Sebelum Pandemi, hampir setiap hari saya mengantar istri pergi ke pasar tradisional. Katanya sih sayurannya lebih segar karena langsung dari petaninya. Selain itu juga harga yang ditawarkan bisa lebih murah.

Setelah berlama-lama di pasar, kami pun pulang untuk segera menggarap bahan-bahan masakan. Istri sudah bersiap dengan segala peralatan masaknya. Saya pun membantu sebisanya saja.

Setelah kurang lebih satu jam di dapur, tibalah istri bersama hidangan sayur sop ayam dengan nasi putih hangat yang baru diambil dari penanak nasi. Semua makanan diletakkan rapi di meja, tidak lupa sentuhan plating yang unik persis seperti Master Chef Indonesia.

Istri ,layaknya peserta Master Chef, lumayan dag dig dug mendengar “penilaian” masakan dari suaminya yang berharap bukan kata-kata yang menyakitkan. Hehe

Sebagai suami yang tidak mau mengambil risiko yang berat. Saya pun mencoba memberikan penilaian yang baik. Gawat juga kan kalau saya bilang ada yang kurang ini kurang itu. Bisa hancur hati istri saya dan bisa-bisa besok gak ada lauk di meja. Hehe

Singkat cerita, makanan buatan istri sudah di depan saya. Setelah itu saya tidak pikir panjang langsung menyantap makanannya. Kebetulan waktu itu saya sedang lapar sekali. Ternyata sayur sop ayamnya enak sekali. Bumbunya pas dan kuahnya pun mantap.

Secara otomatis langsung saya ucapkan pujian,

“Ma, enak banget makanannya.” puji saya.

“Ah bohong, ya? Biar istri seneng aja kan?” istri masih belum percaya.

“Iya beneran deh. Mirip masakan di warteg.” Saya gak tahu kenapa ‘warteg’ yang harus keluar dari mulut ini.

“Hah disamain sama warteg?” istri mulai jengkel.

“Iya beneran enak banget.” saya masih belum sadar.

“———” hening tanda ada yang tidak beres.

Berjuang memasak di dapur dengan keringat yang bercucuran, tangan yang kepanasan gara-gara minyak, tiba-tiba masakan disamakan dengan warteg. Barulah saya sadar ucapan tadi sedikit menyinggung istri. Ralat : bukan sedikit, tapi sangat menyinggung,

Sejurus kemudian, saya pun menjelaskan kalau masakannya memang enak dan tidak ada niatan untuk membandingkan dengan masakan warteg. Intinya sih enak aja. I don’t know how to express my feeling at that time. Harusnya sih bilang seperti ini,

“Enak banget kayak di restoran.” tapi kayaknya telat mikirnya.

Beruntunglah besok-besok istri masih masak. Dan saya pun belajar dari kesalahan untuk teliti dalam memilih kata. Hehe

Tiba-tiba datang virus corona ke Indonesia. Wabah yang dikenal covid-19 mengubah statusnya menjadi pandemic. Dari yang awalnya istri rajin masak, kini istri menjadi rajin masak banget.

Kalau sebelum pandemic, saya mungkin sering jajan melalui aplikasi ojek online. Tetapi kondisi pandemi ini tidak harus berpikir ulang karena risikonya sangat besar. Jadi memasak di rumah adalah keputusan terbaik saat ini.

Kami khawatir dengan kondisi masakan di luar. Entah terkontaminasi atau tidak, saya tidak tahu. Namun salah satu cara memproteksi diri dari penyebaran virus corona yaitu dengan Cook at Home.

Nah, saat wabah inilah keahlian memasak diuji. Ibarat acara Master Chef, setiap hari adalah babak final. Jika kita mencoba mengambil risiko untuk membeli makanan dari luar, kemungkinan kita tereliminasi (terkena virus) atau mungkin dapat wild card (selamat dari virus). Intinya kita harus memiliki banyak resep masakan yang tidak membosankan.

Berbicara resep masakan tentunya kita harus banyak informasi resep di masa pandemi. Pastinya kita harus mempunyai banyak varian menu yang tidak membosankan sehingga bisa disantap bersama. Yummy App solusinya! Kok tiba-tiba Yummy App?

Let’s chek it out!

Yes, Yumm App adalah aplikasi memasak kekinian yang dapat membantu Anda memasak di rumah dengan beragam resep masakan inspiratif. Yummy App juga dilengkapi video tutorial yang membuat Anda semakin mudah untuk berkreasi dengan menu masakan baru.

Apalagi ketika harus  #dirumahaja sesuai anjuran dari pemerintah untuk mencegah penyebaran corona, kita harus sebisa mungkin memasak sendiri di rumah.

Kan banyak aplikasi memasak? Yummy App memiliki terobosan baru dengan menyediakan berbagai fitur sesuai ekspektasi dan kebutuhan penggunanya. Masih bingung? Mari kita jabarkan satu-satu.

Bingung cari menu masakan? Klik aja “Cari Resep”

Anda pasti merasa bosan jika hari ini masak sayur sop, besok masak sayur sop juga, lusa sayur sop lagi. Bukan karena kekurangan bahan tapi kekurangan resep bisa jadi penyebab masakan “itu-itu” aja. Hal seperti ini tidak bakal terjadi jika Anda sudah memakai Yummy App.

Anda tinggal ambil gawai, lalu buka aplikasi Yummy. Di kiri layar gawai Anda, dibawah foto profile, ketikan di kotak “Cari Resep dan Chef Yummy” untuk mencari berbagai resep rekomendasi yang menginsiprasi. Banyak menu pilihan yang bisa dicoba supaya keluarga Anda menjadi bahagia. Hehe

Jangan Khawatir Kekurangan Bahan, “Fitur Memasak” Yummy Ahlinya!

Bahan yang banyak tapi bingung mau dibuat apa. Bahan yang sedikit semakin tambah bingung. Alhasil malah galau buat masak apa. Nah kalau Anda memiliki aplikasi Yummy, kekurangan bahan bukan masalah.

Caranya praktis sekali. Anda tinggal buka kulkas dan lihat bahan apa saja yang ada. Lalu buka gawai Anda dan langsung menuju ke fitur “Masak”yang berada di navigasi bawah, letaknya tepat di tengah-tengah fitur Yummy App.

Selanjutnya pilih atau cari bahan yang Anda miliki saat ini dengan mengklik bahan yang berada di Yummy App. Jreng Jreng Jreng akhirnya muncul rekomendasi resep masakan sesuai bahan yang Anda miliki.

Komunitas Banyak, Uang pun Banyak

Salah satu keuntungan lainnya setelah menggunakan Yummy App adalah Anda bisa bergabung dengan komunitas. Selain bakal mendapat inspirasi resep-resep baru, Anda juga bisa saling memberi komentar tentang resep, memberikan rating, dan membagikan resep tersebut.

Jika Anda memang semakin lihai cara membuat resep-resep baru, kesempatan untuk mendapat uang pun semakin besar. Ketika mengupload resep kreasimu maka uang tambahan siap menanti Anda. Tertarik, kan?

Silakan ke fitur “Komunitas” dan segera lihat apa saja yang menjadi trending resep saat ini dan resep komunitas terbaru yang ditampilkan. Ada fitur “Buat Resep” untuk membuat resep kreasi Anda.

Mulai dari judul resep, dilengkapi dengan deskripsi resep, bahan-bahan yang akan Anda gunakan, langkah-langkah memasaknya, dan gambar yang akan Anda upload. Anda tinggal mengetik semua step tersebut dan selesai tugas Anda.

Minim Budget, Jangan Takut!

Permasalahan lain tentang memasakan adalah budget. Mungkin budget sudah jadi rahasia umum ya. Haha. Siapa sih yang tidak pernah merasakan budget minim tapi harus tetap memasak. Ayo ngaku?

Yummy App bisa memberikan rekomendasi resep yang mudah, pastinya berdasarkan budget yang Anda miliki. Bagaimana caranya?

Anda tinggal masuk ke kolom pencarian yang ada di halaman utama. Lalu cari resep masakan yang Anda inginkan. Selanjutkan klik “Filter Resep” yang berada di bawah. Di sana terlihat budget harga yang dipunyai, durasi masak yang diinginkan, dan banyaknya porsi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bagaimana menurut Anda tentang Yummy App? Ini aplikasi yang saya rekomendasikan ketika masa pandemi ini. Jadi jangan khawatir ya kalau budget minim, bahan seadanya, kurang inspirasi, dan penghalang Anda untuk memasak #dirumahaja.

So, segera pasang aplikasi Yummy App di gawai Anda. Jangan tunggu lama-lama, keburu ketinggalan banyak info event menarik lainnya. Install and Practice!

 

“Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition Yummy x Popmama 2020”

 

 

2 thoughts on “Memasak Selama Pandemi, Selalu Banyak Inspirasi. Terima Kasih Yummy App!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *