“Marsum” dan Kesehariannya yang #AsikTanpaToxic dengan POKKA Natsbee Honey Lemon

Saya sekarang tinggal di Bekasi. Sebuah kota multikultural dengan aneka ragam penduduk dari berbagai daerah. Selain itu juga, Bekasi merupakan kota industri dimana semua jenis pabrik ada disini. Dimulai dari food, engineering, manufacture, sampai chemical pun ada di Bekasi . Apalagi kawasan industri di Bekasi termasuk kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara. Jadi gak heran kalau banyak orang berdatangan untuk mencari pekerjaan ke Bekasi.

Meskipun Bekasi memiliki cuaca yang terbilang panas tetapi bukan menjadi halangan para pencari nafkah untuk mengais rejeki di kota yang dijuluki Kota Patriot ini. Namun hal yang paling terasa nikmatnya matahari Bekasi adalah para pekerja lapangan, termasuk saya pribadi. Debu jalanan, suara bising kendaraan, asap knalpot forklift, dan semua polusi yang menjadi partner sehari-hari dalam bekerja.

Sekitar lima tahun lebih saya bekerja sebagai pekerja lapangan. Bukan mandor, bukan bos, apalagi pemain bola. Hehe Kerjaku sering berinteraksi dengan para supir container dan isotank. Mungkin kalian tahu ya container dan isotank itu. Keduanya merupakan mobil besar untuk pengiriman jumlah banyak untuk tujuan ekspor dan impor. Bagi yang belum tahu, isotank itu mobil tanki yang berukuran besar sedangkan container itu mobil box yang juga berukuran besar. Dan tentu supir container atau isotank pun harus handal dan berpengalaman karena butuh skill khusus mengendarainya.

Pekerjaan yang berhubungan dengan muat barang dan pengiriman ekspor impor ini membuat saya selalu bersinggungan dengan supir-supir container dan isotank. Kebanyakan supir di tempat kerja saya berasal dari Jawa dan Sumatera. Saking lamanya berinteraksi dengan mereka, saya pun tahu bagaimana karakater masing-masing supir secara personal. Ada yang berwatak keras, sopan, kasar, sabar, tapi  terkadang ada yang membuat kesal. Tapi begitulah fakta di lapangan ditambah lagi bekerja di bawah panas matahari membuat emosi sering tidak terkontrol. Maklum hati jadi tambah panas. Hehe

Kali ini saya mau memperkenalkan teman supir yang baik hati dan tidak sombong. Hehe Namanya Marsum. Bekerja di rantau adalah suatu keharusan mengingat istri dan dua anaknya di kampung selalu berharap akan nafkah yang diberikan. Panasnya kota Bekasi menjadi sesuatu yang harus disyukuri. Karena menurutnya Bekasi itu tidak sepanas di negara Arab. Pria berbadan besar dengan ciri khas helm putih lusuh itu memang mempunyai pengalaman kerja di Jeddah selama dua tahun sebagai driver. Jadi bisa membedakan mana yang panas dan mana yang super panas. Hehe

Marsum ini langganan supir di perusahaanku. Dia sangat piawai mengendalikan mobil isotank yang besar. Manuver parkir di lahan sempit menunjukkan skillnya yang mumpuni. Namun yang paling saya suka dari Marsum adalah sifatnya yang supel kepada sesama supir. Dia juga sabar ketika harus menunggu bongkar muat yang lama. Beda halnya dengan supir lain yang suka mengomel tidak jelas kadang berkata kasar karena tidak sabar menunggu.

Stress, Gaya Hidup, dan Polusi

Pernah suatu hari saya bertanya “Pak, pernah stress gak?”

“Ya pastilah. Tapi dibawa enjoy aja atuh” jawab singkatnya.

Bertemu dengan para preman jalanan di sepanjang Tanjung Priuk adalah hal yang membuatnya kesal dan stress. Tetapi itulah kenyataan yang harus dihadapi. Meskipun polisi sering turun tangan tetapi preman itu datang lagi ketika polisi sudah tidak beroperasi lagi. Uang transportasi terpaksa berkurang karena harus dibagikan ke beberapa preman. Lima ribu atau sepuluh ribu pasti setiap hari selalu dikeluarkannya.

Keresahan Marsum mewakili para supir yang selalu mengirimkan barang ke Pelabuhan Tanjung Priuk. Pastinya kesal tetapi mendingan cari aman daripada membahayakan nyawa. Apalagi badan sudah lelah begadang semalaman dan belum makan seharian karena terjebak macet. Meladeni para preman adalah perbuatan tidak ada gunanya.

Tidur dan makan tidak teratur adalah gaya hidup para supir, termasuk Marsum. Sayangnya gaya hidup tidak sehat ini sudah menjadi kebiasaan para supir. Tidak heran sering saya jumpai supir-supir dengan wajah yang lesu, badan yang lunglai, dan stamina yang menurun. Itulah dampak dari zat-zat yang tidak baik masuk ke dalam tubuh. Belum lagi polusi kendaraan seolah menjadi hirupan nafasnya selain oksigen. Maklum tempat mainnya di jalan tol dan garasi mobil. Sama aja banyak polusi. Hehe

Cara Marsum Bersihkan Hari Aktifnya

Marsum ini selalu aktif dalam bekerja. Bisa dihitung hampir setiap hari datang ke tempat kerjaku untuk mengangkut muatan barang ke konsumen. Tentunya kondisi yang prima menjadi keharusan bagi Marsum. Sakit meriang atau tidak enak badan adalah suatu pantangan karena kalau sakit dia pasti dia tidak diizinkan mengendarai mobil demi keselamatan kerjanya.

Biasanya Marsum membersihkan hari aktifnya itu dengan mengonsumsi air putih saja. Tetapi  menurutnya kurang nendang katanya kalau cuma minum air putih. Perlu sekali minuman tambahan yang menguatkan dan membuat tubuh menjadi bersih dan segar. Mengingat stress, gaya hidup tidak sehat, dan polusi lingkungan dapat membawa zat-zat tidak baik masuk ke dalam tubuh. Tidak terkecuali para supir seperti Marsum.

Saya coba memberi Marsum minuman yang mengandung madu dan lemon. Minuman ini sangat baik untuk tubuh karena dapat mengikat zat-zat berbahaya di dalam tubuh lalu membuangnya. Yupz namanya Pokka NATSBEE Honey Lemon. Minuman Madu Lemon ini mengandung vitamin C yang bermanfaat untuk tubuh serta memberikan kesegaran di hari yang panas, especially di kota Bekasi. Hehe

Kandungan 100% Vitamin C yang terdapat pada Pokka Natsbee Honey Lemon ini cocok diminum setiap hari. Kandungan total karbohidrat 9% AKG (28 gram),  Natrium 1% AKG (20 gram) , dan Vitamin C 100% merupakan kandungan dari komposisi kemasan 250 ml : air, gula, pengatur keasaman (Asam Sitrat, Natrium Sitrat), Antioksidan Asam Askorbat, Lemon Bubuk (0,03%), Bubuk Madu (0,02%), Perisa Sintetik Lemon dan Madu. Kandungan kecukupan gizinya pun tinggi yaitu sebesar 100 kkal dalam setiap kemasan 250 ml Pokka Natsbee Honey Lemon.

Saya pun meminta testimoni dari Marsum tentang kesan pertamanya meminum Pokka Natsbee Honey Lemon.

Hidup di jalanan penuh polusi harus dihadapinya tetapi hidup #AsikTanpaToxic adalah WAJIB bagi Marsum. Saya merekomendasikan ke Marsum dan teman-teman supir untuk mencoba minuman madu lemon Pokka supaya hidupnya benar-benar bebas toxic. Pokka Natsbee Honey Lemon ini sangat pas jadi pendamping di setiap perjalanan para supir.

Saya sangat senang bisa memberikan minuman madu lemon berkhasiat tersebut kepada Marsum sesaat sebelum berangkat. Karena mungkin ketagihan jadinya baru sampai gerbang keluar pabrik, minuman tinggal setengahnya. Hehe

Semoga selamat sampai tujuan ya, Pak!

Semoga sehat selalu!

Jangan lupa minum Pokka Nastbee Honey Lemon! 🙂

 

6 thoughts on ““Marsum” dan Kesehariannya yang #AsikTanpaToxic dengan POKKA Natsbee Honey Lemon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: