Pengalaman Pertama Dibilang BANG**T!

Kali ini saya mau share pengalaman pahit yang mungkin tidak terlupakan. Ya, sesuai judulnya sengaja saya sensor karena kata-kata itu memang sangat tidak sopan. Jika kita mudah mengucapkannya berarti pendidikan karakter kita kurang baik dan perlu ditata kembali.

Langsung saja ya kejadiannya hari selasa (13/03/2018) saya dan istri akan membawa anak kami yang masih bayi akan berobat ke Rumah Sakit di Bekasi. Karena umur anak belum sampai dua bulan jadi kami belum berani membawanya dengan memakai sepeda motor.

Kami pun memutuskan untuk memesan taksi online.

Nah tragedi pun dimulai ketika kami mulai order G. Driver pun langsung didapat secara cepat. Kami pun bersiap dan siap berangkat. Dering telepon pun tiba-tiba berbunyi :

 Me : Halo, Ini G ya?

TO : Iya, kenapa chat saya gak dibalas-balas? Niat order gak sih!

Sontak saya langsung kaget gak ada petir gak ada badai tiba-tiba ada tsunami macam gitu. Padahal sekitar tiga menit kami tidak membalas chatnya. Pikir saya ini driver baper banget.

Me : Hah??

TO : Dijemput dimana?

Me : Klinik Avicena, Pak.

TO : Klinik Avicena itu banyak! Yang benar dong!

Me : Ikutin map aja, Pak. Kemarin juga driver lain bisa sampai kalo ngikutin map.
(saya masih dalam tahap sabar)

TO : Iya itu di Jalan xxxxx dan Klinik Avicena itu banyak!!

Kayaknya driver ini sotoy banget. Orang Klinik Avicena itu Cuma itu doang di Jalan xxxxx.

ME : Ya udah pak ikutin aja map. Nanti juga sampe.

(sabar saya mulai menurun)

TO : Jadi dijemput dimana?

ME : Yaudah kalau gak tahu dan masih lama, cancel aja Pak.

 

(biasanya kalau driver lain cancel itu tidak apa-apa kalau memang dikira membuang waktu)

TO : Klinik Avicena itu banyak! Yang bener dong kalau order! BANG**T!!

ME : Astagfirullah.. Dasar GELO!
Saya pun langsung mematikan telepon

Astagfirullah untung masih dalam tahap sabar meskipun sabarnya gak tau udah sampe level bawah yang mana. Lalu dia pun menelepon terus tetapi saya reject. Lama kelamaan risih juga dan saya langsung blok nomor dia. Dan cancel dengan melaporkan ke adminnya kalau drivernya TIDAK SOPAN dan bilang BANG**T.

Saya pun pindah provider taksi online lainnya yang drivernya ramah-ramah. Bukan menggeneralisir tetapi sepanjang menggunakan G+, saya tidak menemukan kata-kata yang kasar, nyolot, dan segala hal yang mengenakkan.

Alhamdulillah saya dan keluarga pun tiba di Rumah Sakit dengan suasana yang tenang dan damai. Hehe

Pelajaran yang perlu dipetik adalah PENTINGNYA ATTITUDE. Ya, nilai yang paling penting dalam diri adalah keramahan terhadap sesama. Karakter budi pekerti yang baik membuat orang lain senang dan nyaman berada disamping kita.

Bagi teman-teman semua yang sudah berpendidikan, percuma saja belajar tinggi-tinggi tetapi untuk menjaga mulut dari kata-kata kasar saja tidak bisa. Mungkinkah tata krama harus diulang lagi? Bukannya semua sudah lulus kompetensi?

Begitulah ketika kita masuk di ruang heterogen dalam masyarakat. Kita tidak bisa menghomogenkan pemikiran kita dengan pemikiran orang lain. Yang hanya kita bisa lakukan adalah menjadi orang yang berpendidikan, bukan hanya berpendidikan akademis tetapi berpendidikan karakter.

Karena sejatinya pembeda antara orang berpendidikan atau tidak dilihat dari bagaimana dia bersikap, bergaul dengan orang lain, tutur kata yang halus, dan kepercayaan menjadi seorang teman. Tidak peduli dia sudah sarjana atau belum.

Jika menemukan orang yang “berbeda” maka sikap terbaik bagi kita adalah sabar dan banyak beristigfar karena kita yang berpendidikan pun tidak luput dari salah jika tidak tahan emosi. Karena berawal dari mulut maka mulailah perselisihan selanjutnya.

Semoga bermanfaat.

Itulah pengalaman saya. Semoga tidak terjadi pada teman pembaca. Semoga bisa menjadi manusia yang berkarakter dan cerdas bersikap.

Salam Karakter!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: