Menuju Antariksa di Semarang

Assalamu’alaikum.

Ini pengalaman pertama saya jalan-jalan ke kota Semarang. Bukan jalan-jalan sih, tepatnya menghadiri walimahan teman kerja. Kami berangkat dari Kota Bekasi sekitar pukul setengah lima sore. You know what? Bekasi is still hot. Hehe

Berangkat jam setengah lima sore menggunakan mobil kantor. Saya bersama enam teman kerja menuju kota Semarang. Kami keluar tol Bekasi Timur dan mulai menikmati kemacetan di Sore hari. Maklum lah weekend ditambah hari seninnya itu hari kejepit.

Dua jam setengah perjalanan, kami menepi di rest area km 112 Tol Cipali. Kami melaksanakan sholat jamak takhir maghrib dan isya. Kalau udah sholat jadi tenang dan kami pun melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul setengah dua belas malam, kami makan malam setelah keluar tol Brexit. Saya makan soto ayam Brebes sedangkan yang lain makan ayam penyet dan lele goreng. Rasa soto ayam Brebes sedikit beda, soalnya komposisinya itu toge, ayam, dan kuahnya yang sedikit banyak santannya.

Setelah kenyang saya pun lanjut tidur di mobil. Hehe Tak terasa dari Brebes ke Semarang cukup dengan sekali merem. Hehe Pas bangun ternyata udah tiba di Semarang. Sekitar pukul setengah tiga dini hari saya sampai di Krapyak, Semarang. Kami istirahat sekitar dua jam untuk menunggu Subuh.

Setelah sholat Subuh, mandi, dan dilanjutkan dengan sarapan. Kemudian kami menuju tempat resepsi di Islamic Centre Jawa Tengah. Tapi kami mampir dulu ke beberapa tempat, diantaranya

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006 menjadi wisata religi para wisatawan lokal ataupun luar kota. Yang unik adalah masjid tersebut mempunyai payung raksasa seperti di Masjid Nabawi.

Lawang Sewu

Kita cukup merogoh kocek sebesar Rp 10.000 untuk masuk wisata Lawang Sewu. Disana bisa menikmati wisata pintu. Hehe Lha wong memang namanya juga lawang. Bener kan?

Tapi bukan hanya seribu pintu yang menjadi objek wisata, terdapat lukisan-lukisan yang terpampang di beberapa ruangannya. Lukisannya memuat sejarah Stasiun-Stasiun yang ada di Indonesia. Saya hanya sekilas membacanya dan lebih mengutamakan dokumentasi foto-fotonya.

Di bawah pohon rindang (mungkin pohon beringin) ada seniman yang bernyanyi lagu-lagu lawas. Banyak juga yang foto bareng dan bahkan ada yang nyanyi bareng.

Sam Poo Kong

Masuk ke tempat wisata Sam Poo Kong dikenai biaya sepuluh ribu untuk dewasa. Disana kita bisa melihat atraksi dari Barongsai dan juga berfoto dengan bangunan yang ada didalam Sam Poo Kong. Disana juga terdapat jajanan yang berada dalam area wisata.

Saya tidak lama disana karena saya harus menuju Islamic Center Jawa Tengah. Sesampai di Islamic Center, kami melaksanakan shalat dzuhur kemudian salam-salaman dengan Pengantin. Kami pun menikmati sajian kuliner (Tengkleng, Soto Betawi, Bakwan Malang, Es Krim Semarang) dan makanan berat sebagai penutup.

Saya ucapkan kepada Antariksa dan istri semoga menjadi keluarga yang bahagia dunia dan akhirat. Semoga cepat diberi momongan, Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Kami pun pergi ke Bekasi kembali sekitar pukul 13.30 WIB. Dan sekarang saya lagi di Pantura menuju kota Bekasi sambil mengabadikan momen melewati tulisan ini.

See you, Semarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: