249 views

Bu Asmawati, Sosok Kartini dari Kota Patriot

Para pedagang kaki lima sudah mulai memadati Pasar Candra Baga, Pondok Ungu, Bekasi Utara, Kabupaten Bekasi. Setiap jam empat sore para pedagang itu mulai membuat lapak di sepanjang Jalan Candra Baga. Besi-besi penyangga dipasang dengan rapi, terpal berukuran 3×3 meter pun dijadikan atap untuk menghindari hujan lebat.

Setelah menunaikan salat Ashar, Bu Asmawati meminta keponakannya untuk segera bersiap ke Pasar Candra Baga.

“Ayo kita berangkat.” ajak Bu Asma, panggilan akrabnya, ke salah satu keponakannya.

“Iya, Bi.” jawabnya pelan.

Motor bebek yang hampir usang itu segera dinyalakan. Suara gemuruh motornya pertanda pencarian rejeki akan dimulai. Bu Asma pergi bersama keponakannya untuk berjualan celana training di Pasar Candra Baga.

Setelah melewati gang-gang sempit akhirnya Bu Asma sampai di lapaknya. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari tempat beliau berjualan memudahkannya untuk pulang ke rumah jika ada keperluan keluarga yang mendesak.

Setibanya di pasar, satu per satu celana training berbagai ukuran dipajang di lapaknya. Celana training dewasa dan anak-anak mulai memenuhi setiap jengkal besi penyangga. Dua buah kursi pun diletakkan di depan lapak untuk menunggu calon pembeli datang.

Lalu lalang pengendara motor dan pejalan kaki meramaikan Pasar Candra Baga. Beruntung sore itu sangat cerah. Jika hujan datang, Bu Asma dan kawan-kawan harus terpaksa mengemas seluruh barang dagangannya. Lapaknya pun berubah fungsi menjadi saung berteduh.

Sambil menunggu Bu Asma yang sedang merapikan dagangannya, saya pun menyiapkan pertanyaan yang sudah muncul di pikiran. Niat saya datang memang untuk silaturahim dan mewawancara beliau.

Sebelumnya saya memang disarankan oleh teman untuk bertemu beliau karena Bu Asma memiliki cerita yang luar biasa. Rasa penasaran pun memuncak seiring melihat kehadirannya. Apa “rahasia” terbesarnya bisa menjadi inspirasi para mustahik. (rd : mustahik adalah golongan penerima zakat)

Saya pun menghampiri Bu Asma yang sedang duduk menunggu calon pembeli. Motor yang saya naiki diparkir samping lapaknya.

“Assalamu’alaikum, Bu. Saya Ferry yang kemarin ngehubungin Bu Asma.” sapa saya sambil memperkenalkan diri.

“Oh iya, Mas. Yang minta wawancara ya? Duh, saya mah gak pede suka belibet kalau diajak ngobrol kayak gini.”  kata Bu Asma sambil menyodorkan kursi kepada saya.

“Gak apa-apa kok, Bu. Santai aja kok.” jawab saya meyakinkan beliau.

Percakapan kami pun berlanjut dengan perkenalan layaknya teman baru kenal. Sambil kami mengobrol, keponakannya melayani orang-orang yang mampir ke lapak Bu Asma. Tidak sedikit yang hanya menanyakan harga, namun tetap senyum simpul tersimpul terpancar dari wajahnya. Ikhlas dan percaya rezeki datang dari Allah adalah modal utamanya.

Harga celana training yang dijualnya berkisar Rp 35.000,- sampai dengan Rp 50.000,-. Kualitasnya pun tidak kalah dengan toko yang berada di ruko-ruko besar. Meskipun secara penghasilan jauh dibawah pedagang besar, Bu Asma tetap mensyukurinya.

Bu Asma memulai berjualan setelah salat ashar sampai malam tiba sekitar jam 9. Tidak banyak yang ia dapatkan. Yang terpenting bisa membantu suami dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Maaf Bu mau tanya kalau usaha seperti ini (jualan training) sudah lama? Kalau suami ibu kerja dimana? sedikit ragu untuk menanyakannya karena takut menyinggung perasaan. Alhamdulillah beliau menyikapinya dengan santai.

“Sebenarnya awalnya saya jualan sandal jepit bersama suami, Mas. Karena suami di-PHK dari tempat kerjanya, kami pun merintis usaha yang sama sekali blank mau jualan apa. Beruntung ada tetangga yang mau ngajarin caranya berjualan sandal.” Bu Asma menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya.

“Saya mendapatkan modal dari salah satu lembaga zakat di Bekasi untuk usaha sandal jepit. Sayang, usahanya bertahan dua tahun karena merugi. Suami saya pun banting setir jadi jualan makanan ringan sambil dijajakan ke sekolah-sekolah.” lanjutnya.

Saya mendengarkan dengan seksama cerita Bu Asma. Beliau memiliki usaha yang pasang surut. Di sisi lain beliau harus menghidupi tiga orang anak dan dua orang keponakannya yang tinggal di rumah kontrakan kecil di pinggiran kota Bekasi.

Saya sempat diajak ke rumah kontrakan yang jaraknya berseberangan dengan perumahan di Candra Baga. Saya menyusuri jembatan kayu yang hampir roboh. Sepertinya ini jalan pintas menuju “pasar kaget” Candra Baga. Jalannya sempit dan hanya bisa dilalui dua motor.

Persis di belakang kontrakan petak Bu Asma ada kali yang cukup besar. Sangat rentan banjir jika terjadi luapan besar. Di depan rumahnya ada “motor legendaris” hasil dari jualan sandal jepit. Motor bekas inilah yang menemani keringat sang suami mengais rejeki. Mogok, habis bensin, dan cerita lainnya sudah menjadi bumbu manis kehidupan sang suami yang kini bekerja sebagai ojek online.

“Saya selalu bertekad mengembalikan modal yang diberikan. Sehingga kalau ada kelebihan, saya akan setorkan.  Meskipun sebenarnya modal itu bersifat suka rela membantu kaum dhuafa seperti saya”. Bu Asma selalu menganggap modal adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan.

Tidak terasa terik matahari semakin menghilang tertutup gumpalan awan. Sang Surya pun akan segera pulang menuju ufuk barat. Saya merekam setiap kalimat yang terucap dari Bu Asma yang begitu percaya akan kekuasaan Allah. Kalau saya di posisi beliau dengan tanggungan tiga orang anak dan dua orang keponakannya mungkin saya tidak bisa setenang beliau.

Ketangguhan iman dibaluti ikhtiar tanpa henti ditunjukkan sosok perempuan berjilbab hijau itu. Belum usai saya mendapat pelajaran berharga, beliau mengatakan kepada saya dengan penuh rendah hati.

“Saya terinspirasi dari orang-orang yang selalu bersedekah. Pengen banget saya berbagi ke siapapun. Jadi kalau ada kelebihan dari menjual celana training ini, saya selalu sedekahkan ke anak-anak yatim di dekat rumah.”

Saya langsung menelan ludah seolah tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Secara logika beliau juga berhak untuk mendapatkan bantuan. Tidak heran jika kelebihan dari penghasilannya disimpan dan digunakan untuk kemudian hari. Lima orang adalah bukan beban yang mudah.

“Kok ibu bisa-bisanya mau bersedekah kepada anak yatim? Sementara untuk kebutuhan sehari-hari pun masih tidak menentu.” gumam saya dalam hati.

Seakan masih tidak percaya dengan apa yang dikatakannya, kemudian saya bertanya apa yang biasa ibu berikan kepada anak-anak yatim di sekitar rumah kontrakannya?

“Alhamdulillah meskipun tidak banyak, saya biasa memberi uang jajan dan alat-alat tulis untuk mereka sekolah.” jawab Bu Asma dengan pelan.

“Setiap saya datang ke sana (lembaga zakat), saya melihat banyak orang yang bersedekah. Kayaknya hidupnya penuh berkah gitu. Saya tuh pengen banget kayak mereka, hidupnya berkah, Mas.”

Tidak perlu menunggu kaya untuk berderma, saat berlebih harta itulah waktu untuk berbagi kepada sesama. Apa yang dilakukan Bu Asma menjadi inspirasi banyak orang, khususnya saya  pribadi. Bak Kartini yang peduli dengan pendidikan, beliau sangat peduli pendidikan anak yatim dan dhuafa di sekitar kontrakannya. Saya sangat beruntung dipertemukan dengan beliau.

Lalu beliau menceritakan banyak sekali keajaiban yang diperoleh setelah bersedekah. Anak pertamanya bisa masuk pesantren islam terbaik di Sukabumi. Anak keduanya diberikan kemudahan bersekolah di SD Islam Terpadu. Terakhir, anak bungsunya bisa belajar di TK Islam Terpadu di Pondok Ungu, Bekasi Barat.

“Kalau melihat logika manusia, kayaknya mustahil saya bisa menyekolahkan anak saya melihat penghasilan saya segini. Tapi ini murni kuasa Allah memberikan kemudahan. Selalu ada saja pertolongan Allah.” matanya berkaca-kaca menceritakan keajaiban yang dialami.

Beliau merutinkan bersedekah kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Prinsipnya sederhana, ada kelebihan dari penghasilannya langsung disedekahkan. Beliau tidak berharap balasan dari manusia. Cukuplah Allah sebaik-baik pemberi balasan.

Waktu di gawai saya sudah menunjukkan pukul 5 sore. Berbagi cerita dengan Bu Asma adalah pengalaman berharga buat saya. Semoga teman-teman pembaca pun demikian. Banyak sekali ibrah yang didapat dan inspirasi yang bisa saya sebarkan.

Jika Allah mengizinkan, ingin sekali rasanya memberikan kado istimewa untuk Bu Asma. Kado yang diinginkan umat muslim seluruh dunia, yaitu pergi ke tanah suci. Melalui tulisan ini pun saya memutuskan untuk mengikutsertakan beliau dalam program #AwaliDenganKebaikan dari Allianz.

Program #AwaliDenganKebaikan dari Allianz Indonesia merupakan ajang kompetisi untuk berbagi cerita mengenai sosok inspiratif yang layak mendapatkan kesempatan diberangkatkan umroh ke tanah suci. Kompetisi ini dilakukan melalui platform blog.

Kompetisi Blog #AwaliDenganKebaikan adalah salah satu bagian dari program #AwaliDenganKebaikan khusus untuk blogger dengan platform berupa blog pribadi.

Ada begitu banyak kebaikan yang dapat kita lakukan dengan mudah. Kebaikan yang dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Satu perbuatan yang sederhana dilakukan namun berarti besar bagi mereka.

Dengan tulisan, kita bisa saling tolong menolong kepada sesama. Sebuah studi di Universitas di Amerika Serikat membuktikan bahwa menolong orang lain terbukti dapat menjaga kesehatan dan menurunkan stress (brilio.net). Apalagi di Indonesia mayoritas agama islam yang sudah diperintahkan untuk saling tolong menolong dalam perbuatan positif,

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS.  Al Maidah [5]: 2)

Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan berupa materi atau dana ta’awun (tolong menolong) maka dilakukan dengan asuransi. Asuransi ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dalam kehidupan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan dengan mempersiapkan sejumlah dana sejak dini.

Seperti dikutip dalam Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No : 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syari’ah, maka tujuan daripada Asuransi Syari’ah (Ta’min, Takaful atau Tadhamun) adalah sebagai usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan yang sesuai dengan syari’ah).

Atas dasar itulah Allianz menghadirkan produk Allisya atau Allianz Syariah. Sebelum adanya Allisya,  Allianz hadir di Asia Pasifik sejak tahun 1910 di pesisir China dengan menyediakan asuransi kebakaran dan pengangkutan. Saat ini, Allianz beroperasi di 14 negara di Asia Pasifik untuk melayani asuransi umum, jiwa, kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta nasabah di wilayah ini melalui beberapa saluran distribusi.

Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996.

Pada tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah. Allianz Health & Corporate Solutions dibentuk tahun 2014 untuk melayani kebutuhan asuransi kesehatan individu dan kumpulan. Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta peserta di Indonesia.

PT Asuransi Allianz Life Indonesia telah terdaftar pada dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, dan tenaga penjualnya telah memegang lisensi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia. Allianz Syariah pun sudah mengantongi fatwa halal dari MUI.

Allianz meyediakan beberapa fitur seperti Allisya Protection Plus, Allisya Maxi Fund Plus, Allianz Tasbih, dan Fitur Wakaf.

Allisya Protection Plus

Produk asuransi jiwa unit link Syariah dari Allianz ini akan memberikan perlindungan maksimal plus potensi nilai investasi baik saat Anda berada di samping keluarga tercinta bahkan ketika Anda sudah tiada. Produk Asuransi Syariah ini dapat menjadikan mimpi Anda menjadi nyata untuk meraih kesejahteraan yang penuh berkah.

Keunggulan Allisya Protection Plus antara lain :

Ada 5 manfaat plus-plus saat Anda menjadi peserta Allisya Protection Plus

Pilihan Manfaat Tambahan lainnya
Perlindungan dari Risiko Kehidupan lainnya

Allisya Mazi Fund Plus

Allisya Maxi Fund Plus merupakan asuransi jiwa yang melindungi peserta asuransi hingga usia 100 tahun. Selain menjadi asuransi jiwa, Allisya Maxi Fund Plus menawarkan manfaat investasi. Pilihan jenis Investasi dari produk Allianz ini disesuaikan dengan profil Investasi peserta asuransi. Peserta asuransi dapat menentukan sendiri kapan ingin memperoleh pendapatan dari nilai Investasi.

Siapa saja yang berusia 1 bulan hingga 70 tahun bisa menjadi peserta AlliSya Maxi Fund Plus. Mekanisma Allisya Mxi Fund Plus antara lain :

  1. Seluruh atau sebagian dari premi tunggal yang disetor akan dialokasikan dan dihitung ke dalam unit dengan menggunakan Harga Unit yang berlaku saat itu.
  2. Harga Unit terdiri dari Harga Jual Unit dan Harga Beli Unit yang selisih diantara keduanya sekitar 5% (bid/offer spread).
  3. Harga Unit dapat berubah dari waktu ke waktu tergantung kinerja investasi perusahaan Asuransi.
  4. Harga unit dihitung secara harian.
  5. Perkembangan Harga Unit dapat diakses melalui www.allianz.co.id atau harian Bisnis Indonesia.
  6. Tabaru dan ujrah administrasi akan dibebankan dengan memotong unit dari saldo Anda setiap bulan.
  7. Penarikan sebagian dana investasi dapat dilakukan kapan saja tanpa dikenakan biaya.
  8. Tidak ada ujrah untuk Penebusan Polis.
Pilihan jenis investasi dapat disesuaikan dengan profil investasi peserta asuransi :

Allianz Tasbih

Allianz Tasbih Membantu Anda dalam mewujudkan impian untuk menunaikan ibadah haji. Untuk mewujudkan niat ibadah haji sebagai salah satu dari lima pondasi (rukun) memerlukan kesiapan batin serta tersedianya dana haji untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Manfaat Asuransi :

  • Santunan asuransi jiwa apabila peserta asuransi mengalami kecelakaan atau meninggal
  • Evakuasi medis peserta asuransi dan repatriasi darurat
  • Manfaat santunan asuransi jiwa 200% apabila meninggal dunia saat perjalanan haji atau meninggal dunia di Mekkah dan Medinah saat ibadah umroh

Manfaat Tahapan Dana :

  • Target Dana terbagi dalam 2 tahapan :
  • Tahapan Dana 1 adalah saldo dana pada akhir pembayaran kontribusi dengan maksimum 50 persen dari santunan asuransi
  • Tahapan Dana 2 adalah pengambilan saldo dana pada akhir masa asuransi
  • Penutupan polis
  • Berakhirnya polis

Fitur Wakaf

Fitur Wakaf merupakan produk asuransi Jiwa Unit Link AlliSya Protection Plus agar Anda semakin terlindungi dan terberkahi.

Keunggulan Fitur Wakaf dalam Polis AlliSya Protection Plus, yaitu :

Manfaat dalam Polis yang dapat diwakafkan saat pihak yang diasuransikan meninggal dunia :

  • Maksimum nilai wakaf 45% dari total nilai santunan asuransi jiwa dasar dan santunan asuransi tambahan (rider ADDB & Term Life, apabila ada).
  • Maksimum nilai wakaf 30% dari total nilai potensi nilai dana investasi (Potensi nilai dana investasi tidak dijamin dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kinerja tipe dana investasi yang dipilih dalam Polis).

Penghargaan Allianz Syariah

Dikutip dari situs resmi Allianz, Sejak resmi diluncurkan pada tahun 2006, Unit Usaha Syariah PT. Asuransi Allianz Life Indonesia berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh nasabah Kita. Dalam perjalanannya, Allianz Syariah mendapatkan banyak sekali apresiasi dalam bentuk penghargaan baik dari Media, Konsultan, maupun Lembaga Independent, antara lain:

2019
  • Asuransi Syariah Terbaik 2019 Kategori Asuransi Jiwa Syariah Di Atas Rp 1 Triliun – Majalah Investor
2018
  • The Best Life Islamic Insurance tahun 2018 (Aset > 1.25 triliun) tahun 2018 – Karim Consulting
  • Asuransi Syariah Terbaik 2018 Kategori Asuransi Jiwa Syariah Aset Di Atas Rp 1 Triliun – Majalah Investor
  • The Best Sharia Insurance Kategori Asuransi – Anugerah Syariah Republika 2018 – Republika
  • The Most Adjustable Financial Service Company tahun 2018 – Moeslim Choice
2017
  • Predikat “Sangat Bagus” Atas Kinerja Keuangan Tahun 2013-2017 Sharia Business Unit (UUS) – Infobank 7th Sharia Awards 2018
  • The Most Efficient Sharia Business Unit Life Insurance 2015 – 2017 – Infobank 7th Sharia Awards 2018
2016
  • Asuransi Syariah Terbaik 2016 Kategori Asuransi Jiwa Syariah Aset Lebih Dari Rp.200 Miliar – Majalah Investor
2014
  • 2nd Rank – Top Growth Islamic Life Insurance Sharia Unit, Asset ≥ IDR 150 BN – The 10th Islamic Finance Award 2014 – Karim Business Consulting
  • 3rd Rank – The Most Profitable Investment Islamic Life Insurance Sharia Unit, Asset ≥ IDR 150 BN – The 10th Islamic Finance Award 2014 – Karim Business Consulting
Yuk Berbagi Kebaikan Melalui Tulisan

Penghargaan yang didapat Allianz sampai dengan tahun 2019 senada dengan penghargaan yang diberikan oleh Allianz kepada “orang-orang spesial”. Kado Umroh Allianz, Berlipatnya Berkah, sampai dengan #AwaliDenganKebaikan adalah bukti nyata Allianz dalam mewujudkan mimpi mereka untuk pergi ke tanah suci.

Kamu pun bisa berbagi kebaikan dengan menulis sosok yang menurutmu menginspirasi. Ayo ceritakan kisahnya dalam program #AwaliDenganKebaikan dari Allianz. Mari menebar kebaikan lewat tulisan.

Selamat Berkarya.

PS : Wawancara dengan Bu Asmawati dilakukan sebelum adanya wabah covid-19. Tulisan murni berdasarkan hasil dari wawancara. Karena keterbatasan waktu wawancara, tidak semua bisa saya ulas kisah beliau. Untuk para pembaca, saya ucapkan terima kasih untuk menyimak tulisan saya dari awal sampai akhir. Terima kasih juga kepada Allianz yang sudah membuat program #AwaliDenganKebaikan supaya banyak orang mendapatkan kesempatan umroh. Banyak “Bu Asma” lainnya yang menginspirasi di bidang masing-masing, semoga teman-teman blogger juga bisa berbagi tulisan terbaiknya. Gambar yang didapat hasil dari jepretan kamera smartphone pribadi, sumber tulisan dan atau gambar dikutip dari web allianz.co.id, olah grafis dilakukan oleh saya pribadi.

Salam,

Ferry Aldina

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blogger Competition #AwaliDenganKebaikan yang diselenggarakan oleh Allianz

 

4 thoughts on “Bu Asmawati, Sosok Kartini dari Kota Patriot

  • 15/06/2020 at 11:48 AM
    Permalink

    Terharu…. Keterbatasan ekonomi tidak membuat Bu Asma menyerah dan surut berbagi. Nyatanya beliau tak pernah ragu berbagi. Insya Allah berkah..

    Reply
    • 15/06/2020 at 1:03 PM
      Permalink

      Betul sekali, Mbak. Banyak pelajaran yang didapat dari beliau

      Reply
  • 15/06/2020 at 3:18 PM
    Permalink

    Bu Asmawati ini menjadi sosok yang bisa ditiru oleh wanita lain.

    Reply
    • 15/06/2020 at 7:15 PM
      Permalink

      Betul sekali, beliau sosok yang peduli berbagi dan peduli sama pendidikan khususnya anak yatim dhuafa. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, Pak Cas.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *