EduCenter, Inovasi Edukasi untuk Kemajuan Bangsa

Pendidikan Indonesia di Mata Dunia

Dari tahun 2017 sampai dengan 2018, saya melakukan riset untuk mencari ranking universitas negeri/swasta di dunia. Kenapa? Karena saya berkeinginan untuk melanjutkan kuliah dengan terlebih dahulu membandingkan universitas di dunia dengan universitas di Indonesia. Berdasarkan data QS World Universities Ranking ® 2018 Indonesia belum bisa masuk 200 besar universitas di dunia. Universitas Indonesia berada di ranking 277 dunia dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyusul berada di ranking 331 dunia.  Disusul oleh Universitas Gajah Mada (401-410), Universitas Airlangga (701-750), Institut Pertanian Bogor (751-800), sampai dengan Universitas Brawijaya  yang masih bercokol di ranking 800-1000 dunia.

Lalu muncul pertanyaan bagaimana indikator untuk menentukan ranking suatu universitas. Sedikitnya ada enam faktor yang digunakan oleh QS World Universities Ranking dalam memberikan skor atau nilai kepada suatu universitas.

Academic Reputation. Reputasi akademik yang dimiliki universitas sangat menentukan skor ranking. Baik itu prestasi di tingkat nasional ataupun internasional, jurnal yang terbit, kompetisi, dan lain sebagainya.

Citation Per Faculty. Penghargaan terhadap fakultas bisa dalam penelitian, jurnal, atau yang lainnya.

Employer Reputation. Alumni yang sudah bekerja memberikan kontribusi bagi perusahaan. Kemudian jenjang karir yang tinggi dari alumni memberikan skor untuk ranking universitas.

Faculty Student. Fakultas mahasiswa yang terdapat dalam universitas.

International Faculty. Biasanya fakultas double degree yang bekerja sama dengan universitas luar negeri. Atau juga Fakultas internasional yang mahasiswanya berasal dari luar negeri.

International Student. Jumlah mahasiswa internasional yang terdapat dalam suatu universitas menentukan skor untuk ranking universitas.

Adapun standar lain yang memperlihatkan bagaimana pendidikan Indonesia di mata dunia. Yaitu Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD melalui progamnya yang bernama PISA atau Program for International Student Assessment. PISA adalah program penilaian tiga tahunan dengan indeks literasi membaca dan indeks sains matematika sebagai tolak ukurnya.

Menurut laporan PISA 2015, Indonesia menempati peringkat 62 dari 72 negara. Lebih baik daripada tahun 2013 yang terpuruk di kedua terbawah atau peringkat 71.  Sebenarnya apa yang salah dari sistem pendidikan kita sehingga jauh tertinggal dibanding dengan negara lain? Bandingkan saja dengan negara tetangga, Singapura, yang menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia versi PISA 2015. Lalu bagaimana dengan tahun 2018? Kita tunggu saja hasilnya dari OECD.

Ketua Pokja Literasi Membaca Menulis Gerakan Literasi Nasional, Gufron A Ibrahim, dalam harian kompas (30/04/2017) mengatakan penyebab dari ketertinggalan pendidikan kita terutama dalam indeks literasi membaca adalah pembelajaran di kelas yang tidak mendorong hadirnya budaya membaca dan budaya literasi bukan dijadikan aktivitas harian. Sehingga perlu adanya cara meningkatkan daya baca, antara lain :

  1. Menemu-kenali : mencari penyebab yang menjadikan siswa kurang berminat dalam membaca.
  2. Merumus-ulang paradigma : Menyusun model pembelajaran yang menyuluruh untuk meningkatkan budaya membaca

Korelasi Edukasi dengan Kemajuan Suatu Bangsa

Edukasi atau pendidikan sangat berkaitan dengan kemajuan suatu bangsa. Saya akan coba tampilkan sebuah daftar negara terbersih dari korupsi di dunia yang dilansir Tribun Solo dan Kompas.

Bukan hanya pendidikan berbasis ilmu pengetahuan dan literasi, pendidikan moral sangat penting dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Terbukti di Selandia Baru pendidikan moral sangat diperhatikan sehingga moral para pejabat pun tertata baik dan negaranya pun berpredikat negara terbersih kedua di dunia.

Disamping itu juga keterbukaan pemerintah, kesadaran pribadi, dan modernisasi sektor publik menjadi faktor lain dalam memberikan dampak kepada negara yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Akan tetapi faktor utama yang tidak bisa dilepaskan adalah edukasi atau pendidikan yang memberikan efek luar biasa terhadap suatu bangsa. Jika pendidikan akademik dan atau moralnya sudah tertanam dalam diri para pemangku wewenang maka roda pemerintahan pun akan berjalan dengan baik. Bukan tidak mungkin bangsa pun menjadi semakin maju dan bersaing dengan negara lain.

Apa yang Salah dengan Sistem Edukasi di Indonesia?

Menurut saya sistem kurikulum Indonesia sudah bagus. Meskipun gonta-ganti nama disesuaikan dengan periode pemerintahannya, tetapi kurikulum yang baru memberikan perbaikan dari kurikulum sebelumnya. Sehingga permasalahan nama bukan menjadi soal. Yang belum bisa adaptasi saja kemudian bermasalah dan mengeluh dengan sistem pendidikan Indonesia.

Menurut saya, jika memang kita menginginkan sistem pendidikan yang bagus maka standar pendidikan pun dinaikkan menjadi standar Eropa. Memang butuh waktu namun itu semua demi perbaikan sistem pendidikan kita. Bisa dengan melakukan tukar pengajar ke Eropa, training berlanjut untuk pengajar, kesejahteraan guru yang dinaikkan, fasilitas diperbaiki, dan pemerataan pendidikan.

Sulit kah? Sulit bagi yang pesimis, Optimis bagi yang percaya akan keberhasilan.

Tahapan awal memang harus ada sekolah percontohan yang dibiayai pemerintah. Kemudian tenaga pengajar diadakan training ke Eropa untuk mendapatkan pembekalan kurikulum. Sarana infrastruktur yang memadai, dan kesejahteraan guru yang terjamin.

Sekolah percontohan ini nantinya bisa dijadikan role model untuk sekolah-sekolah lainnya sehingga bisa meniru dan lama kelamaan menyebar ke seluruh Indonesia untuk mengadopsi sistem tersebut. Sehingga masyarakat Indonesia bisa teredukasi lebih baik dan menjadikan bangsa Indonesia ini menjadi lebih maju.

EduCenter, Solusi Edukasi untuk Kemajuan Bangsa

Adapun yang menjadi permasalahan lain sistem edukasi di Indonesia adalah kurang efektifnya pembelajaran di luar sekolah. Rata-rata siswa yang mengikuti kursus di luar sekolah bisa lebih dari satu kursus dengan berbeda tempat. Waktu tempuh dari satu tempat kursus ke tempat kursus lainnya bisa memakan waktu lama. Sehingga bukannya belajar efektif tetapi hanya lelah di perjalanan yang membuat konsentrasi belajar pun berkurang.

Dengan latar belakang ingin mengefektifkan pembelajaran di luar sekolah, kini hadir EduCenter. Apa itu EduCenter? EduCenter adalah “mall edukasi” pertama dengan konsep pendidikan dalam satu gedung yang dilengkapi 20 institusi pendidikan ternama. EduCenter memiliki komitmen One Stop Education of Excellence Under One Roof! Sistem inilah yang menjadi solusi dari permasalahan kurang efektifnya pembelajaran di luar sekolah.

Jika kursus atau les-les dijadikan satu tempat kemudian tidak perlu melakukan perjalanan jauh sehingga menghabiskan waktu maka EduCenter adalah Solusi untuk menjadikannya lebih simpel dan efektif. Tujuan lainnya adalah untuk memberikan waktu lebih bersama keluarga untuk digunakan bersama.

Lokasi yang strategis bertempat di BSD City, berseberangan dengan Jakarta Nanyang School dan lebih dari 30 sekolah dan universitas ternama menjadikan tempat yang tepat sebagai pusat edukasi di kalangan keluarga Indonesia.

Banyak bidang edukasi yang menarik. Kita bisa memilih antara lain Pre School, Cooking Class, Art Class, Ballet and Dance, Mathematics, Chemistry and Physics, English Course, Chinese Course. Semua bidang course dapat diikuti oleh tingkat SD hingga SMA.

Sebagai tambahan, ada lima pilihan café dan restoran yang tersedia untuk murid dan orang tua murid sehingga bisa membuat nyaman keluarga dan tidak bosan menunggu.

Alamat EduCenter:

Kavling Commercial International School Lot 2 no 8, Jl. Sekolah Foresta,

BSD City, Tanggerang 40115,

Banten, Indonesia

Phone: +62 888 5800 800

EduCenter sebagai solusi untuk kemajuan bangsa dirasa sangat tepat keberadaannya. Mengingat edukasi sebagai kunci kemajuan bangsa maka perlu ada inovasi dalam dunia pendidikan sehingga Indonesia bisa lebih kompetitif di mata dunia. EduCenter sebagai inovasi edukasi yang sudah berkembang dan memberikan manfaat pada masyarakat maka diharapkan bangsa akan terkena dampak positifnya.

Pendidikan Moral dan Kesadaran Sosial menjadi dua poin penting dalam melengkapi inovasi edukasi untuk memajukan suatu bangsa. Saya berharap pendidikan moral masyarakat bisa dipraktikkan, kesadaran sosial lebih bertambah, dan inovasi edukasi seperti #EduCenter lebih berkembang. Lalu kemudian kita tinggal menunggu hasilnya bagaimana Indonesia bisa melonjak naik peringkat di level dunia.

 

#EduCenter #OneStopEducationOfExcellence

38 thoughts on “EduCenter, Inovasi Edukasi untuk Kemajuan Bangsa

  • 19/03/2018 at 7:07 AM
    Permalink

    Sering bingung sebenarnya dengan peran sekolah yang kadang tergantikan dengan hadirnya lembaga les. Seakan materi yang diajarkan oleh guru-guru PNS tidak lebih baik dari guru dari lembaga bimbel.
    Satu kesimpulan yang saya ambil ya itu bukan tentang guru, tapi tentang metode serta kurikulum yang memang di miliki lembaga bimbel memang lebih efektif. Dan semoga itu pun disadari oleh para pemangku kepentingan.
    Thanks sharingnya mas ferry 😀

    Reply
    • 19/03/2018 at 4:20 PM
      Permalink

      Semoga mas pemerintah menyadari ketimpangan ini. Thanks for comment ya 🙂

      Reply
    • 19/03/2018 at 4:21 PM
      Permalink

      Wah mantap tuh mas. Udah pernah masuk mas?

      Reply
    • 19/03/2018 at 4:22 PM
      Permalink

      Wah kampusnya apa mbak? *kepo

      Reply
  • 19/03/2018 at 10:37 AM
    Permalink

    Sangat bermanfaat mas👍

    Reply
    • 19/03/2018 at 4:23 PM
      Permalink

      Thanks mas udah berkunjung. 😀

      Reply
    • 19/03/2018 at 4:23 PM
      Permalink

      sedapatnya mbak. hehe 😀

      Reply
  • 19/03/2018 at 11:01 AM
    Permalink

    Betul sekali. Edukasi memang sangat penting untuk kemajuan bangsa, Semoga Indonesia bisa lebih maju dan lebih memerhatikan pendidikan. Sarannya bagus!!

    Reply
  • 19/03/2018 at 11:04 AM
    Permalink

    Kita harus mencontoh negara-negara yang sukses dalam pendidikan seperti Finlandia.

    Reply
    • 19/03/2018 at 4:24 PM
      Permalink

      Memang harus banyak belajar Lan dari negara-negara Eropa yang maju

      Reply
  • 19/03/2018 at 11:08 AM
    Permalink

    Semangat buat lanjutin program EduCenter. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju dengan adanya EduCenter ini.

    Reply
    • 19/03/2018 at 4:26 PM
      Permalink

      Inovasi edukasi yang menjanjikan buat kemajuan Indonesia.

      Reply
  • 19/03/2018 at 12:26 PM
    Permalink

    Menurut saya konsep EduCenter sudah sangat bagus. Karena pendidikan adalah hal yang penting.

    Reply
    • 19/03/2018 at 4:26 PM
      Permalink

      Betul Mas. Terima kasih komennya

      Reply
  • 19/03/2018 at 12:32 PM
    Permalink

    Kurangnya Pemerataan fasilitas menjadi salah satu hambatan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Solusinya adalah fasilitas harus dilengkapi terutama yang dipelosok atau pedalaman.

    Reply
    • 19/03/2018 at 4:26 PM
      Permalink

      Ketimpangan ini memang harus segera diatas oleh pemerintah dan instansi terkait

      Reply
  • 19/03/2018 at 1:05 PM
    Permalink

    Pengalaman saya belajar di Indonesia dari sd hingga jenjang Universitas adalah pembelajaran yang menurut saya terlalu tekstual, mbosankan, ditambah dg budaya Indonesia yg senangnya bicara, bukan membaca.
    Melihat kondisi kurikulum sekarang yg terus bertransformasi mengejar kualitas yg jauh lebih baik sangat saya apresiasi, tapi perubahan kurikulum yg terlalu sering menurut saya menandakan adanya ketidak percaya dirian dari institusi pendidikan itu sendiri (sotoy on)😂. Seringkali perubahan kurikulum dilandasi dg studi banding ke luar negeri, bagi saya itu sangat baik karena bertujuan menyamakan kualitas kita dg kualitas luar yg memang sudah diakui kejempolannya, Finland misalnya, hehe. Akan tetapi yg menurut saya perlu juga ditimbang adalah “jangan biarkan seekor harimau memakan rumput” hehe beda antara makanan orang gunung dan orang laut, beda juga antara makanan amerika dan Indonesia,
    Saya sebagai manusia dari masa lalu yg baru mendapat pendidikan di masa sekarang jujur saja sgt kaget, saya total jauh ketinggalan dibanding kawan2 kuliah saya yg usianya 5-7tahun dibawah saya hehe. The point is, “jika ingin membuat seekor harimau jadi vegetarian, bedogol pisang sepertinya bisa disulap menjadi daging” atau “buat harimau itu dari bayi tak mengenal daging”

    Ini cuma pandangan saya saja…

    Reply
    • 19/03/2018 at 4:28 PM
      Permalink

      Pandangan yang bisa kita diskusikan lebih lanjut nih. Terima kasih buat komennya bro,

      Reply
  • 19/03/2018 at 2:08 PM
    Permalink

    Wisss meneducati buat kemajuan pendidikan di negara kita ni..

    Reply
    • 19/03/2018 at 4:29 PM
      Permalink

      Typo ya Bro? Haha Wish edukasi maksudnya ya? hehe siapp semoga semakin maju Indonesia/..

      Reply
  • 19/03/2018 at 2:27 PM
    Permalink

    Saya kira pendidikan di indonesia perlu di kuatkan lagi pendidikan ahlak dan sopan santun anak didik…

    Reply
    • 19/03/2018 at 4:29 PM
      Permalink

      Perlu sekali itu mas eko. Terima kasih komennya.

      Reply
  • 19/03/2018 at 4:23 PM
    Permalink

    Kerennn detail pisan fer..
    Sukses buat pendidikan indonesia.

    Reply
    • 19/03/2018 at 4:31 PM
      Permalink

      Sip nuhun Ga.. Aamiin..

      Reply
  • 23/03/2018 at 10:08 AM
    Permalink

    berdasarkan pengalaman saya, saya mempunyai anak yang sekolah di sekolah negeri. Tetapi kadang saya juga melihat pengajar yang kegiatan mengajarnya formalitas saja. Masuk mengajar dan memberikan PR. Tidak ada asupan lain untuk muridnya.

    Reply
    • 23/03/2018 at 11:22 AM
      Permalink

      semoga kualitas guru lebih ditingkatkan. terima kasih pak udah share pengalamannya.

      Reply
  • 23/03/2018 at 1:55 PM
    Permalink

    Semoga selalu ada perbaikan dan ikut berperan dalam perbaikan. Aamiin

    Reply
    • 23/03/2018 at 4:03 PM
      Permalink

      Thanks cal udah comment. semoga pendidikan Indonesia bisa lebih baik lagi.

      Reply
  • 26/03/2018 at 1:36 PM
    Permalink

    Semoga negara ini jadi lebih baik kedepannya dengan perbaikan pendidikan formal dan moral..Aamiin

    Reply
    • 26/03/2018 at 1:50 PM
      Permalink

      Aamiin. Semoga Indonesia makin maju. Nuhun wan udh comment

      Reply
  • 26/03/2018 at 7:09 PM
    Permalink

    Idenya sangat bagus sekali..mudah2n penerapannya juga harus bagus…
    Dan 1 lgi program ini harus bisa masuk ke smua lapis sosial..karena mreka smua memiliki ksmpatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yg baik..

    Reply
    • 26/03/2018 at 7:15 PM
      Permalink

      betul sekali. semoga program yang serupa bisa dinikmati semua masyarakat sehingga pendidikan Indonesia bisa maju dan merata. Makasih Lil udah comment.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: