171 views

Blogger : Bukan Hanya Tentang Kebanggan Tetapi Tentang Kepuasan Hati

Menurutku blogger itu pekerjaan yang bisa dilakukan oleh semua orang. Mau disebut pekerjaan atau bukan tergantung pada orang itu sendiri. Jika dia seorang full time blogger  maka jelas blogging adalah kesehariannya. Karena itulah cara dia mencari nafkah. Pun juga jika dibilang bukan pekerjaan, blogging adalah kegiatan yang menyenangkan karena dilakukan sesuai passion.

Dan lebih mantapnya, jika blogging  adalah passion  yang kemudian dijadikan pekerjaan maka hasilnya bukan hanya tentang penghasilan tetapi lebih kepada kepuasan hati. Aku yang menjadi part time blogger pun sangat merasakan kesenangan yang luar biasa ketika blogging. Puncak kebahagian seorang blogger bagiku adalah ketika selesai mengerjakan tulisan.

Pertanyaan yang paling menggelitik adalah kenapa sih harus menjadi blogger? Apa yang membuat aku sendiri bangga menjadi blogger? Izinkan aku memaparkan perjalanan singkatku menjadi seorang blogger.

Blog ibarat senyawa kimia yang baru ditemukan di kalangan mahasiswa teknik. Pada tahun 2010, blog menjadi barang yang langka ketika aku menjadi mahasiswa teknik kimia di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Mungkin lebih tepatnya barang aneh dan tidak pernah disentuh. Hanya mahasiswa informatika saja yang tahu tentang blog.

Perkenalanku dengan blog berlangsung sangat singkat. Malam hari sekitar pukul setengah sembilan malam, aku duduk di bawah tangga masjid kampus untuk memulai membuat blog. Keinginan terbesarku untuk membuat blog adalah bisa mengarsipkan tulisan tentang perkuliahan.

Tidak berlangsung lama, sekitar satu jam blog wordpress pun jadi. Tentu berkat tutorial google. Mana ada mahasiswa teknik kimia secara otodidak membuat blog secepat The Flash? Aku bukan Barry Allen. Haha

Tulisan pertama yang aku buat adalah tentang Tips menjadi Mahasiswa Teknik Kimia. Sederhana sebenarnya tetapi entah datang darimana keesokan harinya komentar pun bermunculan. Rata-rata anak SMA yang menanyakan mulai dari bagaimana menyiapkan kuliah teknik kimia, seputar mata kuliah teknik kimia, sampai , prospek kerja teknik kimia.

Ketika banyak orang yang merespon terhadap tulisanku, rasanya sangat luar biasa senangnya. Pertama, aku bisa banyak berbagi dengan orang lain. Kedua, aku bisa mendapat banyak teman. Ketiga, ada kebanggan yang tersemat dalam diri dan seolah muncul begitu saja.

Rasa penyesalan pun datang ketika kolom komentar semakin banyak pertanyaan. Kenapa tidak dari dulu aku membuat blog? Bisa berinteraksi dengan banyak orang dan memberikan hal positif kepada semua orang.

Berangkat dari sana blogging  kemudian menjadi passionku. Di sela-sela tugas kuliah yang menumpuk, aku sempatkan untuk mengikuti lomba esai antar mahasiswa. Ada yang berhasil memenangkan lomba tetapi ada juga yang belum beruntung. Kalah atau menang adalah hal biasa tetapi yang penting adalah blogku terisi. Ya, setiap karya yang diikutsertakan dalam lomba maka aku posting di blog.

Blog tersebut masih ada dan tidak akan aku hapus. Karena dari sanalah tinta sejarahku sebagai seorang blogger dimulai. Inilah BLOG FERRY pertama kali.

Roda waktu pun berputar. Bak perahu yang berlayar ke tengah samudera, ombak pun semakin keras terjangannya. Blogku yang gratisan tidak akan bertahan dengan blog berbayar. Event atau lomba memang sering memberikan syarat dan ketentuan untuk blog berbayar. Meskipun tidak semuanya. Tetapi blog dengan domain berbayar lebih berkarisma dibanding blog gratisan.

Akhirnya aku pun mulai membeli domain baru. Lama-lama keranjingan ternyata. Berbagai domain sudah dibeli, mulai dari yang ekstensi com, net, web id, co id, dan id. Blog banyak tapi tidak terurus menjadi hal yang sia-sia. Apalagi tujuanku adalah mengikuti lomba blog. Buat apa blog banyak tapi tidak menghasilkan.

Aku pun memutuskan untuk mempercantik blog FERIALD.ID sebagai blog utama. Ibarat sepak bola, dialah strikernya. Blog yang lain hanya pendukung saja bahkan tidak digunakan untuk mengikuti lomba. Hanya sekedar tempat curhatan atau gurauan belaka.

Awal mula mengikuti lomba blog itu langsung fokus ke hadiahnya. Gimana caranya supaya menjadi juara. Itulah motivasiku. Hasilnya apa? NIHIL. Puluhan lomba yang aku ikuti hampir semuanya gagal. Coba apa kesalahannya? Blognya udah berbayar, tulisan sudah lumayan, desain pun tidak terlalu jelek.

Kesalahan terbesar seorang blogger versiku ketika mengikuti lomba adalah :

Pertama, Salah Niat. Apa yang terjadi ketika kegagalan seolah terus menghampiriku adalah ketika tujuanku hanya untuk hadiah semata. Bukan ajang untuk memberi informasi sehingga terlalu fokus dengan hadiah sampai kualitas tulisan pun tidak diperhatikan.

Kedua, Terlalu Menuhankan Ikhtiar. Apa yang aku tulis adalah tulisan paling bagus dan tulisan orang lain tidak akan lebih bagus daripada punyaku. Menganggap tulisan sendiri menjadi yang terbaik adalah kesalahan seorang blogger. Tidak akan mau air jernih dituang jika masih ada gelas yang penuh. Tidak akan ada ilmu yang didapat jika masih ada rasa sombong dalam diri.

Ketiga, Jarang Melihat Karya Orang Lain. Boleh jadi blogwalking  tulisan blogger lain, tapi kalau masih menganggap remeh tulisan orang lain maka pupus sudahlah esensi dari blogwalking. Mengunjungi blog orang lain adalah memperkaya wawasan kosakata, meningkatkan keilmuan bahasa, dan memperluas pengetahuan. Belajarlah dari blog orang lain karena disana pasti akan meningkatkan kapasitas diri seorang blogger.

Kebanggaan Menjadi Blogger

Apakah salah jika aku membanggakan diri sebagai blogger? Jika bangga karena juara berarti ada yang salah mengartikan sebuah kebanggan. Kebanggan menjadi blogger sejatinya adalah menjadi pelaku terdepan dalam literasi digital, penyebar informasi kebaikan, dan pemberantas hoax.

Jujur, aku tidak menafikan diri ingin mendapatkan hadiah dari setiap lomba. Apalagi blogging adalah penghasilan tambahanku. Tetapi jika passion sudah tercoreng dengan hadiah maka blogging bagiku sudah bukan menjadi passion.

Mulailah dari setiap kesalahan diperbaiki. Niat sudah kembali diluruskan. Prinsipku harus tetap sama : Tetaplah Menulis dan Biarkan Tulisan Memiliki Rezekinya Masing-Masing. 

Ya, setiap tulisan ada rejekinya. Ada satu kisah yang memang tidak akan aku lupakan. Ketika itu anakku yang masih berumur dua minggu harus dirawat di Rumah Sakit karena menderita penyakit kuning. Bulan Januari dimana hujan turun seharian membuatku susah untuk menjemurnya.  Apalagi kulitnya yang sensitif membuat sekujur tubuhnya selalu berkeringat. Bintik-bintik merah biang keringat mulai terlihat di lipatan leher, tangan, dan punggung dari kepala sampai ke pinggang. Tidak tega aku melihatnya.

Puncaknya adalah ketika biang keringat tersebut menghasilkan nanah. Satu titik biang keringat menyatu dengan titik lainnya kemudian menjadi besar, memerah, dan kuning nanah menjadi jelas terlihat. Aku pun segera membawa ke dokter dan singkat cerita bahwa udara sekitar bayi tidak sejuk sehingga timbul bintik merah dan nanah. Dokter menyarankan untuk udara di rumah dikondisikan menjadi sejuk

Dalam hati berkata boro-boro sejuk, pakai kipas angin saja masih kepanasan. Mulai dari kejadian itu terpikir untuk membeli AC. Karena belum ada dananya, aku harus memutar otak mencari uang untuk membeli AC. Karena ini sangat penting maka aku harus segera mendapatkannya.

Gayung pun bersambut, ada lomba blog dari instansi keuangan dan ini menjadi celah ikhtiarku. Tidak pikir panjang aku pun segera membuat tiga tulisan dan langsung posting di blog. Langsung aku kirimkan ke email pantia penyelenggaranya.

Sementara itu anakku dibawa ke kampung supaya sakitnya tidak terlalu parah karena cuaca di kontrakan masih ekstrim.

Aku berdoa dalam setiap shalat

Ya Allah aku ingin menang. Aku ingin beli AC untuk anakku. Sedih melihat bayi kecil mungil harus terkena penyakit kulit. 

Doa terus aku panjatkan dan MasyaAllah keajaiaban pun tiba. Seminggu berselang, pengumuman pun tiba. Akhirnya aku menjadi pemenangnya.

Kegembiraan pun hadir bersama dengan kuasa Allah. Ini benar-benar rejeki buat anakku. Aku pun langsung membeli AC demi membuat udara rumah menjadi sejuk. Alhamdulillah setelah ada AC, kulitnya menjadi normal kembali. Biang keringat pun hilang.

Itulah momen yang tidak pernah aku lupakan selama mengikuti lomba blog. Dan sekali lagi, aku meyakini setiap tulisan pasti ada rejekinya masing-masing.

Resolusi 2019

Blogging tanpa menerbitkan buku. Ya, itulah yang selalu aku lakukan selama kurang lebih setahun ke belakang. Terakhir membuat buku adalah ketika menjelang menikah saja yang aku dijadikan buku tersebut sebagai mahar pernikahan. Entah karena terlena dengan blog atau terlalu asyik dengan suasana pernikahan membuat target buku selanjutnya terbengkalai. Hehe

Di tahun 2019 ini resolusiku sebagai blogger adalah menerbitkan buku. Besar harapan menjadi best seller. Karena dengan menjadi best seller maka manfaat yang didapat pun menjadi lebih banyak. Aamiin Ya Rabb.

Aku sadar bukan manusia yang sempurna menjadi rencana-rencana kehidupan. Tapi jika aku membatasi mimpi maka aku tidak percaya kekuasaan Allah. Jadi, aku terus berjalan di atas mimpi dengan resolusi tingkat tinggi. Tetap berjalan meski banyak rintangan menghadang. Tetap melaju walau jalan selalu berliku.

Dengan tulisan ini yang aku ikutkan untuk Kompetisi Blog Nodi, aku berharap banyak blogger yang semakin terbuka wawasannya dans memiliki orientasi yang kuat untuk menjadi garda terdepan dalam literasi digital.

Blogging itu tentang passion. Jalanilah sebagaimana mestinya sebuah passion. Nikmatilah setiap kata yang terukir. Jika mulai terasa hambar, kembalilah ke kalimat awal. Blogging itu tentang passion.

8 thoughts on “Blogger : Bukan Hanya Tentang Kebanggan Tetapi Tentang Kepuasan Hati

  • 24/01/2019 at 2:26 PM
    Permalink

    Setuju, blogging, sebagaimana setiap pekerjaan, perlu dijalani dengan sepenuh hati dan segenap jiwa. Ada nikmat di setiap aktivitas yang dijalani dengan sungguh-sungguh karena passion tertambat di sana

    Reply
    • 24/01/2019 at 4:02 PM
      Permalink

      Bekerja sesuai passion itu menyenangkan. Thanks bro sudah berbagi 🙂

      Reply
    • 25/01/2019 at 2:16 PM
      Permalink

      Yes, setuju kan? InsyaAllah tidak usah risau jika belum berhasil menang lomba. ada cara lain yang Allah berikan untuk tulisan kita.

      Reply
  • 30/01/2019 at 11:41 PM
    Permalink

    Dan dari blog lah kita kenal yah om, masya Allah keren om cerita tentang AC nya, benar2 tersentuh aku bacanya 🙂

    Reply
    • 31/01/2019 at 7:47 PM
      Permalink

      Betul om silaturahim by blog. Makasih om udh dibaca. 🙂

      Reply
  • 07/02/2019 at 9:13 PM
    Permalink

    pekerjaan tercinta untuk orang tercinta,,
    ada sebuah makna dibalik kalimat ini mas, sepertinya tentang perjuangan yang sesuai dengan passsionya
    semangat mas semoga resokusi 2019 tercapai. Amin
    Salam kenal mas:)

    Reply
    • 08/02/2019 at 8:30 AM
      Permalink

      Salam kenal. Terima kasih sudah berkunjung. Aamiin terima kasih doanya. Semoga terkabul juga resolusi mas nya 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *