Musim pancaroba seperti sekarang ini mengharuskan badanku tetap fit. Pokoknya diusahakan jangan sampai terkena penyakit, seperti flu, batuk, dan demam sudah menjadi “langganan” ketika memasuki musim pancaroba. Kalau imunitas kita tidak kuat maka kemungkinan besar kita bisa terkena penyakit-penyakit tersebut.

Efek global warming mengakibatkan musim hujan dan musim kemarau tidak bisa diprediksi. Bahkan memasuki bulan November barulah terjadi hujan. Diawali dengan panasnya terik matahari sepanjang musim kemarau. Turunnya hujan seperti menjadi pelepas dahaga di tengah padang pasir.

Daya tahan tubuh seseorang memang berbeda-beda pada  musim pancaroba ini. Ada yang sehat juga daya tahan tubuhnya kuat. Tetapi ada juga yang sebaliknya, imunitasnya lemah.

Aku pernah mengalami sakit ketika musim pancaroba. Batuk, pilek, dan demam berdatangan silih berganti. Namun yang paling susah sembuh adalah penyakit batuk. Kenapa? Karena selama lebih dari dua minggu belum sembuh juga dari batuknya. Batuk kering membandel membuat tenggorokanku sakit dan ketika makan rasanya  susah untuk menelan karena saking sakitnya.

Mungkin kalian juga pernah merasakannya. Gak enak, kan? Pas mau tidur, terpaksa terbangun karena batuk-batuk. Tenggorokan terasa gatal dan seketika reflek batuk terus menerus. Berpuluh-puluh kali batuk menyerang tetapi  sayang sekali belum ada obat yang ampuh. Bukan tanpa diobati, justru sudah beberapa kali obat dicoba dengan berbagai obat.

Biasanya aku membeli obat di apotik terdekat. Cari yang gampang diakses aja karena tidak mau ribet. Setelah seminggu berlalu, tenggorokan masih kering dan gatal.  Batuk pun masih sering dirasakan. Aku tidak tahu kenapa sebabnya. Mungkinkah penyakit zaman sekarang lebih cerdas? Haha

Selain membeli obat, aku pun selalu membiasakan minum air putih hangat. Setiap aku batuk, langsung minum air hangat. Lumayan tenggorokan bisa lega. Tapi kehangatan yang dirasakan tidak tahan lama. Rasa gatalnya tenggorokan mulai datang kembali.

Karena melihat suaminya “tersiksa” dengan sakitnya. Istriku menyarankan untuk menggunakan bahan-bahan herbal.

“Coba beli jahe sama jeruk nipis, Bi.” saran istriku.

“Nanti umi yang bikinin ya. Ini aku udah gak kuat batuknya gak sembuh-sembuh” keluhku.

“Iya nanti dibikinin.” jawab istriku.

Setelah mencari-cari ke warung-warung. Akhirnya jahe dan jeruk nipis bisa ditemukan. Aneh juga ya, ketika ada barang yang dibutuhkan tiba-tiba habis barangnya. Mungkin kodratnya seperti itu. Hehe

Aku berikan jahe dan jeruk nipis yang aku beli dan kemudian istriku langsung pergi ke dapur untuk membuat “ramuan” obat batuknya. Diambilnya panci yang tergantung di dinding dapur. Lalu dimasukan air sekitar 750 ml dari gallon ke dalam panci. Tidak lupa jahe dimasukan ke dalam rebusan air.

Tunggu sekitar 15 menit dan ABRAKADABRA Ramuan pun siap saji. Langkah terakhir tinggal potong satu buah jeruk nipis mejadi dua bagian. Kemudian peras dan tuangkan ke gelas yang sudah diisi dengan air jahe yang panas.

Alhamdulillah setelah diminum, efeknya luar biasa. Tenggorokanku menjadi hangat dan terasa lebih lega. Gatalnya pun berkurang bahkan hilang. Dan batuk pun menjadi berkurang. Tidak sampai lima hari, aku pun sembuh dari penyakit musim pancaroba tersebut.

Tapi sayangnya, aku punya pengalaman lain ketika menggunakan bahan-bahan herbal. Meskipun kelebihannya bisa sembuh lebih cepat dan aman bagi kesehatan, tetapi kekurangannya adalah tidak semua bahan herbal tersedia dengan mudah. Seperti pengalamanku yang harus muter-muter dulu kampung baru menemukan jahe dan jeruk nipis. Coba kalau misalkan tengah malam terasa sakitnya, mana ada warung yang buka? Hehe.

Karena wasting time harus cari-cari bahan herbal dan belum lagi harus meracik atau membuat ramuan herbalnya butuh waktu. Itu juga kalau bahan-bahanya tidak ketemu. Bagaimana jadinya jika bahan-bahan itu tidak ada. Mungkin sampai pagi pun batuknya masih menjadi-jadi.

Untuk itulah aku mencari-cari alternatif minuman herbal yang alami, praktis, dan higienis. Setelah mencari di supermarket terdekat akhirnya aku menemukan HERBADRINK. Aku tidak pikir panjang langsung membelinya dengan tiga varian rasa, yaitu Sari Jahe, Sari Temulawak, dan Lidah Buaya.

Kenapa pilih HERBADRINK?

HERBADRINK dibuat dari resep minuman tradisional dan tentunya tanpa bahan pengawet. Bahan-bahan herbal dari alam dikemas secara praktis dan higienis. Kita tidak repot untuk meraciknya karena tinggal diseduh serta sajiannya pun bersih dan tanpa endapan. Juga diproses dengan memanfaatkan teknologi modern dengan tidak menghilangkan manfaat dari bahan alaminya.

Menurutku HERBADRINK ini cocok banget untukku. Bahkan buat kalian yang sama menekuni bidang menulis, baik itu blogger, freelancer, atau writer yang notabene sangat butuh waktu yang efektif. Sajian praktis dan tidak menguras banyak waktu membuat minuman herbal ini sangat pas buat kalian yang tidak mau terbuang waktunya. Apalagi deadline yang sudah menumpuk. Hehe

Karena aku juga bekerja di pabrik dengan sistem kerja shift dan sering kali kerja di malam hari, maka HERBADRINK sangat mendukung aktivitas kerja tanpa khawatir diserang penyakit. Atau juga yang sering di perjalanan pastinya biar tidak terserang masuk angin, mual, dan kembung. HERBADRINK juga tepat menjadi minuman herba-break setiap harinya.

Khasiat dari HERBADRINK

Aku membeli tiga varian rasa yang berbeda dan tentunya punya khasiat masing-masing.

Sari Jahe HERBADRINK merupakan Minuman Penghangat Badan  bermanfaat untuk tubuh agar selalu hangat, nyaman, serta memberikan efek relaksasi. Rasa hangat dari jahe pun bermanfaat untuk meredakan masuk angin, kembung, dan mengurangi rasa mual.

Lidah Buaya HERBADRINK  berkhasiat membantu memelihara kesehatan fungsi pencernaan dan membantu melancarkan buang air besar tanpa efek melilit yang mengganggu.  HERBADRINK Lidah Buaya yang aku beli merupakan Sugar Free.

Lidah Buaya HERBADRINK ini diproduksi tanpa pengawet & mengandung pemanis buatan Sukralosa, yakni pemanis buatan tanpa kalori. Selain itu, Sukralosa tidak memiliki efek pada metabolisme karbohidrat, kontrol glukosa darah jangka pendek maupun panjang, ataupun pelepasan insulin. Sukralosa diperbolehkan penggunaannya pada makanan dan minuman di hampir 80 negara termasuk Indonesia dan telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM). Sehingga Lidah Buaya HERBADRINK Sugar Free aman dikonsumsi oleh seluruh keluarga.

Sari Temulawak HERBADRINK bermanfaat untuk memelihara kesehatan hati karena mengandung curcumin. Kemudian dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta memperbaiki fungsi pencernaan. Dalam beberapa penelitian juga disebutkan manfaat untuk menjaga kadar kolesterol dalam darah.

Cara Penyajian

Cara penyajian HERBADRINK sangat sangat sangat gampang. Kita tinggal melarutkan satu sachet HERBADRINK  ke dalam kurang lebih 150 ml air panas atau dingin, lalu sajikan dan nikmati manfaat alaminya segera. Beres deh.

Ketika aku meminum HERBADRINK langsung membuat tenggorokan menjadi hangat dan rasanya segar dan enak. Benar-benar praktis, higienis, dan sangat tepat untuk mensupport segala aktivitas sehari-hariku.

Dengan mengonsumsi HERBADRINK, badan terasa kembali sehat dan siap menjalani aktivitas dan tantangan setiap hari tanpa khawatir penyakit yang menyerang. Pekerjaan pun selesai tepat waktu, kehidupan pun Kembali Alami, dan nikmatnya manfaat herbal sungguh sangat terasa.

HERBADRINK, Be Herba Be Healthy

2 thoughts on “Jalani Serunya Aktivitasmu dengan Minuman Herbal Masa Kini

  1. Iye bener banget om, cuaca sedang tak menentu yah, kita harus pandai menjaga kesehatan hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *