CARA MENGISI SPT DI DJP ONLINE SECARA CEPAT TANPA HAMBATAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh,

Gimana nih kabarnya kawan pembaca semuanya? Semoga kabarnya baik-baik saja ya. Oh ya gimana udah ngisi SPT Pajak Tahun 2017 belum? Nah, kalau belum karena belum tahu caranya nanti saya kasih tahu ya step by step. Nanti juga saya mau share kendala yang biasa dialami oleh wajib pajak ketika mengisi e-filling supaya semuanya bisa mengisi SPT secara cepat tanpa hambatan.

Sebagaimana kita tahu kalau mengisi SPT Pajak sekarang itu semuanya online! Nah, karena tidak semuanya faham atau mungkin tahun kemarin diisi oleh HRD masing-masing. Jadi ketika tahun ini harus mengisi sendiri menjadi kebingungan. Benar, bukan?

Langsung saja ya saya share langkah-langkah pengisian SPT Online

Masuk ke situs DJP Online

Terlebih dahulu masuk dulu ke situs DJP Online klik aja https://djponline.pajak.go.id lalu disana bakal nemuin tampilan seperti dibawah ini

Disana Anda akan disuruh memasukkan NPWP, password, dan kode keamanan. Jika Anda lupa password, jangan khawatir klik aja “Lupa password? Reset disini”. Kemudian Anda harus mengisi NPWP dan E-FIN yang dulu pernah Anda urus ke kantor pajak. Nanti Anda akan mendapatkan email masuk untuk mereset passwordnya.

Gawat juga nih kalau sudah lupa password, ditambah juga lupa E-FIN. Hehe Mendingan hubungi HRD atau datang ke kantor pajak untuk mengurus kembali E-FIN yang lupa. Hehe

Jika Anda sudah masuk dengan password yang benar maka Anda akan mendapatkan tampilan seperti dibawah ini.

klik E-Filling

klik “Buat SPT”

Jawab pertanyaan di Formulir SPT

Yang membedakan adalah pertanyaan kedua yang jawabannya “YA” jika Anda dan istri memiliki penghasilan dan mengisi SPT masing-masing. Jawaban “TIDAK” berarti istri Anda seorang yang tidak berpenghasilan atau ibu rumah tangga dan pajak penghasilan dibayar oleh Anda sebagai kepala keluarga.

Pertanyaan terakhir, form yang digunakan klik “Dengan Panduan”

Langkah 1 : Isi Data Formulir

Anda akan menemukan petunjuk pengisian dan mengisi data formulir. Untuk tahun pajak, isi sesuai tahun pajak yang akan dibayar. Kemudian Status SPT “Normal” jika tidak ada revisi, dan Pembetulan jika ada revisi. Untuk pertama kali pengisian, klik saja “Normal”. Lalu klik Langkah Berikutnya.

Langkah 2 : Klik Tambah + dibagian kanan

Anda harus mengisi Bukti Potong Baru. Isikan Jenis Pajak dengan Pasal 21, Lalu NPWP Pemotong/Pemungut Pajak dengan nomor NPWP perusahaan nanti akan muncul otomatis nama perusahaan yang memotong. Isikan nomor NPWP tanpa ada titik atau garis.

Nomor Bukti Pemotongan/Pemungutan diisi sesuai dengan Nomor yang ada di Surat keterangan pajak yang diberikan oleh HRD. Biasanya ditulis diatas Nama Anda, disana tertulis “Nomor : 1.1-12.xxxxxxxx”. Isikan sesuai dengan yang tertera di surat tersebut, lengkap dengan titik dan garisnya.

Isikan Tanggal Bukti Pemotongan/Pemungutan sesuai yang ada di surat. Letaknya ada dibawah.

Kemudian tuliskan PPh yang dipotong/dipungut. Angkanya terletak di bagian “Perhitungan PPh Pasal 21”. Kalau di tempat kerja saya, terletak di nomor 20, disana ditulis “PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 26 yang telah dipotong dan dilunasi”

Kemudian Simpan dan klik Langkah Berikutnya

Langkah 3 : Masukkan Penghasilan Neto

Isikan Jumlah Penghasilan NETO. Angkanya berada di bagian “Perhitungan PPh Pasal 21” dan tertulis “JUMLAH PENGHASILAN NETO (8-11)”.

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 4 : Penghasilan Dalam Negeri Lainnya

Jika ada penghasilan Dalam Negeri lainnya, klik “Ya” dan Jika tidak ada penghasilan dalam negeri lainnya klik “TIDAK”

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 5 : Penghasilan Luar Negeri

Jika ada penghasilan Luar Negeri lainnya, klik “Ya” dan Jika tidak ada penghasilan luar negeri lainnya klik “TIDAK”

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 6 : Penghasilan Tidak Termasuk Objek Pajak

Kalau saya sih klik “TIDAK” karena semuanya sudah termasuk objek pajak.

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 7 : Penghasilan yang dipotong

 

 

Saya klik “TIDAK” karena sumber penghasilannya ada di perusahaan dan tidak ada penghasilan lain, dalam atau luar negeri.

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 8 : Harta

 

Klik “TAMBAH +” untuk mengisi harta. Disini Anda harus mengisi harta yang Anda miliki. Pada bagian ini, Anda wajib mengisinya sekalipun harta seperti kendaraan bukan atas nama Anda. Karena berdasarkan pengalaman teman saya, dia sudah selesai mengisi SPT tetapi ada notifikasi bahwa harta harus diisi.

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 9 : Utang

Klik “TAMBAH +”  dan isikan utang Anda.

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 10 : Tanggungan

Klik “TAMBAH +”  dan isikan tanggungan Anda.

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 11 : Zakat/Sumbangan Wajib

Isikan “TIDAK” meskipun zakat fitrah selalu dibayarkan.

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 12 : Status Kewajiban Perpajakan Suami Istri

 

Isikan sesuai dengan identitas Anda.  Bisa dilihat di surat yang diberikan HRD, lalu disana ada IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG, ada tertulis status/jumlah tanggungan keluarga PTKP.

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 13 : Pengembalian/Pengurangan dari Penghasilan Luar Negeri

Klik “TIDAK” karena saya tidak mempunyai penghasilan LN

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 14 : Pembayaran PPh Pasal 25

Klik Langkah Berikutnya jika tidak ada yang perlu diisi

Langkah 15 : Perhitungan Pajak Penghasilan

Jika Anda mengikuti langkah-langkahnya dengan benar, maka status PPh anda harusnya NIHIL. Jika tidak NIHIL maka ada yang salah dalam pengisian.

Klik Langkah Berikutnya

Langkah 16 : Proses Kurang/Lebih Bayar

Klik Langkah Berikutnya karena tidak ada yang saya perlu isi

Langkah 17 : Setuju

Klik Setuju/Agree

Nah disini biasanya Anda selalu menemukan kendala jika setelah klik “Langkah Berikutnya” maka Anda akan kembali ke status awal alias harus mengulangi lagi step 1 sampai step 17. Bahkan saya mengulanginya sampai 20 kali lebih karena selalu kembali lagi ke halaman awal. Meskipun datanya sudah disimpan, tetapi sangat menyita waktu karena belum berhasil juga.

Tips dari saya, pada langkah 17 ini Anda jangan dulu klik “Langkah Berikutnya” tetapi Klik “Langkah Sebelumnya” dan Anda akan pindah ke Langkah 16 lalu klik “Langkah Berikutnya” pada Langkah 16 tersebut.

Kemudian Klik Langkah Berikutnya di langkah 17.

Langkah 18 : Selesai

Klik Selesai dan tertulis “PROCESSING”.

Pengisian  yang benar maka Anda akan terarahkan ke tampilan seperti dibawah ini. Anda harus klik “disini” untuk mengirimkan kode verifikasi ke email anda. Lalu buka email anda dan copy kodenya dan isikan ke kolom yang kosong seperti dibawah ini. Kebetula

Jika sudah, klik “KIRIM SPT” Lalu Klik “SELESAI”

Cek kembali email untuk memastikan Anda sudah mendapat email dari efiling atau lihat di halaman awal. Apakah terdapat SPT Tahun 2017, jika sudah ada maka Anda berhasil. Selamat!

Itulah pengalaman saya mengisi SPT di DJP Online. Semoga bermanfaat.

Bebas di share bagi yang mau berbagi.

Terima kasih

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: