Inilah Penangkal Hoax Paling Ampuh #SebarkanBeritaBaik

Salam Literasi Digital,

Setelah kejadian bom meledak di tiga Gereja di Surabaya hari minggu (13/05/2018) banyak sekali berita berseliweran tanpa sumber. Ada berita klarifikasi terkait tidak ditemukannya bom di Pasuruan, informasi pelarangan dari BIN dan Densus 88 untuk jalan-jalan ke mall di Jakarta dan Surabaya, dan ditemukannya enam bom di Kota Malang. Setelah saya telusuri di website turnbackhoax.id ternyata dua dari tiga berita tersebut HOAX. Berita-berita seperti inilah justru yang meresahkan masyarakat .

Sangat disayangkan percepatan penetrasi media sosial di era digital ini tidak diimbangi dengan literasi digital. Pemahaman yang minim akan literasi digital membuat netizen mudah menyebarkan informasi yang belum jelas validitasnya.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dilansir rappler.com menyebutkan bahwa maraknya hoax terjadi bukan saja karena ada yang memviralkan, tapi juga karena warganet kurang melakukan verifikasi terhadap informasi yang mereka terima di dunia maya.”

Merujuk pada data Centre for International Governance Innovation (CIGI) IPSOS 2017, seperti yang diberitakan Liputan 6 (19/12/2017), Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa 65% pengguna internet di Indonesia paling mudah percaya dengan berita bohong atau hoax. Angka ini menunjukkan Indonesia sebagai negara yang paling percaya hoax, disusul oleh Amerika Serikat dengan 53%, Perancis sekitar 43%, dan Jepang lebih rendah hanya 32%.

Penyebab utamanya adalah kurangnya pemahaman tentang literasi digital yang membuat netizen atau warga net menelan mentah-mentah semua informasi di internet. Lalu kemudian Bagaimana literasi digital bisa menangkal hoax?

Pada tanggal 9 Mei 2018 saya berkesempatan hadir dalam undangan bersama blogger, vlogger, dan content creator  lainnya dalam acara Coffee Morning Kapolda Metro Jaya Bersama Netizen. Menurut saya, acara tersebut merupakan Momentum Literasi Digital untuk memberantas hoax. Karena disana saya terlibat dengan semua netizen yang berkomitmen untuk selalu #SebarkanBeritaBaik dalam setiap aktivitasnya di dunia maya.

“Saya mengharap netizen tidak terprovokasi dan harus memfilter setiap berita yang tidak jelas sumbernya.” Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol Kamarul Zaman saat acara Coffee Morning 9 Mei 2018

“Hoax dampaknya luar biasa, menimbulkan perpecahan bahkan peperangan. Polri sudah berupaya mengantisipasi sejak 2015. Polri serius menghadapi persoalan hoax.” Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto yang dilansir Jawa Pos (25/04/2018)

LITERASI DIGITAL sebagai PENANGKAL

Menurut Deakin University, literasi digital atau digital literacy adalah meliputi pencarian, penggunaan, dan penyebaran informasi dalam dunia digital (www.deakin.edu.au). Menurut saya literasi digital adalah kemampuan seorang netizen dalam membaca dan memahami suatu informasi yang berada di dunia maya dan menyebarluaskannya di berbagai media sosial. 

Dalam dunia literasi digital, kita perlu memahami apa itu Hoax? Hal ini penting karena dengan mengetahui ciri-ciri dari hoax maka kita akan mudah memahami valid atau tidaknya suatu berita.

Hoax bisa diartikan sebagai “pemancing” netizen untuk membaca dan menyebarluaskan berita bohongnya. Para pembuat hoax membuat informasi bernada persuasif yang memaksa dan terkadang menyisipi judul dengan kata “SEBARKAN!” “VIRAL!” “MENGEJUTKAN!” atau kata lain yang mengundang orang lain untuk mengunjungi situsnya.

 

Sasaran para pembuat hoax adalah masyarakat yang minim pemahaman literasi digital. Inilah sasaran empuk mereka karena netizen yang gampang terpancing, mereka mudah untuk menyebarluaskan berita tanpa mengetahui kebenaran informasi tersebut. Ketika beritanya sudah viral di masyarakat maka berhasil juga misinya.

Modus pembuat berita hoax bermacam-macam, ada yang bermotif ekonomi karena menginginkan penghasilan dari blog atau website, kemudian ada yang bermotif politik untuk menjatuhkan lawan dengan black campaign, dan ada juga bermotif iseng seperti berita yang dilansir TribunNews (15/05/2018) terkait penebar teror bom di Gereja Santa Anna Duren Sawit yang mengaku iseng.

Berikut ini Tips Penangkal Hoax Ala Feriald

Lihat judulnya. Jika bernada negatif persuasif maka hiraukan saja. Apalagi jika judulnya sudah memuat kebencian, permusuhan, dan keresahan masyarakat.

Lihat tautan linknya. Biasanya link dimana berita itu berada bermasalah atau tidak ada sumbernya. Namun terkadang sumber berita hoax itu dibuat mirip dengan nama domain berita nasional. Jadi kita harus berhati-hati terhadap berita

Hati-hati dengan berita SARA dan Politik. Pembuat hoax memanfaatkan fanatisme suku, adat, ras, agama, politik, atau komunitas untuk memecah belah kesatuan NKRI. Jangan mudah percaya dengan berita muatan SARA dan Politik. Berita yang seolah asli namun ternyata telah diputarbalikkan dari fakta.

Bijak Bermedia Sosial. Sumber utama berita hoax bisa berasal dari blog atau website. Namun tujuan akhir mereka adalah media sosial pemilik smartphone. Mudahnya reposting atau broadcasting di media sosial seperti whatsapp, telegram, dan line membuat penyebarannya semakin cepat. Sebagai netizen yang bijak, kita harus pandai memilah dan cross check mana berita yang baik dan layak untuk disebarluaskan.

Laporkan. Secerdas apapun netizen jika tidak adanya laporan atau sanksi kepada pembuat hoax maka perusak keutuhan bangsa tersebut akan tetap merajalela. Kita harus reaktif melaporkan setiap muatan berita yang tidak tahu asal usulnya atau ciri lain yang dicurigai bersifat hoax

LAPORKAN BERITA HOAX!

Sebenarnya aturan normatifnya sudah jelas dan sanksi berat juga tertulis untuk pembuat hoax. Dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE pasal 28 ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pasal 45 ayat 2 UU ITE tahun 2018 menyatakan bahwa setiap orang yang termasuk pasal 28 ayat 1 dan 2 maka akan diberikan sanksi penjara selama enam tahun dan denda satu miliar rupiah. Sanksi yang berat tersebut tetap saja masih banyak kejahatan di dunia maya seakan hukuman tersebut tidak membuatnya jera.

Jika teman-teman menemukan berita hoax atau informasi berupa ujaran kebencian, permusuhan, dan SARA maka segera laporkan ke pihak terkait. Facebook menyediakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech atau lainnya.

Google juga memiliki fitur Feedback untuk report situs yang mengandung unsur kebohongan atau palsu. Twitter mempunyai fitur Report Tweet untuk melaporkan twit hoax, dan Instagram juga memiliki fitur Report jika postingan atau profile seseorang dinyatakan sebagai spam atau inappropriate.

Netizen juga bisa mengadukan berita, konten, atau informasi negatif ke Kementrian Komunikasi dan Infromatika dengan mengirimkan email ke aduankonten@mail.kominfo.go.id. Komunitas Masyarkat Indonesia Anti Hoax melalui halaman websitenya turnbackhoax.id menerima aduan hoax dari netizen. Kita juga bisa melihat klarifikasi informasi yang viral sehingga mengetahui keabsahan berita tersebut.

LAWAN HOAX, JAGA KESATUAN NKRI!

Hoax merupakan ancaman bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Berita-berita hoax sering kali mengatasnamakan ideologi, agama, politik, dan elemen keutuhan NKRI lainnya untuk membuat konten negatif. Data yang disajikan pun seolah benar adanya namun faktanya diolah sedemikian rupa sehingga tampak seperti berita asli.

Jelas bahwa memberantas hoax sama dengan menjaga kesatuan NKRI. Tugas menjaga NKRI bukan hanya tanggung jawab kepolisian tetapi semua elemen masyarakat pun harus terlibat, terutama netizen atau warga net. Satu hal yang paling mendasar dalam menangkal penyebaran hoax adalah dengan literasi digital.

Literasi digital ini membuat netizen cerdas guna menciptakan suasana internet aman, kondusif, dan nyaman. Masyarakat cerdas harus mengembalikan fungsi internet sebagai sarana yang bermanfaat. Untuk itulah komitmen Sebarkan Berita Baik harus terus digalakkan.

#SebarkanBeritaBaik

Hastag #SebarkanBeritaBaik adalah suatu komitmen netizen untuk selalu menyebarkan informasi positif dalam mewujudkan ketertiban dan keamanan bangsa. Komitmen ini tercipta ketika acara Coffee Morning Kapolda Metro Jaya bersama Netizen sebagai momentum pergerakan melawan berita hoax.

Bukan hanya untuk kalangan blogger/vlogger undangan saja, tetapi hastag #SebarkanBeritaBaik harus disebarkan pula kepada khalayak ramai untuk saling bekerja sama memberantas hoax demi menjaga kesatuan NKRI.

Komitmen untuk Memberantas Hoax dengan Sebarkan Berita Baik (DokPri)

Apakah kamu mau sama-sama berkomitmen #SebarkanBeritaBaik?

Salam Literasi Digital

35 thoughts on “Inilah Penangkal Hoax Paling Ampuh #SebarkanBeritaBaik

  • 16/05/2018 at 7:38 AM
    Permalink

    Seringnya dapat link hoax kadang jadi malas buka link2 yg di share. Sy langsung saja ke website berita yg terpercaya kalau mau lihat2 berita. 🙂

    Reply
    • 18/05/2018 at 8:29 AM
      Permalink

      betul sekali itu salah satu cara biar gak terjebak di berita hoax

      Reply
    • 16/05/2018 at 10:43 AM
      Permalink

      Siap terus semangat menebar kebaikan

      Reply
  • 16/05/2018 at 9:03 AM
    Permalink

    peran para blogger disini sangat dibutuhkan, paling tidak bisa memberikan berita klarifikasi yang benar ketika muncul berita hoax

    Reply
    • 16/05/2018 at 10:44 AM
      Permalink

      Betul sekali blogge harus makin cerdas di era digital ini.

      Reply
  • 16/05/2018 at 9:33 AM
    Permalink

    Mantap bg dalam islam kita juga diperintahkan berhati2 dlm menyampaikan suatu berita yang datang kpd kita

    Reply
    • 16/05/2018 at 10:44 AM
      Permalink

      Betul kita harus tabayun mas pada setiap berita yang belum jelas kebenarannya

      Reply
  • 16/05/2018 at 9:33 AM
    Permalink

    bagus banget tipsnya, izin share di grup WA. Aku sendiri juga berusaha meluruskan setiapa da share hoax, tapi ya jarang disambut baik hihihi

    Reply
    • 16/05/2018 at 10:45 AM
      Permalink

      Mangga mbak bisa dishare. terima kasih sudah berkunjung mbak

      Reply
    • 17/05/2018 at 1:13 PM
      Permalink

      Sipp memang harus dikuatkan literasi digital

      Reply
  • 16/05/2018 at 7:41 PM
    Permalink

    Sudah saatnya kita semua cerdas menfilter berita yang benar dan tak mudah termakan hasutan.

    Reply
    • 17/05/2018 at 1:14 PM
      Permalink

      Betul sekali kita harus cerdas di era digital ini

      Reply
    • 17/05/2018 at 1:15 PM
      Permalink

      Memang harus cerdas di era digital ini.

      Reply
  • 21/05/2018 at 8:55 PM
    Permalink

    wah kayaknya asyik acara nya tuh a’
    bener banget bahwa kita harus menjadi netizen cerdas

    Reply
    • 22/05/2018 at 9:04 AM
      Permalink

      Menjadi netizen cerdas yang selalu menyebarkan berita baik

      Reply
  • 22/05/2018 at 3:48 AM
    Permalink

    kudu cek dan ricek dulu sebelum disebar via wag ato sosmed lainnya. efek ibu-ibu yang sering sebar tanpa baca nih dan konfirmasi kebenaran -.-

    Reply
    • 22/05/2018 at 9:02 AM
      Permalink

      betul Bu. Sebaiknya harus saring dulu sebelum sharing

      Reply
    • 22/05/2018 at 5:32 PM
      Permalink

      Nuhun Mas 🙂

      Reply
  • 22/05/2018 at 1:27 PM
    Permalink

    Baru tau berita hoax bisa dicek dengan mudah 😊
    Terima kasih pak Kapolri yang udah menggaggas “Sebarkan Berita Baik”
    Indonesia wajib banget dilindungi dari berita hoax yang meresahkan masyarakat juga memecah belah kesatuan NKRI..
    Terimakasih feriald udah berbagi tulisannya sangat bermanfaat 😊😊

    Reply
    • 22/05/2018 at 6:44 PM
      Permalink

      Terima kasih sudah berkunjung ke blogku. semoga semakin banyak yang sebarkan berita baik

      Reply
  • 22/05/2018 at 1:31 PM
    Permalink

    Tips terbaik nih buat para generasi kini yang hobinya menelan bulat-bulat informasi. Semoga semakin banyak generasi cerdas dalam memilah dan memilih informasi yaa. Ijin share kang 🙂

    Reply
    • 22/05/2018 at 6:42 PM
      Permalink

      Aamiin. Mangga di share teh ibel.

      Reply
  • 22/05/2018 at 7:51 PM
    Permalink

    Artikel menarik, bisa jadi panduan jika menemukan berita mengandung hoax…

    Reply
    • 23/05/2018 at 9:36 AM
      Permalink

      Terima kasih pak. Semoga bermanfaat 😀

      Reply
    • 29/05/2018 at 10:06 PM
      Permalink

      Thanks Kang Fay. Semoga bermanfaat 😀

      Reply
  • 31/05/2018 at 4:51 AM
    Permalink

    Sebenarnya setiap manusia berkewajiban menyebarkan berita baik ya ka. Gagasan dari Kapolda ini semoga terus berlanjut karena ternyata msh byk yg ga tau serba serbi hoax yak.

    Reply
    • 31/05/2018 at 9:45 AM
      Permalink

      Betul sekali kita harus melawan berita hoax dengan selalu sebarkan berita baik

      Reply
  • 03/06/2018 at 1:58 PM
    Permalink

    Betul banget. Menjaga NKRI buka hanya tugas aparat negata aja ya. Tp dr kita juga. Sekecil apapun langkah kita, itu berarti banget. Terimakasih sharingnya

    Reply
    • 03/06/2018 at 9:19 PM
      Permalink

      Terima kasih juga sudah berkunjung Mbak. Betul sekali apapun itu meskipun tidak banyak yang penting kita berbuat untuk menjaga NKRI

      Reply
  • 07/06/2018 at 1:46 PM
    Permalink

    Artikelnya menarik dan bermanfaat.
    Terimakasih ya kita semua sudah diingatkan ulang untuk tidak mudah percaya dengan berita yang beredar.
    Wajib croscek lebih dahulu kebenarannya sebelum ikut-ikutan menyebarkan berita.

    Reply
    • 08/06/2018 at 6:26 AM
      Permalink

      betul sekali pak harus selalu di crosscheck dulu sebelum sebarkan berita.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: