147 views

Peran Ayah dalam 1000 Hari Pertama Anak

Tidak bisa seorang suami menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab  merawat dan mendidik anak kepada istri. Karena memang dalam hal pengasuhan anak perlu adanya kerjasama antara istri dan suami, terutama dalam 1000 hari pertama. Kenapa 1000 hari pertama?

Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, Ir. Doddy Izwardi,  dalam siaran pers di Kantor Kemenkes mengungkapkan,

“Dalam kurun waktu 2 tahun ini, orang tua harus berupaya keras agar bayinya tidak memiliki panjang tinggi badan atau panjang badan yang stunting (pendek). Yang kita khawatirkan adalah di dalam kandungan ada gangguan pertumbuhan, sehingga mempengaruhi perkembangan kognitif (intelegensia)”

Ketika istri saya memberitahukan bahwa dia positif hamil, saya sangat senang luar biasa. Impian mempunyai anak akhirnya bisa terwujud. Sebagai seorang pasangan muda yang baru menikah adalah fase dimana kekhawatiran muncul, terutama tentang keturunan. Mungkin semua pasangan baru akan mengalami perasaan yang sama. Kemudian ketika hasil test pack menunjukkan dua strip, maka perasaan bahagia pun muncul dan tidak bisa tergambarkan.

Masa Kehamilan

Masa kehamilan adalah fase awal dalam 1000 hari pertama. Menyiapkan nutrisi terbaik untuk anak adalah dengan memberikan gizi baik bagi istri . Biasanya saya menemani istri untuk belanja sayuran, buah-buahan, dan cemilan sehat.

Pola makan untuk ibu hamil memang harus dijaga. Pada semester awal kehamilan, kami fokus memberikan asupan sayuran seperti brokoli, wortel, kentang, kacang panjang, dan semua sayuran pada umumnya. Sedangkan untuk buah-buahan saya sering membelikan jus buah untuk istri. Tapi kadang juga beli buah seperti pisang, papaya, semangka. Kecuali buah durian dan nanas ya. Karena dua buah itu dilarang bagi ibu hamil.

Kemudian yang tidak kalah penting adalah faktor psikologis istri. Si suami harus pintar-pintar menjaga mood istri supaya selalu happy. Bahagia adalah kunci. Meskipun tidak mudah untuk membuat istri selalu bahagia ketika hamil, tetapi saya berusaha membuat mood istri selalu bagus.

Untuk para calon suami atau calon ayah, kenali psikologis istri saat hamil. Karena memang istri kita “berubah” setiap saat. Terkadang tiba-tiba marah gak jelas, sering tidur-tiduran, atau mungkin sering berkeluh kesal badan yang selalu pegal. Yang pasti kita harus memahami kondisi emosi istri dan kadang mengalah bagi suami adalah sikap yang dianjurkan.

Pada trimester kedua biasanya istri masih merasakan mual tetapi tidak sesering pada trimester pertama. Sebagai suami, kita siap siaga saja dengan mualnya sang istri. Entah menyiapkan baskom di dekatnya atau plastik di sampingnya. Tetapi jangan marah ketika istri tiba-tiba tidak tertahan untuk muntah dan keluarlah muntahannya di lantai.

Di trimester kedua ini juga pola makan harus terus terjaga. Kandungan asam folat yang terkandung dalam buah dan sayuran diupayakan untuk selalu dikonsumsi. Karena ini membantu perkembangan otak anak.

Kemudian pada trimester ketiga, sang suami harus menemani istri berolahraga. Oya, hampir terlewat, pada trimester pertama jangan terlalu banyak aktivitas yang dilakukan oleh istri. Kenapa? Karena janin yang dikandungnya masih rawan atau belum kuat.

Biasanya saya mengajak istri untuk berolahraga setelah subuh di lapangan bola terdekat. Disamping bisa menghirup udara segar di pagi hari, kami pun bisa mengeluarkan keringat sehat di jalan santai pagi. Dan tidak lupa saya abadikan moment ini dengan selfie atau berfoto bersama. Kenapa? To make sure that my wife always happy, exactly!

My Little Girl, Welcome to the World!

Setelah kelahiran putri kami tercinta, kami sangat bahagia. Apalagi saya ingat ketika pertama kali malaikat kecil kami menangis. Sungguh kebahagiaan yang luar biasa.

Amanah yang teramat besar ini adalah karunia dari Allah. Kami pun harus berusaha memberikan yang terbaik untuk anak kami. Khususnya saya sebagai ayah, pola asuh, pola makan, dan sanitasi adalah ketiga hal yang perlu diperhatikan.

“Kita masih bisa melakukan optimalisasi pertumbuhan bayi di periode emas 0-24 bulan, masih bisa diperbaiki. Tetapi bila gangguan pertumbuhan berlanjut, tidak dikoreksi sampai anak usia 2 tahun, kondisi ini tidak bisa dikoreksi,“ Ir. Doddy Izwardi

Pada periode keemasan ini banyak cara yang bisa dilakukan oleh suami istri. Yang selalu saya lakukan dalam pola asuh anak adalah selalu menggali ilmu. Biasanya di kelas online whatsapp atau instagram, kami bisa mengakses ilmu kesehatan anak, parenting, dan pendidikan anak. Ini sangat memudahkan kami sebagai pasangan muda yang masih butuh ilmu yang banyak. Kucuran ilmu sangat disarankan untuk semua pasangan muda.

Seminar offline pun kami ikuti. Seperti dalam foto dalam gambar di bawah ini, saya sedang mengikuti Talkshow Pencegahan Stunting di Monas. Kebetulan di Monas sedang berlangsung Kampanye Nasional Cegah Stunting. Kami pun merasa beruntung bisa berkunjung ke beberapa stand yang disana kita bisa sharing dan mendapatkan edukasi secara gratis dari pihak penyelenggara.

Rekam Kegiatan Kampanye Nasional Cegah Stunting

Apa yang kami dapatkan, kami bagikan, dan kami aplikasikan. Perlu diketahui teman-teman pembaca, perhatian pada 1000 hari pertama anak adalah upaya kita dalam mencegah stunting. Secara definisi, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek. Umumnya penderita rentan terhadap penyakit, kecerdasan dibawah normal, serta produktivitas rendah.

Pola makan adalah salah satu dari tiga hal yang perlu diperhatikan pada 1000 hari pertama anak. Menu makanan pendamping ASI (MPASI) yang baik adalah menu yang memenuhi empat bintang. Apakah menu empat bintang itu? Makanan yang didalamnya terdapat protein nabati, protein hewani, karbohidrat, dan lemak. Tentu ASI juga selalu diberikan karena MPASI adalah pelengkap daripada ASI.

Biasanya istri saya yang selalu mencari resep makanan di buku MPASI dan instagram. Kemudian mencatat apa yang harus dibeli bahan-bahannya. Keesokan harinya barulah giliran saya mengantar istri ke pasar. Searching dengan berkeliling di pasar demi mendapatkan bahan yang diinginkan adalah rutinitas kami. Tapi kalau misalkan tidak ada di pasar biasanya kami beli online.

Untuk masalah sanitasi, saya biasanya membantu istri memandikan anak dengan air yang sudah bersih. Bahkan keran air pun diberikan filter supaya menghilangkan kotoran (pasir, lumut, dll). Peralatan makan anak pun harus steril, kalau tidak ada alat sterilisasi mungkin bisa menggunakan air panas. Gunanya untuk apa? supaya alat makan tersebut bebas kuman dan tidak masuk terbawa ke dalam tubuh si kecil.

Pola makan selalu diperhatikan. Isi piring itu penting. Jangan sampai kita memberikan makanan yang asal-asalan. Pun dalam sanitasi, lingkungan yang bersih berpengaruh terhadap kesehatan si kecil. Sangat disarankan memilih lingkungan yang higienis, selalu menjaga kebersihan peralatan makanan, dan rumah yang dijaga kebersihannya.

Itulah sharing saya seputar 1000 hari pertama kehidupan anak. Semoga bisa bermanfaat.

Bagaimana dengan  pengalaman teman-teman pembaca?

4 thoughts on “Peran Ayah dalam 1000 Hari Pertama Anak

  • 28/10/2018 at 7:16 AM
    Permalink

    Semangat mas Feri…. Sebagai seorang ayah baru, yang baru punya anak pertama… Sama seperti saya dan suami dulu, ketika lahir anak pertama, berbagai macam buku2 tentang merawat bayi, dari mulai imunisasi, penyakit anak, makanan bayi, sampai pola pengasuhan kami lalap habis… Ya, maklumlah, tidak ada sekolah formal bagi orang tua baru, semuanya otodidak, belajar sendiri… Satu hal yang jangan disepelekan ya, sering-seringlah anak dibawa/diajak/diperdengarkan ngaji Alqur’an supaya hatinya jadi lembut, mudah menerima nasihat dan utamanya supaya keimanan terpatri dari sejak dalam kandungan… Teruslah menjadi ayah yang baik dan sholeh ya… Rencanakan juga untuk momongan-momongan berikutnya…

    Reply
    • 28/10/2018 at 10:36 AM
      Permalink

      Aamiin Terimakasih doanya.. Semoga berikan kemampuan dalam mendidik anak-anak kami

      Reply
  • 09/11/2018 at 10:38 PM
    Permalink

    Ah seru banget jadi ayah yah om, jadi pengen deh jadi ayah juga hehehe

    Reply
    • 10/11/2018 at 6:58 PM
      Permalink

      nikah dulu atuh om 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *