonesia bisa dipandang hebat di mata dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: