Membaca Peluang Indonesia ke Target 10 Besar

Tidak tanggung-tanggung! Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games XVIII memasang target masuk sepuluh besar.Seperti yang dilansir Tempo (02/04/2018) Indonesia mulai merancang strategi guna merealisasikan targetnya. Tidak kurang dari 20 emas pun menjadi target torehan medali nantinya.

Bulu tangkis dan angkat besi masih menjadi tumpuan Indonesia. Namun bukan berarti cabang lain tidak bisa berbicara di kancah Asia. Indonesia akan memaksimalkan cabang olahraga unggulan untuk mendulang emas. Apa saja cabornya? Yaitu anahan bulu tangkis atletik, boling, bridge, kano/rowing, sepeda, jetski, paragliding, pencak silat, panjat tebing, taekwondo, angkat besi, dan wushu.

Saya akan coba sebutkan beberapa atlet yang berpeluang meraih emas versi Feriald berdasarkan informasi dari kolom Asian Games di harian tempo online

Marcus/Kevin dan Tontowi/Liliyana

Kedua pasangan ini menjadi andalan Indonesia untuk mendapatkan medali emas yang sudah menjadi langganan Indonesia di Asian Games. Indonesia selalu meraih medali emas di cabor bulutangkis. Performa yang apik dan meningkat dari Marcus/Kevin dan Tontowi/Liliyana membuat kepercayaan diri untuk mendapatkan podium utama di Asian Games nanti. Apalagi mereka sebelumya menjuarai Indonesia Open beberapa bulan kemarin.

Atlet Pencak Silat

Perlu kalian tahu guys  olaharaga asli Indonesia ini merupakan cabang baru di Asian Games 2018. Pada Sea Games 2017 di Malaysia, Indonesia meraih dua emas yaitu diraih oleh Wewey WIta di nomor tanding putri 50-55 kilogram dan dari tim putra di nomor seni beregu putra. Olahraga pencak silat seharusnya optimis bisa meraih hasil maksimal demi mendongkrak peringkat Indonesia.

Aries Susanti Rahayu

Bagi yang baru mengenal Aries Susanti Rahayu, atlet putri yang satu ini adalah atlet unggulan Indonesia di bidang panjat tebing. Panjat tebing juga merupakan cabang baru Asian Games 2018 selain pencak silat. Kenapa saya sebut atlet unggulan? Karena catatan selama pelatnas sungguh mengagumkan.

Pasalnya Aries Susanti Rahayu berhasil mencatatkan kecepatan 6,96 detik mengalahkan rekor dunia speed climbing putri 7,38 detik yang dipegang oleh atlet putri Rusia. Sedangkan di nomor putra, Aspar berhasil mencatatkan waktu terbaik saat latihan 5,2 detik atau dengan kata lain mengalahkan rekor yang dipegang Reza Alipour dari Iran yang memegang rekor pada kejuaraan di Nanjing, Cina pada 2017 silam.

Sapwaturrahman

Atlet asal Lombok ini berhasil membuat rekor nasional lompat jauh putra di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional 2017 di Makassar. Lompatan sejauh 7,90 meter mengalahkan Mario Londa yang merupakan peraih medali emas di Asian Games Incheon tahun 2014.

Menurut saya merekalah yang berpeluang untuk mendapatkan medali emas dalam Asian Games 2018. Tetapi bukan berarti cabang olahraga lain atau atlet lain tidak saya dukung. Saya hanya memasukkan nama dan data yang sesuai dengan berita yang diperoleh dari Tempo.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: