Mentalitas Pemenang

Dalam hidup memang selalu ada kompetisi. Sebuah pertarungan tidak bisa dihindari kecuali kita memilih menjadi pecundang. Hanya saja sedikit orang yang sadar akan nikmatnya berkompetisi. Sebuah mentalitas pemenang sungguh berbeda denegan mentalitas pecundang.

Pemenang ialah mereka yang selalu berjuang dalam pertarungan meskipun tahu mereka akan kalah. Tak patah arah meski lawan lebih garang. Tak putus harapan meski realitas tidak seperti yang diharapkan. Sejatinya pertarungan bukan mencari kalah atau menang tetapi mencari kenikmatan berjuang.

Hanya saja yang membedakan dengan pecundang adalah mereka yang tidak mau ikut pertarungan. Terlebih lagi mereka tahu akan kalah. Duhai para pecundang, izinkanlah aku memberi tahumu. Berdiri diatas pertarungan itu berarti memutuskan rantai kelemahan diri yang mengikat raga. Yang mengusik hati dan pikiran untuk menjadi seorang munafik selamanya. Ya memang pecundang adalah cara membahasakan manusia munafik.

Mentalitas pemenang didapatkan dari mereka yang penasaran dengan keterbatasan dirinya. Breaks the limit! Sampai sejauh mana kita bisa terlepas dari belenggu ketakutan diri.

Mentalitas pemenang bukan mereka  yang ketika mendapati kemenangan akan bangga diri. Mentalitas pemenang ialah tanpa selalu rendah diri dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala manakala dianugerahi sebuah kemenangan, ia akan merunduk takut akan kekhawatiran menjadi seorang yang takabur.

Andai semua mentalitas pemenang dimiliki oleh manusia Indonesia.

Tidak akan ada lagi haters

Tidak akan lagi fake account

Tidak akan ada lagi hoax

Ternyata aku lupa bahwasanya ketidakadaan yang aku sebutkan adalah buah dari adanya pecundang. Mereka selalu berdampingan dengan pemenang. Tinggal diriku dan dirimu saja yang menentukan. Mau jadi apa dalam dunia yang fana ini?

3 thoughts on “Mentalitas Pemenang

  • 17/03/2018 at 4:12 PM
    Permalink

    Break the limit!
    I was a looser about 6 years ago. I changed my mind because I realized that life is not just for having fun nor spending time. I thought life is more than those. Sincerely, I regret about my self before because I couldn’t see my future after a failure happened to me 9 years ago. I lost my dream. Felt like I lost my life. Then I remembered someone who was very fame not only in the world, but also in the sky, Buya HAMKA “jika hidup hanya sekedar hidup, kera di rimba juga hidup. Jika kerja hanya sekedar kerja, kerbau di sawah juga kerja.” That was so deep for my mind. I thought it every single night. Then day by day, I could see again my future. I got my grit. Something such a dust just kiss me and said “You are what you were, like the other guys but remember that you are special because you had a different finger print, God knows your heart, God knows your mind, that’s why He made you fail to reach another success way. Your task is only finding that way, even it would spend your life.”
    Thanks for this opportunity God. You gave me my second chance. My second life. And I want to make my life being a something interesting, not only for me but also for the others. I love my life. I enjoy my life.

    Thanks for this blog.

    Reply
    • 17/03/2018 at 4:23 PM
      Permalink

      Inspiring! Thanks for sharing your experience

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: