Ekonomi Syari’ah Zaman Old vs Ekonomi Syari’ah Zaman Now

STATISTIK PERBANKAN SYARI’AH

Data Statistik Perbankan Syari’ah yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan pada bulan Januari menunjukkan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Pasalnya dari total Bank Syari’ah, Unit Usaha Syari’ah, dan Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah mengalami kenaikan mulai dari tahun 2015 sampai dengan 2018. Bahkan Bank Umum Konvensional pun mengeluarkan program kerja Unit Usaha Syari’ah yang terdaftar dalam Statistik OJK.

Bermula dari tahun 1992 yang baru muncul satu Bank Syari’ah pertama di Indonesia kemudian diperkuat dengan adanya UU No 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Maka eksistensi Ekonomi Syariah mulai tampak dan mewarnai khazanah perekonomian Indonesia.

Munculnya ekonomi islam ini disadari oleh masyarakat bahwa adanya kegagalan ekonomi sosialis ataupun ekonomi kapitalis yang tidak bisa menciptakan kesejahteraan. Desentralisasi ekonomi oleh kaum sosialis nyatanya tidak bisa menjadi solusi perbaikan kemiskinan. Apalagi ekonomi kapitalis yang dampaknya bisa kita lihat di Indonesia bahwa perbedaan antara si kaya dan si miskin jelas ada gap karena kekuasaan ekonomi dikuasai oleh segelintir orang.

Dengan menjunjung nilai keadilan, keseimbangan, dan persaudaraan maka datanglah sistem ekonomi islam sebagai solusinya. Dengan berprinsip pengabdian kepada Allah maka sistem ekonomi islam melaksanakan tuntunan sebagaimana ibadah sebagai bentuk penghambaan. Bahwa tidak ada lagi yang dirugikan kemudian pemerataan kesejahteraan menjadi salah satu tujuan utamanya.

Kajian keislaman tentang pentingnya menjauhi riba yang merebak di masyarakat, membuat kesadaran untuk memilih ekonomi syariah semakin yakin. Bermula dari bank syari’ah, koperasi syari’ah, baitul mall, BPR Syari’ah, sampai dengan institusi pendidikan yang menggali secara mendalam tentang ekonomi islam sudah mulai bertumbuh banyak.

Bisa diprediksi bahwa sampai akhir tahun 2018 perekonomian syari’ah bisa semakin berkembang mengingat sampai bulan Januari 2018 pun total aset yang dimiliki sudah mencapai angka Rp 285.397 Miliar. Belum lagi Unit Usaha Syari’ah yang sudah mencapai di angka Rp 128.789 Miliar. Angka ini lebih besar daripada total aset bulan Januari sampai dengan November 2017.

Angka-angka yang dikeluarkan OJK ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin interest terhadap perekonomian syari’ah. Lalu apa saja Unit Usaha Syari’ah yang dimaksud? Saya akan beri contoh Unit Usaha Syari’ah dari FIF GROUP.

AMITRA SEBAGAI SOLUSI PEMBIAYAAN SYARI’AH

Dikutip dari website resminya, AMITRA merupakan merek Syariah yang dikelola FIFGROUP untuk menciptakan dan menggarap potensi market syariah.

AMITRA sebagai solusi pembiayaan syariah memiliki tiga produk yang ditawarkan, antara lain : Pembiayaan Perjalanan Religi, Pembiayaan Logam Mulia, dan Pembiayaan Aqiqah.

Pembiayaan Perjalanan Religi yaitu Haji dan Umrah. Dengan akad Kafalah bil Ujrah untuk Haji dan Murabahah untuk Umrah. Persyaratan yang tidak susah cukup KTP dan KK sudah bisa mengikuti program Pembiayaan Haji. Sedangkan untuk umrah hanya menambahkan syarat slip gaji.

Untuk Pembiayaan Logam Mulia, AMITRA menyediakan program untuk investasi masa depan. Dengan tenor 3-36 bulan, AMITRA memberikan kemudahan layanan kepada nasabahnya dengan akad Murabahah dan syarat hanya dengan KTP saja.

Sedangkan untuk Program Pembiayaan Aqiqah, AMITRA bersama Rumah Aqiqah menyediakan pembiayaan hewan dan atau aqiqah. Tenor 3-9 bulan dan syarat hanya KTP sudah bisa mengikuti program tersebut.

Lebih lengkap boleh ke websitenya http://www.fifgroup.co.id/amitra

AMITRA bisa menjadi solusi pembiayaan syari’ah di zaman sekarang ini. Mari kita bersihkan harta kita dan mulai mencari solusi menghindari riba.

Boleh di share jika bermanfaat.

Terima kasih

#AMITRA & #AMITRAWritingCompetition

 

6 thoughts on “Ekonomi Syari’ah Zaman Old vs Ekonomi Syari’ah Zaman Now

  • 26/03/2018 at 2:48 PM
    Permalink

    Jadi saya lebih tau, terimakasih min 😊

    Reply
    • 26/03/2018 at 4:13 PM
      Permalink

      Okay sama sama mas Razef

      Reply
  • 26/03/2018 at 2:48 PM
    Permalink

    Maju terus AMITRA buat kemajuan ekonomi Indonesia 👍

    Reply
    • 26/03/2018 at 4:13 PM
      Permalink

      Aamiin semoga memberi kemudahan buat masyarakat Indonesia

      Reply
  • 26/03/2018 at 3:54 PM
    Permalink

    Terima kasih untuk sharing nya.
    Tp ada yg mengganjal tentang jual beli emas secara kredit. Setau saya tidak boleh secara syariat islam.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: