Komunitas Cerdas Era Digital

Latar Belakang Masalah

Internet masa kini sudah menjadi kebutuhan generasi milenial. Semua keperluan sehari-hari dari mulai belanja sampai makan pun bisa hanya dengan satu sentuhan gadget. Gadget dalam genggaman sangat membantu kehidupan manusia masa kini. Ini adalah bukti bahwa teknologi informasi sangat berkembang pesat dan mempengaruhi kehidupan manusia.

Ketergantungan yang berlebihan terhadap internet bisa berdampak buruk pada kehidupan manusia, terutama remaja di generasi milenial yang sulit lepas dari gadget. Dampak buruk internet yang dikhawatirkan adalah dijadikannya internet sebagai sumber kejahatan dan penyebaran penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS.

Data

Namun sangat disayangkan, minimnya edukasi tentang gadget berdampak buruk bagi remaja di beberapa tahun belakang ini. Berdasarkan data Usage and Population Statistic dalam situsnya www.internetworldstats.com melansir data pengguna internet Indonesia sebanyak 132,7 juta orang per 30 Juni 2017. Dengan kata lain 50,4% penduduk Indonesia memiliki ketergantungan dengan internet. Dari 50,4% itu tercatat 80% pengguna internet di dominasi oleh remaja. Parahnya lagi sekitar 97% remaja pengguna internet mengakses situs porno. Dari sanalah bibit permasalahan dimulai.

Urgensi Permasalahan

Kriminilitas semakin merajalela ketika tidak terkontrolnya penggunaan internet. Kasus pedofilia, tindakan asusila, bahkan penyebaran virus HIV bisa terjadi. Bahkan beberapa minggu yang lalu di berita terkuak tindak kejahatan penyebaran virus HIV berawal dari situs media sosial. Pelaku kejahatan mengajak korban untuk jalan-jalan sampai akhirnya berhubungan badan dengan tujuan menyebarkan virus HIV. Dari kejadian tersebut dikatakan bahwa internet bisa menjadi sumber masalah yang sangat besar dan berdampak buruk jika tidak ada pengelolaan dengan baik. Atau dengan kata lain perlu adanya suatu gerakan atau komunitas yang bisa concern terhadap permasalahan internet masa kini.

Tujuan Penulisan

Berdasarkan data yang diutarakan penulis tadi, mak mucul kekhawatiran yang sangat bisa merusak generasi milenial. Adanyaa suatu komunitas yang berkelanjutan untuk aware terhadap permasalahan yang diakibatkan oleh cerobohnya bermedia sosial di generasi milenial ini adalah solusi yang tepat.

Penulis memiliki tiga tujuan penulisan dalam rangkai pemaparan implementasi pilar SDGs ke-11(Kota dan Komunitas Berkelanjutan),  antara lain :

  1. Prototype Komunitas Blogger

Tulisan ini bertujuan mengenalkan dan menyebarkan nilai-nilai positif dari Komunitas Blogger Jakarta untuk semua komunitas di Indonesia. Fokus utama penulis adalah supaya lebih menjadikan Blogger Jakarta sebagai Prototype Komunitas Berkelanjutan dalam memberantas konten negatif dan mengedukasi remaja untuk cerdas bermedia sosial.

  1. Pemberantas Pornografi

Masalah pornografi menjadi masalah yang tersembunyi (tidak banyak diungkap sumbernya) tetapi sangat buruk akibatnya. Pornografi adalah perusak generasi bangsa, terutama generasi milenial. Kenapa? Karena generasi milenial saat ini adalah pemimpin dan penentu keberhasilan suatu bangsa di tahun 2030-an. Jadi, pemaparan tulisan ini sangatlah penting untuk membuat generasi milenial ini bebas pornografi demi terciptanya Indonesia yang sehat, sejahtera, dan kompetitif di tahun 2030.

  1. Pegiat Cerdas Bermedia Sosial

Tidak banyak ditemukan generasi milenial yang tidak memiliki media sosial. Hampir setiap media sosial seperti Facebook, Instagram, Line, Twitter, dan lainnya pasti ditemukan di gadget remaja masa kini. Entah itu untuk kepentingan pribadi atau hanya iseng karena mengikuti zaman saja. Penulis ingin memberikan solusi dalam bermedia sosial sehingga media sosial menjadi sesuatu yang berguna atau tidak menjadi penghambat potensi generasi milenial.

 ISI

Internet masa kini sudah dalam genggaman gadget remaja di era digital. Kita tidak perlu susah payah mencari warnet seperti pada awal tahun 2000-an untuk mendapatkan akses informasi. Era digital sekarang ini sangat memudahkan untuk menyerap informasi baik itu berupa konten positif ataupun negatif. Filterisasi yang minim terhadap internet membuat siapa pun bebas mengaksesnya. Sayangnya “kebebasan” tersebut sampai kepada akibat yang sangat buruk.

Ketika  generasi milenial bebas mengakses internet tanpa dibekali edukasi tentang internet maka jangan heran ketika data Kemenkes tahun 2013 menyebutkan 62,3% remaja Indonesia pernah melakukan hubungan seks di luar nikah. Sehingga adanya pembekalan dini tentang internet merupakan proteksi utama dalam membentengi generasi milenial dari bahaya pornografi.

Sekarang sudah banyak sekali edukasi melalui seminar pengetahuan reproduksi bagi remaja, bahaya seks bebas, dan bahaya pornografi. Namun jarang sekali solusi berupa edukasi sumber utama dari seks bebas atau pornografi, yaitu edukasi internet bagi remaja. Dalam hal ini penulis sebagai bagian dari Co-Founder Komunitas Blogger Jakarta ingin berbagi gagasan yang diangkat sebagai solusi permasalahan internet bagi remaja generasi milenial.

Blogging

Blogging adalah aktivitas menyebarkan informasi berupa tulisan, gambar,  dan atau video yang dimuat dalam website/blog. Blogger yang baik adalah penyebar informasi dengan konten positif didalamnya baik untuk kepentingan pribadi, bisnis, ataupun sosial. Blogger menjadi garda terdepan dalam pemberantasan konten negatif karena sumber utama segala informasi utama sebelum disebarkan ke netizen, akan “diproduksi” terlebih dahulu oleh seorang blogger.

Komunitas Blogger Jakarta mempunyai dua agenda utama yaitu agenda internal dan eksternal. Agenda internal adalah soliditas tim dalam rangka memperkuat anggota dan menyatukan visi misi untuk selalu tetap menyebarkan konten positif. Sedangkan agenda eksternal adalah program edukasi kepada remaja tentang dunia digital atau blogging yang bertujuan memperkaya wawasan dan memproteksi remaja dari konten negatif.

Kehadiran Komunitas Blogger Jakarta dalam mengedukasi internet remaja di Jakarta sangatlah penting. Mengingat data dari www.dialektika.net menyebutkan kota dengan pengakses terbesar situs porno di Indonesia adalah Jakarta diikuti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Fokus kita sebagai komunitas berkelanjutan ada dua yaitu, produktivitas remaja di media sosial dan pemberantasan pornografi di kalangan netizen.

Kenapa berkelanjutan? Karena wacana pemberantasan pornografi sudah pernah dicanangkan oleh Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring pada periode tahun 2009-2014. Sampai sekarang pun situs porno sangat sulit untuk diberantas secara tuntas karena banyak sekali “celah” yang digunakan pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan data dari CNN Indonesia menyebutkan Indonesia sebagai negara ketiga sebagai pengakses situs porno terbesar di dunia. Data yang mencengangkan adalah berasal dari situs pornhub yang menjadikan Indonesia sebagai pengakses situs porno dengan kenaikan sebesar empat kali lipat pada tahun 2015. Data ini akan terus meningkat ketika tidak ada yang sadar akan hal itu.

Komunitas Blogger Jakarta ingin mengimplementasikan program SDGs (Sustainable Development Goals) pilar ke- 11 yaitu Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk pelaksanaan pilar SDGs Kota dan Komunitas Berkelanjutan adalah secara kontinyu memberikan edukasi dan solusi permasalahan di dunia digital.

Beberapa program yang sudah dilakukan adalah “Blogger Jakarta Goes To School” dan “Sharing Session”. Dua kegiatan ini memang menjadi pokok kami dalam mewujudkan program SDGs. Meskipun secara tidak langsung kami membidik target pilar ketiga SDGs (Kehidupan sehat dan Sejahtera) dan pilar keempat SDGs (Pendidikan Berkualitas).

Gambar 2. Kegiatan Sharing Session Blogger Jakarta

Menjadi prototype Komunitas Berkelanjutan dalam dunia digital untuk memberantas konten negatif dan pornografi bisa selaras dalam menciptakan Kehidupan Sehat dan Sejahtera (pilar ketiga SDGs). Potensi penye baran virus HIV/AIDS yang menjadi momok menakutkan dunia kesehatan bisa berkurang ketika remaja yang teredukasi untuk cerdas berinternet dan bermedia sosial. Tidak hanya kesehatan, Pendidikan Berkualitas (pilar keempat SDGs) juga bisa tercapai. Kualitas pendidikan ditunjang dengan remaja yang bisa memilah baik buruk dalam berinternet dan bermedia sosial sangat berpengaruh terhadap prestasi remaja di generasi milenial

Cerdas Bermedia Sosial

Setelah cerdas berinternet dengan mengakses informasi yang positif dan menghindari blog/website yang berbau pornografi. Maka langkah selanjutnya adalah dengan cerdas bermedia sosial. Apa itu cerdas bermedia sosial? Cerdas dalam manajemen waktu bermedia sosial dan juga memfilter segala konten pornografi yang bersumber dari media sosial.

Edukasi yang dilakukan Komunitas Blogger Jakarta diharapkan bisa memberikan efek positif dalam produktivitas belajar dan bermedia sosial para remaja generasi milenial. Karena penulis menyadari roda kehidupan bangsa Indonesia tahun 2030 berada ditangan generasi milenial yang saat ini sedang mengembang pendidikan sekolah. Sehingga kita di generasi sekarang sebagai penentu perubahan generasi milenial tersebut ke arah yang lebih baik atau buruk. Itu semua tergantung apa yang bisa kita berikan untuk bangsa ini dalam merealisasikan bangsa Indonesia yang cerdas dan kompeititif di mata dunia.

 PENUTUP

Kesimpulan

Komunitas Blogger Jakarta menjadi Prototype Komunitas Berkelanjutan yang ada di Indonesia yang bergerak dalam mengedukasi remaja di generasi milenial. Begitu besar dampak negatif dari penyalahgunaan internet yaitu potensi tersebarnya virus HIV/AIDS dengan pemanfaatan internet atau media sosial. Sehingga diperlukan banyak komunitas yang concern terhadap edukasi dunia digital untuk meminimalisir dampak negatif dari internet. Karena kalau bukan kita pemuda Indonesia yang peduli untuk masa depan bangsa ini, siapa lagi?

Saran

Dengan adanya tulisan ini semoga semakin banyak komunitas yang bergerak di bidang teknologi informasi untuk mencegah konten negatif dan mengedukasi remaja di generasi milenial tentang cerdas berinternet atau cerdas bermedia sosial. Sehingga

2 thoughts on “Komunitas Cerdas Era Digital

  • 09/01/2018 at 10:12 AM
    Permalink

    Setuju mas, internet punya dampak yang sangat besar saat ini. Kita sebagai pengguna yang harus cerdas. Hal yang selalu buat saya mengingatkan diri sendiri itu, manfaatnya lebih besar mana ketika saya membaca konten di facebook/instagram/twitter atau saya membaca salah satu portal favorit saya yakni medium.

    Kalau dibilang orang Indonesia kurang minat membaca saya tidak sepenuhnya setuju, karena orang Indonesia memang suka membaca, tapi platform/benda yang dibaca untuk soal buku memang sangat kurang. Karena sudah ada media gadget.

    Platform pembelajaran online seperti medium, udemy dan lainnya sepertinya juga bisa dibuat akses gratis seperti halnya iflix yang dibuat free akses oleh jasa penyedia telekomunikasi.

    Semoga bisa jadi ya bahan pemikiran demi Indonesia yang makin keren!

    Thanks mas sharingnya, keren banget.

    Reply
    • 13/01/2018 at 11:00 AM
      Permalink

      betul mas. data yang disajikan memang buku fisik. Untuk buku digital harus jadi pertimbangan apakah masih bisa dikategorikan membaca. Dan menurutku platform ebook lebih diperbanyak karena sekarang era digital. Komunitas harus cerdas di era digital ini. Semangat mas!!

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: