Investment Forum 2018 : Transformasi Digital dan Strategi Investasi Menuju Industri 4.0

SCG merupakan salah satu konglomerat bisnis terkemuka di kawasan ASEAN yang terdiri dari tiga bisnis utama, yaitu : Cement – Building Materials. Chemicals, dan Pacakaging. SCG kembali mengadakan Investment Forum yang digelar di Ball Room The Ritz Carlton Hotel pada hari Rabu, 3 Oktober 2018. Jika pada Investment Forum 2017, SCG mengajak para stake holder untuk berinvestasi langsung (Forum Direct Investment), maka pada Investment Forum 2018 ini SCG memperkenalkan Transformasi Digital dan Strategi Menuju Industri 4.0 dalam tema #DigitalPassion : Transformations that Change You.

Welcome Speech by Mr Nantapong Chantrakul (Dok. Ferial)

Mr Nantapong Chantrakul, Country Director SCG, pada sambutannya mengatakan bahwa event ini (Investment Forum 2018) adalah second event “Investment Forum” dan menjadikan Indonesia sebagai tempat yang paling ideal. Kenapa? Because Indonesia is Ideal Place for Digital Transformation.

Dalam menghadapi era industri 4.0, SCG memandang momentum pertumbuhan startup harus dimanfaatkan. SCG menunjukkan komitmennya dalam beberapa aspek transformasi digital, termasuk investasi bisnis dan peningkatan operasi . Pada Investment Forum 2018, SCG memperkenalkan AddVentures by SCG sebagai anak perusahaan yang merambah ke sektor teknologi digital.

Opening Speech by Mr Songphoi Suchan (Dok. Ferial)

Mr Songphoi Suchan, Ambassador of Thailand to Indonesia, menambahkan dalam Opening Speechnya bahwa SCG ingin mengembangkan soft  and hard infrastructure serta menciptakan digital society dan digital government. Karena sebagaimana kita tahu bahwa Indonesia merupakan most social media user di dunia. Jadi tidak heran Indonesia sangat cepat dalam era digital seperti sekarang ini. Terbukti dengan adanya startup yang sudah menjadi unicorn yaitu BTT (Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia).

Prosperity dan Sustainability merupakan tujuan utama adanya Transformasi Digital era Industri 4.0. Mr Songphoi menyebutkan bahwa sangat diperlukan peran dari berbagai pihak untuk menjadi saksi Digital Transformation yang akan dilakukan secara bersama-sama, pelaku bisnis, investor, dan pemerintah. Seperti halnya pemerintah yang bisa support ekosistem kemudian pebisnis yang selalu upgrade daya saingnya sehingga sama-sama berjalan dalam memperluas tranformasi digital.

Digital Transformation Overview – AddVentures by SCG

Digital Transformation Overview – AddVentures by SCG (Dok. Ferial)

Ada tiga pembicara  yang menjelaskan seputar AddVentures by SCG dalam mengusung tranformasi digital. Yaitu Mr Joshua Pas, Ph.D yang merupakan AddVentures Managing Director, Digital Transformation Director. Pembicara kedua adalah Mr. Wason Phakdeesattayaphong, Startup Studio Manager. Dan yang terakhir adalah Mr Dusit Chairat, yaitu CVC Fund Manager.

Mr Joshua mengawali materi dengan flash back awal mula digital technology. Beliau menyebutkan bahwa Digital Technology has been killing many business. Seperti contohnya,  Kodak. Semua orang tahu –pada zamannya- Kodak, setiap akan mencetak foto maka harus datang ke Kodak. Tetapi setelah adanya digital camera, Kodak seolah mati secara perlahan karena tidak bisa bersaing dengan teknologi yang lebih canggih dan praktis.

Kemudian bagaimana supaya suatu bisnis itu bisa bertahan? Mr Josh memberikan dua solusi, yaitu Pertama adalah Strategic move to a long term growth and innovation, Kedua adalah Better understand how to use innovative technology. Suatu perusahaan harus berubah supaya bisa bertahan. Melalui inovasi dan mempelajari teknologi adalah cara ampuh supaya bisnis bisa bertahan lama. Dengan kata lain Transformasi Digital adalah hal yang sangat diperlukan dalam setiap business unit.

Memperluas Transformasi Digital

AddVentures by SCG (Source : https://www.addventures.co.th/)

Tantangan di era industri 4.0 ini, SCG memperkenalkan salah satu anak perusahaannya, AddVentures guna memperluas investasiya. Peluncuran perdana AddVentures sudah sejak Juni 2017 dan telah mengadakan kerja sama dengan beberapa startup dalam bentuk  venture capital fund, kemitraan ekosistem, dan investasi langsung. Sampai tahun ini, AddVentures by SCG telah menjalin kerja sama dengan 11 startup di Asia Tenggara dan dalam skala global sudah melakukan investasi di Sillicon Valley, Tel Aviv, dan China.

“We have doing very well, build something, and elaborate with other people” Mr Josh dalam pengenalan AddVentures di acara Investment Forum 2018.

SCG berfokus pada transformasi digital dalam 5 bidang utama, yaitu pasar untuk bahan bangunan, platform pembayaran untuk B2B E-Commerce, platform logistic, platform pencocokan kontraktor, dan otomatisasi bisnis dan proses manufaktur. Semua bidang transformasi digital tersebut diharapkan bisa mendukung 3 bisnis utama SCG di Indonesia, yaitu Cement –Building Material, Packaging, dan Petrol-Chemical. Sehingga pelanggan dan mitra bisa mendapatkan nilai tinggi dari SCG dan dampak lainnya juga bisa membangun pereekonomian Indonesia menjadi lebih baik.

Mr. Wason Phakdeesattayaphong, Startup Studio Manager, menjelaskan tentang tujuan objektif dari transformasi digital ini adalah create new business dan accelerate core. Berdasarkan pengalaman di internal startup maka Mr Wason menginginkan langkah selanjutnya adalah Innovate faster! Selalu berinovasi lebih cepat dan memberikan sesuatu yang baru dan berdampak besar untuk menghadapi industri 4.0.

Sebagaimana SCG telah melakukan investasi di lima region investment diantaranya Asia Tenggara, China, India, USA, dan Tel Aviv. Fokusnya adalah bagaimana kita memenangkan bersama dan memberikan kebutuhan startup sehingga bisa berjalan bersama dalam dunia industri.

TALKSHOW : #DigitalPassion Transformation that Change You

Investment Forum 2018 (Dok. Novianti)

Pada acara selanjutnya adalah talkshow dengan pembicara dari AddVentures by SCG (Mr Joshua Pas, Managing Director), Go-jek (Mr. Justin Choi, Head of Corporate Development), Dekoruma (Mr. Dimas Harry Priawan. Chief Executive Officer), dan Bukalapak (Mr Teddy Oetomo, Chief Strategy Officer).

Dalam talkshow yang dipandu oleh Ms Andini Effendi (Metro TV) para petinggi startup tersebut mengutarakan visi yang besar, khususnya rencana dalam lima tahun kedepan. Seperti halnya Bukalapak ingin menjadi Solution Provider for a lot of things!. Kemudian juga Go-Jek ingin menjadi solusi kebutuhan dan solusi transaksi. Sehingga apapun yang orang pesan dan bayar maka Go-Jek hadir sebagai solusi untuk semuanya.

Ketika ditanya permasalahan dalam ketenagakerjaan, semua panelis kompak bahwa mereka tidak menemukan kendala dalam hal sumber daya manusia. Adapun regulasi dari pemerintah baik itu dari Kementerian Ketenagakerjaan ataupun instansti pemerintah lainnya sangat dirasa baik dan men-support pelaku ekonomi digital.

Sebagai penutup, Dr Rudi Salahudin, Deputy Minister for Creative Economy, Entrepreneurship, and Cooperative & SMEs Competitiveness, Coordinary Ministry for Economic Affair, menyatakan bahwa Indonesia pada tahun 2020 merupakan The largest digital economic country. Kenapa? Karena mengingat penetrasi internet khususnya bidang media sosial pada tahun ini menempati Top Five Internet User in The World. Grafik penggunaan internet di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun menjadi optimisme besar bagi Indonesia menjadi pangsa pasar digital terbesar di ASEAN bahkan di dunia. Penuturan dari Dr Rudi Salahudin menjadi penutup acara Investment Forum 2018 #DigtialPassion : Transformation that Change You.

See you in the next Investment Forum 2019.

2 thoughts on “Investment Forum 2018 : Transformasi Digital dan Strategi Investasi Menuju Industri 4.0

  • 05/10/2018 at 7:41 AM
    Permalink

    Scg solusi bagi dunia star up yang akan terus berkembang . maju perusahan karena teknologi

    Reply
    • 13/10/2018 at 9:04 AM
      Permalink

      AddVentures by SCG

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: