Kata Siapa Demo Buruh itu Anarkis?

Hari ini semua buruh bergerak di seluruh dunia memperingati May Day, Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei. Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar demo buruh? Anarkis kah? Mungkin kalian sama sepertiku sebelum aku mengikuti demo buruh ke Istana Negara. Pasti istilah anarkis didapat dari berita media massa kan?

Kadang media dan realita tidak selalu sejalan. Keributan, bentrok, atau kerusuhan adalah sasaran empuk media untuk dijadikan headline berita pada momen mayday. Rasanya aku jarang melihat berita dari media nasional dengan tajuk “damainya aksi buruh”. Hehe

Berita buruk tentang aksi buruh menjadi bumbu penyedap yang dinikmati masyarakat. Sehingga seolah-olah masyarakat mencap buruh itu sebagai aksi yang selalu anarkis. Media nasional  seharusnya memberikan image positif tentang buruh kepada masyarakat. Tapi maukah media melakukan hal itu dengan resiko ratingnya menjadi turun? Hehe

Kembali ke demo buruh, aku pertama kalinya mengikuti demo bersama buruh-buruh pabrik kota Bekasi. Kami terlebih dahulu melakukan briefing bersama perwakilan kepolisian daerah Bekasi. Arahan keamanan dan kordinasi perihal aksi menjadi hal utama untuk dijadikan pegangan selama menjalankan agenda tahunan itu.

Tidak ada aturan yang kami langgar satupun  sehingga kami bisa tertib menuju Istana Negara. Satu per satu perwakilan buruh melakukan orasi. Penyampaian aspirasi kepada pemerintah pun dilakukan. Namun agenda yang paling aku ingat adalah pencabutan PP 78 tahun 2015 yang dirasa merugikan buruh karena formulasi upah yang baru.

Kemudian pada tahun 2018 juga menyinggung tentang kebijakan TKA atau Tenaga Kerja Asing. Banyaknya buruh asal Taiwan menyebabkan sempitnya lapangan kerja untuk buruh lokal. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing harus dicabut karena tidak sesuai dengan janji presiden yang ingin memperluas lapangan kerja.

Presiden KSPI, Said Iqbal juga menambahkan bahwa pemerintah harus menurunkan harga beras, bahan bakar minyak, dan tarif dasar listrik. Tuntutan itu demi menjaga ketahanan pangan dan energi. Bermula dari Patung Kuda menuju Istana Negara para buruh melakukan longmarch untuk menyampaikan aspirasi yang disebut Tritura Plus.

Aku mengharapkan semoga tiga tuntutan tesebut segera terealisasikan. Kenapa? Karena sebenarnya isu-isu tersebut bisa dibilang klasik dan tiap tahun selalu disuarakan. Sayangnya tetap saja tidak ada perubahan yang berarti. Tidak mengherankan jika buruh melakukan tuntutan yang sama setiap tahunnya.

2 thoughts on “Kata Siapa Demo Buruh itu Anarkis?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: