96 views

Membaca Peluang Chatbot Bahasa Indonesia di Era Digital

Pernah punya pengalaman chat dengan admin toko online? Atau mungkin pernah berkomunikasi dengan layanan chat untuk memesan tiket? Rasanya hampir semua orang di era digital ini pernah merasakan hal tersebut.

Layanan chat pada suatu platform digital memang sangat diperlukan. Ketika kita membutuhkan informasi lebih banyak terhadap suatu produk. Maka apa yang kita cari? Tentu layanan pelanggan adalah sumber segala informasinya. Messaging menjadi penting karena itu membuat informasi teruraikan secara detail. Apalagi jika layanan pelanggan tersebut fast respon.

Mungkin hampir setiap toko online, jasa tiket, penyewaan kamar, atau fintech rata-rata memiliki layanan chat. Ketika kita mengkliknya maka akan langsung terhubung dengan seseorang yang sering kita sebut “admin”. Ya, disanalah kita menggali informasi semaksimal mungkin supaya kita terlayani dengan baik.

Mungkin terasa ganjil saat admin yang kita hubungi menjawab dengan sangat cepat. Baru tiga detik saja sudah ada balasannya. Is that real human or something else?

Disinilah kita mengenal chatbot. Chatbot terdiri dari 2 suku kata. Chat berasal dari chatting dan bot diambil dari kata robot. Kedua kata ini digabung menjadi istilah chatbot yang berarti robot yang bisa melakukan chatting dengan siapapun.

Jangan heran ketika mendapat jawaban super kilat maka kita sedang berbicara dengan sebuah robot. Keren, bukan?

Robot aja mengerti. Masa kamu enggak? Hahaha #apasih

Chatbot sendiri sebenarnya sudah berkembang dari tahun 1960-an. Memang pada awalnya chatbot ini program komputer yang dibuat secara tidak serius. Kenapa? Kkoarena tujuan awalnya hanya untuk coba-coba dan membuat orang-orang percaya bahwa dia sedang berbicara dengan manusia.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi muncullah chatbot ELIZA yang merupakan chatbot rancangan dari Massachussetts Institute of Technology. ELIZA ini pada mulanya dibuat berperan sebagai seorang psikoterapis dalam berinteraksi dan melakukan kegiatan chatting dengan manusia.

Semakin berkembangnya dunia digital maka chatbot pun semakin banyak bermunculan. Seperti cleverbot yang dirilis oleh Rollo Carpenter pada tahun 1997. Lalu chatbot Rinna dari Microsoft. Jepang pun tidak mau kalah dengan meluncurkan chatbot yang memiliki nama yang mirip, yaitu Rinna.

Bahasa yang digunakan chatbot pun bermacam-macam. Ada yang berbahasa Jepang, Italia, Spanyol, Rusia, dan lain-lain. Namun kebanyakan bahasa chatbot yang digunakan adalah bahasa Inggris. Kemanakah chatbot berbahasa Indonesia? Mampukah chatbot bahasa Indonesia bersaing dengan chatbot bahasa lainnya?

JAWABANNYA TENTU BISA! Let’s check this out!

Berbicara chatbot maka akan berbicara tentang ekonomi digital. Berbicara ekonomi digital maka akan berhubungan dengan pangsa pasar digital. Indonesia merupakan negara yang sangat menjanjikan untuk Ekonomi Digital seiring dengan perkembangannya yang sangat signifikan.

Pengguna aktif Internet yang melejit

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, yang dilansir Kompas (17/07/2019) mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara ketiga terbesar di Asia untuk pasar digital setelah China dan India. Maklum mungkin kedua negara tersebut populasi penduduknya lebih besar daripada Indonesia.

Baru-baru ini pula Badan Pusat Statistik mencatat per April 2019, pengguna aktif internet di Indonesia sebanyak 170 juta jiwa. Angka ini hampir menyentuh 70% penduduk Indonesia. Sudah lebih dari setengah penduduk Indonesia melek internet.

Inilah langkah awal yang sekaligus potensi besar berkembangnya chatbot berbahasa Indonesia. Ketika banyak pengguna internet di Indonesia yang mengakses platform digital maka chatbot berbahasa Indonesia akan lebih sering digunakan. Apalagi bahasa Indonesia lebih nyaman dan bisa jadi membuat pelanggan puas ketika berkomunikasi tanpa harus menerjemahkannya.

Indonesia, Pertumbuhan ekonomi digital tercepat

Ekonomi digital di SEA saat ini dan proyeksinya di tahun mendatang / Google-Temasek

Berdasarkan data dari riset Google-Temasek, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat dan terbesar di ASEAN. Dari bidang e-commerce, online travel, online media, atau pun ride hailing Indonesia masih menguasai pasar digital di wilayah ASEAN. Pada tahun 2025 diprediksi sektor online travel menjadi sektor yang memiliki market size yang paling besar, yaitu $30 miliar. Lalu disusul e-commerce yang menyentuh angka $23 miliar. Online media mendapatkan nilai di angka $11 miliar dan terakhir yaitu ride hailing yang masih di angka $8 miliar.

Indonesia memimpin pangsa pasar dengan putaran nilai bisnis tertinggi / Google-Temasek

Pada tahun 2018 saja Indonesia sudah mencapai angka $27 miliar dan akan memberikan pertumbuhan ekonomi digital yang luar biasa sebanyak 4 kali lipat atau senilai $100 miliar di tahun 2025. Tentunya ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat pertama di negara Asia Pasifik.

Potensi yang begitu besar tentunya menjadi peluang bagi chatbot yang dimana sebagai “senjata” bagi para pebisnis digital dalam mengoptimalkan peran layanan pelanggan. Ketika ribuan calon pelanggan yang “menyerbu” setiap harinya maka secara otomatis peran chatbot akan menjadi sentral. Chatbot memberikan layanan percakapan yang cepat dan nyaman sehingga membuat pelanggan senang dan memungkinkan untuk “closing”.

Investasi terhadap Ekonomi Digital

Awal tahun 2019, tepatnya bulan Maret, Bank Indonesia menyatakan akan terus mendorong investasi melalui ekonomi digital. Tidak tanggung-tanggung, dukungan berupa investasi tersebut telah dihadirkan dalam kegiatan Regional Investment Forum (RIF) yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Sumber : BKPM, Badan Koordinasi Penanaman Modal

Deputi Gubernur BI, Dr. Sugeng, menyatakan bahwa sektor ekonomi digital harus terus didorong untuk meningkatkan produktivitasnya. Tambahnya, ekonomi digital dan bidang pariwisata harus bersinergi karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan cadangan devisa.

Perusahaan investasi internasional, Catcha Group, memprediksi bahwa sektor investasi bidang ekonomi digital di Indonesia akan meningkat karena pasar digital yang menampakkan trend positif. Patrick Grove selaku Co-Founder Catcha Group mengatakan bahwa Indonesia saat ini sedang mengambil alih pasa teknologi digital. Hal ini terbukti dengan investasi yang berhasil digelontorkan sejumlah US$20 miliar. Ini merupakan angka yang sangat besar dan perlu dimanfaatkan oleh semua pelaku industri kreatif, tidak terkecuali chatbot.

Layanan pelanggan berbasis digital pasti tidak akan tinggal diam dan bahkan akan menggeliat cepat melaju dengan teknologi yang semakin canggih. Mungkin setelah Machine Learning dan Natural Language Processing yang diterapkan pada chatbot berbahasa Indonesia maka bisa jadi ada teknologi lainnya.

Chatbot memegang peranan penting ketika investasi meninggi maka sudah pasti pasar digital semakin meluas. Chatbot bisa menjadi primadona para platform digital dalam mengoptimalkan bisnisnya.

Melihat peluang pangsa pasar digital Indonesia yang semakin besar, tidak dipungkiri akan membuat chatbot berbahasa Indonesia semakin diminati oleh kalangan pebisnis digital. Masyarakat Indonesia sering menggunakan bahasa Indonesia “gaul” lebih sering dipakai dalam sehari-hari baik di dunia maya atau dunia nyata. Chatbot berbahasa Indonesia akan semakin cerdas dan tangkas menangani generasi milenial dan alfa di masa yang akan datang. Persaingan akan semakin ketat tetapi chatbot bahasa Indonesia akan menjadi kompetitor yang menawan dibandingkan chatbot bahasa lainnya.

Berbicara chatbot bahasa Indonesia, mari kita berkenalan dengan BOTIKA.

BOTIKA adalah perusahaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan asal Indonesia dengan memadukan teknologi Machine Learning (ML) dan Natural Language Processing (NLP). Perusahaan chatbot buatan anak bangsa ini menyediakan teknologi dengan bahasa Indonesia sehari-hari yang membuat pelanggan menjadi lebih nyaman.

Saat ini BOTIKA sudah membantu lebih dari 100 perusahaan untuk berinteraksi dengan pelanggannya. Mulai dari proses transaksi hingga melalui pelayanan media sosial seperti LINE, Whatsapp, Facebook Messenger, Telegram, dan Web Widget.

BOTIKA menawarkan solusi dari segala permasalahan dalam dunia layanan pelanggan.

Answering opportunities

Ketika platform sosial cenderung dijadikan sayap bisnis dari suatu perusahaan. Maka ketika dilengkapi dengan chatbot maka layanan pelanggan berbasis digital tersebut menjawab setiap pertanyaan dan mengonversinya menjadi peluang yang akhirnya mengirimkannya ke channel marketing perusahaan Anda.

Chat Assistant for Your Business

BOTIKA membantu pengusaha atau business owner dan menjadikannya asisten yang pintar dalam melayani pelanggan. Dimulai dari pemesanan hingga proses transaksi.

Chat Console

Keunggulan BOTIKA menjadikannya solusi ketika banyak pesan yang masuk dalam satu waktu. Dengan BOTIKA, maka permasalahan tersebut bisa terselesaikan tanpa harus ribet melayani pelangan yang begitu banyak.

Easily Integrated to Many Social media at Once

BOTIKA sudah terintegrasi dengan platform media sosial dan bisa dijalankan di LINE, Facebook Messenger, Telegram, Web Widget, dan Aplikasi handphone.

Payment Gateway Integration

BOTIKA menyediakan layanan chatbot yang sudah termasuk didalamnya transaksi dengan BOTIKA pay. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dalam transaksi pelanggan.

Single Dashboard Integration

Hanya dengan satu dashboard, maka BOTIKA sudah secara langsung terintegrasi dengan beberapa platform sosial yang tentu saja memberikan kenyamanan kepada pelanggan.

BOTIKA memiliki banyak produk yang ditawarkan kepada perusahaan atau industri.

Chatbotika Enterprise

Produk ini berupa asisten chatting yang melayani pelanggan dan berkomunikasi dengan pelanggan. Chatbot ini menjawab pertanyaan dari pelanggan dengan bahasa Indonesia yang asyik dan sesuai dengan bahasa sehari-hari.

Chatbotika Travel

Jika Anda memerlukan pelayanan dalam pemesanan tiket maka produk ini sangat cocok. Chatbotika Travel memberikan pelayanan komunikasi yang responsif dan memberikan kenyamanan dalam berkomunikasi layaknya teman.lution for travel agents to provide more Chatbotika Commerce

Sama halnya dengan Chatbotika Enterprise tetapi produk ini dalam skala yang kecil dan menengah. Aplikasi asisten chatting yang memungkinkan pelanggan berkomunikasi dengan cepat, memesan produk, dan menjawab pertanyaan dari pelanggan.

Helpdesk System

Ketika ada pertanyaan yang rumit diberikan kepada chatbot maka helpdesk system merupakan produk chatbotika untuk mengalihkan kepada manusia untuk menjawab pertanyaan yang sulit dijawab komputer.

DEM (Digital Email Management)

DEM dapat membantu Anda untuk menyebarkan dan mengatur email dari pelanggan. Kemudian memilih dan mengirimkannya secara langsung kepada layanan pelanggan. Hal ini memungkinkan layanan pelanggan Anda tidak akan pernah mendapatkan email yang terlalu banyak.

Video Call

Produk ini menyediakan fasilitas komunikasi face to face dengan pelanggan untuk meningkatkan pelayanan perusahaan Anda.

Queue System

Produk ini membantu ribuan pelanggan Anda untuk mengetahui nomor antrian ketika berkomunikasi dengan chatbot.

Botika Pay

Produk ini merupakan personal chat yang secara langsung menyediakan layanan payment gateway system yang memudahkan untuk membeli sesuatu kapanpun dan dimanapun.

OMNIBOT

OMNIBOT adalah platform multi-channel sosial dalam satu dashboard yang mengombinasikan dengan chatbot lalu membantu kebutuhan pelanggan dari perusahaan Anda
ELIZA

ELIZA adalah nama dari virtual personal assistant yang bisa membantu dalam beberapa hal. Mulai dari pemesanan tiket, belanja online, baca berita, mencari music, hingga dijadikan teman virtual Anda.

Itulah sekilas tentang chatbot bahasa Indonesia dan peluang bersaingnya dengan chatbot bahasa lainnya. Semoga bermanfaat untuk semua pembaca setia. Terima kasih

Tulisan ini disertakan dalam Lomba Nulis Chatbot bersama BOTIKA

Sumber :

https://money.kompas.com/read/2019/03/11/170000526/bi-dorong-investasi-melalui-ekonomi-digital

https://tirto.id/chatbot-era-manusia-bercakap-cakap-dengan-komputer-cv1D

http://botika.online/product/?product=dem

https://dailysocial.id/post/indonesia-kuasai-ekonomi-digital

https://www.moneysmart.id/pangsa-pasar-digital-indonesia-paling-besar-di-asia-tenggara/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *