134 views

“Karangsong Harapan Indah”, Rumah Impian Menjadi Kenyataan

Jika Anda berjalan menyusuri Sungai Praja Gumiwang, maka Anda akan disuguhi dengan hamparan kapal besar yang sedang dirakit oleh para nelayan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat. Kayu merbau yang masih utuh terlihat berada di samping kapal. Material bahan yang berasal dari Papua tersebut cocok sebagai pengganti kayu jati yang harganya sudah meroket.

Kapal kecil hingga kapal berukuran 30 grosston (GT) terpajang rapi di sepanjang jalan Karangsong. Ukuran kapal 30 GT ini besarnya melebihi rumah tipe 45. Dengan tinggi lebih dari 18 meter, bisa dibayangkan bukan bagaimana besarnya kapal 30 GT?

Industri galangan kapal Karangsong menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para wisatawan selain objek wisata Hutan Mangrove dan Pantai Karangsong yang berada di Kabupaten Indramayu. Objek wisata yang hanya ramai di momen liburan itu membuat warga lokal tidak terlalu mengandalkan penghasilan dari sektor pariwisata.

Mata pencaharian utama mayoritas masyarakat pesisir pantai utara itu kebanyakan sebagai nelayan. Mereka sudah terbiasa melanglang buana di tengah lautan. Setelah berbulan-bulan mencari ikan di laut lepas, hasil tangkapannya dijual di Tanjung Priuk. Jika beruntung, hasilnya bisa mengembalikan modal puluhan juta yang digunakan sebelum berangkat melaut.

Penulis semakin tertarik berbincang dengan salah satu nelayan Karangsong. Mang Mamat, panggilannya, beliau menuturkan bahwa sebagai nelayan itu risikonya cukup besar. Jika dilihat dari pendapatan yang diterima seolah tinggi, bisa ratusan juta. Akan tetapi angka yang cukup fantastis itu harus membayar dulu hutang modal melaut, seperti solar, perbekalan, peralatan, obat-obatan, dan nafkah untuk keluarga yang ditinggal berbulan-bulan.

Nelayan pun harus pintar-pintar mengelola keuangan. Seminimal mungkin hasil penjualan ikan harus menutupi kebutuhan selama 6 bulan ke depan. Jangankan memikirkan rumah, bisa kembali melaut pun sudah beruntung. Seperti halnya Mang Mamat yang terpaksa harus berhenti melaut karena kakinya yang luka ketika pulang melaut dari perairan Papua.

Andai kata rumah itu mimpi, mungkin hanya dengan tidurlah bisa mendapatkannya. Tak ayal jika mimpi mendapatkan rumah sangat jauh bak jarak bumi dengan bintang di langit. Sukar untuk dijangkau, berat untuk digapai.

Penertiban pemukiman nelayan eks Kaliadem tahun 2003 (Dok. www.pu.go.id)

Berbicara tentang rumah, penulis teringat dengan cerita tahun 2003 silam. Seperti yang dilansir Berita PUPR, Penertiban pemukiman nelayan Kali Adem menyebabkan lebih dari 1.500 KK kehilangan tempat tinggal. Kurang lebih 1.000 KK membuat bangunan sendiri dengan ukuran 4×4 meter persegi, 223 KK sudah menegaskan ingin pindah ke Karangsong Indramayu, dan sebagian lainnya memilih ke tempat lain.

Berkat kordinasi yang dilakukan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah beserta Departemen Kelautan dan Perikanan, juga Pemerintah Kabupaten Indramayu maka lahan seluas 4,2 hektar berhasil dibebaskan. Dari lahan tersebut dibangun fondasi pertama rumah khusus nelayan dan pembangunan pelabuhan penangkapan ikan untuk para nelayan yang pindah ke Karangsong.

Ditjen Perumahan dan Permukiman, hingga tahun 2014, sudah membangun 400 unit rumah yang telah dihuni oleh 223 KK eks Kali Adem dan 77 KK warga lokal. Pembangunan rumah khusus yang dinamakan “Karangsong Harapan Indah” ini sangat membantu masyarakat lokal maupun pendatang yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Jumedi, salah satu nelayan Karangsong, menuturkan bahwa dengan mendukung program pemerintah (rumah khusus) ia bisa menempati tempat tinggal dengan aman dan nyaman. Rumah tipe 21/60 m dengan angsuran terjangkau yakni Rp300 per hari selama 10 tahun sudah bisa mewujudkan mendapatkan rumah impiannya.

“Kami sekarang paham, bahwa nurut dengan pemerintah dan bekerjasama dengan baik, maka segala sesuatunya bisa mudah pula . Contohnya saat ini, pemerintah daerah mau melepaskan tanahnya untuk kepastian kami sebagai nelayan dalam menempati tempat tinggal, pokoknya kami nelayan Karangsong siap mendukung dan bekerjasama dengan pemerintah daerah,” tegas Jumedi alias Cemplon salah seorang tokoh nelayan setempat.

Rumah khusus nelayan yang berada di Karangsong adalah bukti program pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat kelas menengah ke bawah. Program rumah khusus ini dijadikan model percontohan perumahan nelayan.  Pasalnya pembiayaan dan pembebasan tanah bukan menjadi kendala klasik lagi. Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu bersinergi dengan Departemen Pemukiman Prasarana Wilayah. Ketika lahan sudah disediakan pemerintah daerah dan dibantu dana dari pemerintah pusat maka pembangunan fisik dan infrastruktur pendukung lainnya dapat segera terealisasi.

Peranan masyarakat Indramayu, khususnya Desa Karangsong, yang kooperatif dan bersabar akhirnya berbuah manis. Rumah impian sekaligus rumah pertama telah resmi menjadi hak milik para nelayan.

Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Tengah terus berusaha semaksimal mungkin menekan jumlah Rumah Tidak Layak Huni (Dok. www.pu.go.id)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan program penyediaan rumah guna mencapai target satu juta rumah layak huni. Angka RTLH atau rumah tak layak huni terus ditekan dengan memaksimalkan kegiatan, salah satunya adalah Padat Karya Tunai (PKT) Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pelaksanaan kegiataan ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kala pandemi menghantam perekonomian Indonesia sehingga pendapatan masyarakat menurun drastis.

Tentunya  program yang diluncurkan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR ini diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran di pedesaan dan wilayah yang terkena dampak pandemi covid-19.

Sampai tahun 2019, Kementerian PUPR sudah menyalurkan bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) terhadap 119.695 rumah subsidi. Bantuan seperti jalan lingkungan, penyediaan jaringan air bersih dan tempat pembuangan sampah terpadu menjadi pemicu semua pelaku pembangunan rumah untuk membangun rumah MBR yang nyaman dan terjangkau.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau progres pembangunan Rumah Susun (Rusun) Tingkat Tinggi Pasar Jumat, 6 Juli 2020 (Dok. www.pu.go.id)

Kementerian PUPR juga melaksanakan program Rumah Susun (Rusun). Seperti contohnya Pasar Jumat yang sudah ditinjau oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) awal Juli 2020. Pembangunan rusun ini diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mahasiswa pelajar, santri dan pekerja, termasuk didalamnya Aparatur Sipil Negara (ASN). Semua infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) diharapkan bisa menjadi pemacu produktivitas masyarakat dalam bekerja ketika menjalani kehidupan new normal.

Dengan adanya kegiatan program pembangunan rumah khusus, rumah susun, dan Bedah Rumah Padat Karya Tunai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan rumah impian pertamanya. Termasuk juga penulis yang sedang berikhtiar untuk mendaptkan rumah pertamanya melalui tulisan ini.

Dalam menyambut Hari Perumahan Nasional, penulis pun berharap semoga Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan bisa mengemban amanah untuk senantiasa menyejahterakan masyarakat ekonomi lemah. Program satu juta rumah memiliki makna tersirat bahwa Membangun rumah adalah hak setiap warga, tidak terkecuali masyarkat bawah. Mimpi rumah pertama kian dekat dengan program satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Akhir kata semoga badai pandemi ini segera berlalu dan perekonomian masyarakat Indonesia bisa pulih kembali. Juga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan rumah impiannya

Terima kasih. Selamat Hari Perumahan Nasional 2020.

Referensi :

  1. Wawancara penulis dengan nelayan setempat. Kebetulan penulis memiliki saudara yang berprofesi sebagai nelayan.
  2. Mengintip Industri Galangan Kapal Karangsong. https://nationalgeographic.grid.id/read/13302812/mengintip-industri-kapal-karangsong?page=all
  3. Serah Terima SK Bupati Pelepasan Tanah. https://indramayukab.go.id/nelayan-terima-sk-bupati-pelepasan-tanah/
  4. Perumahan Nelayan Karangsong jadi Model Percontohan. https://www.pu.go.id/berita/view/2944/perumahan-nelayan-karangsong-akan-dijadikan-model-percontoha
  5. Penggusuran Pemukiman Nelayan Eks Kali Adem. https://www.pu.go.id/berita/view/2720/pencanangan-pembangunan-permukiman-nelayan-eks-kali-adem-di
  6. Kementerian PUPR Dorong Padat Karya Tunai BSPS. https://perumahan.pu.go.id/berita/view/307/kementerian-pupr-dorong-padat-karya-tunai-bsps-di-kalimantan-tengah
  7. Kementerian PUPR Menyalurkan Bantuan PSU. https://www.pu.go.id/berita/view/17568/hingga-2019-kementerian-pupr-salurkan-bantuan-psu-sebanyak-119-695-rumah-subsidi
  8. Kementerian PUPR Meninjau Progres Rusun pasar Jumat. https://www.pu.go.id/berita/view/18486/kementerian-pupr-progres-rusun-pasar-jumat-90-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *