Cerita Mudik 15 Jam Bekasi-Tasikmalaya

Kali ini saya akan bercerita tentang mudik dari Bekasi ke Tasikmalaya. Sekedar informasi, dalam keadaan normal waktu tempuh Bekasi ke Tasikmalaya adalah 6-7 jam. Kenapa bisa sampai 15 jam? I’ll tell you why.

Tepat hari ke-2 lebaran, saya mudik dari Bekasi ke Tasikmalaya. H-2 saya sudah mengantar istri ke kampung halamannya di Indramayu. Alhamdulillah bisa dapat tiket kereta (dengan penuh perjuangan tengah malam). Sengaja saya tidak bawa ke Tasik karena berbagai hal.

Tidak dapat tiket kereta ke Tasik, prediksi bakal macet, dan khawatir anak masih bayi. Itulah yang membuatku untuk pergi sendirian dari Bekasi ke Tasikmalaya.

Saya berangkat ke stasiun dengan memakai Gojek. I had terrible experience in ordering Grab So I prefer to choose Gojek than Grab. Sesampainya di Terminal, saya mencari Bus Budiman tetapi ternyata tidak ada. Terpaksa saya mencari Bus Prima Jasa. Ternyata memang tidak ada juga.

Suara speaker petugas mengarahkan kepada penumpang jurusan Tasikmalaya untuk menaiki bus bantuan Mayasari Bakti. Gak tau kenapa para penumpang tidak mau menaiki bus tersebut. Sehingga bus menjadi ngetem selama satu jam lebih. Sungguh menyedihkan!

Singkatnya sekitar pukul 11.00 WIB bus diberangkatkan dari Terminal Bekasi. Jalur yang dipakai tidak seperti biasanya. Bus tersebut melewati jalur Bulakapal alias tidak melewati jalur Tol Bekasi Timur. Yang menyedihkan lagi, setelah melewati lampu merah lagi penumpang dikecewakan dengan dioper ke Bus Transjakarta. Entah apa alasannya tetapi ini sangat membuat tidak nyaman terutama yang membawa banyak barang seperti saya. Kebetulan saya membawa dua tas jinjing dan satu tas gendong.

Setelah dioper Bus kembali diberangkatkan menuju Cibitung. Mendengar supir berbincang-bincang ternyata arahnya akan dibelokkan ke Tol Cibitung tetapi sebelumnya akan dicek dulu kesiapan kendaraan di Pool Mayasari di daerah Cibitung.

You know what??? Penumpang dioper lagi nih! Kebayang kan bawa barang banyak terus dioper dua kali? Lalu berebut tempat duduk dengan penumpang lain! Cukup aku saja, kamu gak akan kuat. Haha

Ibu-ibu mulai pada protes. Mereka ngedumel, ngomel, dan banyak halyang mereka keluhkan kepada pihak supir dan mekanik. Ya mekanik pun kena semprot emak-emak. No one defeat emak-emak!

Sudahlah jangan diceritakan di Pool Mayasari, sudah terlalu banyak kegaduhan dan kekesalan yang kami dapatkan. Lalu dengan alasan mobilnya belum dapat izin, belum ada surat-surat, lalu kendaraan belum siap menjadi alasan pihak Bus Mayasari mengoperkan penumpang mudik. Padahal setelah saya dengarkan pembicaraan supir dan kondekturnya, si Bus yang dibawa ternyata STNKnya berbeda alias beda mobil. How can you imagine The Bus you get in is totally wrong!

Saya duduk persis di belakang supir jadi tahu seluk beluk percakapan mereka. Apalagi mereka berbicara dengan bahasa sunda. Nya ngartos pisan atuh!

Saya sudah muak dengan kondisi ini tetapi saya tahu kalau emosi bukanlah solusi. Saya kemudian “menikmati” kemacetan yang ada di sepanjang Tol Cipularang sampai dengan Tol Cileunyi. Beruntung supirnya ahli jadi bisa nyelip sana nyelip sini jadi kami tidak terlalu menikmati kemacetannya.

Perjalanan lancar dialami oleh penumpang ke arah Jawa. Tetapi untuk saya yang ke arah Priangan Timur (Tasik, Garut, Ciamis) mudik menjadi kurang bersahabat. Mungkinkah harus dibuatkan Tol TaGaCi?

Kemacetan parah setelah keluar Gerbang Tol Cileunyi didapati di daerah Cicalengka. Lebih dari padat merayap, lur! Hese gerak intinya mah.

Daripada ngeluh mendingan tidur. Ya, saya coba tidur sepanjang kemacetan tapi benar-benar susah tidur. Mungkin karena sudah kenyang tidur atau sudah kenyang kesalnya. Haha

Alhamdulillah bus pun istirahat di Garut, gak tau dimana yang penting istirahat dan bisa shalat jamak qashar Maghrib dan Isya. Meskipun dalam kemacetan jangan lupa shalat ya. Allah sudah memudahkan dalam ibadah shalat bagi seorang musafir. Jadi gunakan rukhsah dari Allah ya, lur.

Sekitar pukul 00.10 saya tiba di Terminal Indihiang, Tasikmalaya. Saya dijemput adik memakai motor menuju Singaparna. Perjalanan kira-kira setengah jam lebih dan akhirnya saya sampai di rumah.

Terima kasih Pak Polisi sudah mengamankan lalu lintas selama mudik

Terima kasih kepada semua jajaran Bus Mayasari yang sudah mengoper banyak penumpang

Terima kasih pak supir yang sudah membawa bus bodong ke kota Tasik

Terima kasih untuk bapak yang disamping yang sudah sharing pengalamannya sampai saya terkantuk-kantuk

Tulisan ini murni pengalaman pribadi. Ini realita mudik menuju Priangan Timur. Kalau mudik ke Jawa katanya lebih baik ya. Nah, mungkin tahun depan siapapun presidennya siapapun jajarannya tolong bisa dipertimbangkan arus jalur mudik ke daerah Priangan Timur juga.

Saya mengkritik bukan anti pemerintah. Saya mendukung bukan pro pemerintah. Saya seorang blogger yang cinta Indonesia dengan sepenuh hati. Indonesia Harus Maju!

Salam Mudik

Feriald

4 thoughts on “Cerita Mudik 15 Jam Bekasi-Tasikmalaya

    • 23/06/2018 at 11:34 PM
      Permalink

      jadi pengen punya helikopter. hehe

      Reply
    • 23/06/2018 at 11:31 PM
      Permalink

      kehabisan tiket bang. hehe

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: