SMS berdatangan hampir setiap hari. Isinya tidak jauh dari pinjaman online. Maklum sekarang serba online bahkan untuk meminjam uang pun bisa memanfaatkan internet. Dengan syarat yang mudah, kita bisa meminjam jutaan rupiah

Harum bak semerbak bunga di taman. Aroma bunga pun tak luput dari pinjaman online. Bunga kecil menjadi penggiur calon nasabah. Tapi yang jelas, besar atau kecil bunga pastilah itu RIBA!

SMS Pinjaman Online (dok. Pribadi)

Mungkin bisa saja saya tergiur untuk meminjam uang. Apalagi waktu itu saya sangat membutuhkan uang. Namun saya urungkan kembali niat tersebut karena khawatir terkena penipuan. Apalagi saya sudah mengerti yang mereka tawarkan adalah praktik ribawi.

Saya pernah terjerat dalam lingkaran riba. Itu terjadi sekitar enam tahun lalu. Waktu itu saya bertransaksi dengan salah satu asuransi yang bekerja sama dengan dealer motor. Karena tergiur DP murah, saya pun tidak pikir panjang untuk segera membayarnya. Sisanya dibayarkan secara berkala atau menyicil selama satu tahun.

Saya harus menanggung risiko membayar cicilan motor plus bunga yang diberikan pihak asuransi. Memang awalnya DP yang tidak terlalu besar tersebut mempermudah proses jual beli. Tetapi setelah dihitung-hitung ternyata lumayan besar total uang yang harus dibayarkan.

Sejenak saya pun berpikir,

“Kalau ada uang cash mendingan saya langsung bayar aja gak usah nyicil kayak gitu.”

Sejujurnya saya belum mengerti apa itu riba, seperti apa transaksi riba, dan yang paling mengerikan adalah apa dosa riba. Untuk itu kemudian saya mempelajari riba dari berbagai sumber yang terpercaya. Saya pun membaca tulisan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal yang merupakan Pimpinan Redaksi muslim.or.id, Pengasuh Rumaysho.com, Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Panggang – Gunungkidul, DI Yogyakarta. Beliau menuliskan setidaknya ada tiga belas dosa riba yang ngeRIBAnget. Dosa riba yang paling ringan seperti menzinai ibu kandung sendiri.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرِّبَا سَبْعُونَ حُوبًا أَيْسَرُهَا أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ

Riba itu ada tujuh puluh dosa. Yang paling ringan adalah seperti seseorang menzinai ibu kandungnya sendiri.” (HR. Ibnu Majah)

Mengerikan, bukan? Begitulah jika kita memahami dosa riba. Sungguh dosa yang paling ringan pun teramat sangat berat. Saya pun bertobat untuk meninggalkan praktik ribawi. Disamping merugikan di dunia, juga di akhirat mendapat siksa.

Dengan mengucap bismillah, saya pun mengembalikan motor cicilannya. Untuk beberapa minggu, saya pun bepergian tanpa menggunakan kendaraan pribadi. Sampai pada suatu waktu, keajaiban itu datang.

Dengan azam yang kuat, saya berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan motor. Saya mengikuti beberapa lomba blog, lomba menulis, dan beberapa kompetisi lainnya. Tentu hadiahnya bisa dikumpulkan untuk membeli motor.

Kuasa Allah berkehendak, berawal dari lomba menulis “ yang diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya. Alhamdulillah saya menjadi juara utama mendapatkan sepeda motor.

Alhamdulillah bisa jadi juara (dok. Pribadi)

Terharu luar biasa ketika menghadiri acara penghargaan di Polda Metro Jaya. Tidak menyangka bisa menjadi juara dari ratusan peserta yang mendaftar. Hanya bermodal ikhtiar, doa, dan tawakal maka Allah wujudkan salah satu mimpi saya untuk mendapatkan motor tanpa riba.

Itulah pengalaman saya yang paling berkesan dalam hijrah meninggalkan riba. Jika kita berhijrah karena Allah maka rejeki akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Yang paling berat dalam hijrah adalah bagaimana kita bisa istiqamah dalam hijrah. Salah satu cara terbaik untuk bisa istiqamah adalah mencari lingkungan yang baik. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan relawan dari Rumah Zakat.

Saya membantu kegiatan istri saya yang bekerja di Rumah Zakat khususnya bidang sosial, seperti mengelola posyandu, baksos, pengobatan gratis, dan kegiatan seputar kesehatan masyarakat.

Masih ingat ketika istri yang masih hamil dua bulan mengantarkan bingkisan lebaran untuk kaum dhuafa di wilayah Bekasi. Mengelilingi kota Bekasi untuk mencari mustahik membuat rasa lelah tidak terhindarkan. Apalagi ketika bulan Ramadhan, sungguh terasa lelahnya.

Membagikan Bingkisan Lebaran (dok. Pribadi)

Namun rasa lelah menjadi hilang seketika ketika mendapati senyuman dari para mustahik yang bahagia mendapatkan bingkisan lebaran.

Kegiatan posyandu juga tidak kalah berkesan ketika saya bisa membantu istri yang mengelola kesehatan masyarakat wilayah Bekasi Timur. Pengalaman yang luar biasa bisa bercengkerama dengan balita, ibu-ibu, dan nenek-nenek yang hadir di posyandu balita dan posyandu lansia.

Persiapan Posyandu di Kelurahan Margahayu, Bekasi (dok. Pribadi)

Senada dengan istiqamah dalam hijrah, hal yang selanjutnya dilakukan adalah bekerja sama dalam hijrah. Kampanye Gerakan #AyoHijrah adalah salah satu sarana untuk menyukseskan hijrah seseorang. Ketika hijrah menjadi sebuah gerakan maka semakin banyak orang tertarik untuk berhijrah dan sama-sama berkomitmen untuk istiqamah dalam hijrah.

#AyoHijrah adalah seruan dari PT Bank Muamalat Indonesia kepada masyarakat untuk senantiasa mulai berhijrah, terutama dalam layanan perbankan. Seperti dilansir dalam websitenya, Bank Muamalat mendefiniskan #AyoHijrah sebagai  gerakan yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama selalu meningkatkan diri ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan kita dengan Sang Pencipta, tapi juga merupakan jalan hidup (way of life) sehingga #AyoHijrah juga mengajak untuk menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang baik dan berkah.

Grand Launching #AyoHijrah (dok. Bank Muamalat Indonesia)

Grand launching #AyoHijrah dilaksanakan pada hari Senin, 8 Oktober 2018 di Muamalat Tower, Jakarta. Pak Achmad K. Permana selaku CEO Bank Muamalat mengatakan bahwa konsep berhijrah itu meliputi tiga hal, yaitu memulai, melengkapi, dan menyempurnakan.

“Hijrah punya makna yang luas. Bagi yang belum berhijrah, kampanye ini bisa jadi momentum untuk memulai, dan bagi yang sudah memulai berhijrah agar dapat melengkapi serta menyempurnakan diri dengan ajaran yang sesuai syariat”.  Achmad K. Permana, CEO Bank Muamalat.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa tingkat kesadaran literasi keuangan syariah pada tahun 2016 hanya 8,11%. Pangsa pasar perbankan Syariah pun masih berada di angka 5,7%. Hal ini membuktikan bahwa ada potensi besar untuk peluang Bank Syariah tumbuh besar.

“Peluang bank syariah untuk tumbuh masih amat besar. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan pertumbuhan ekonomi juga cukup baik,” imbuh Pak Achmad.

Dengan adanya kampanye #AyoHijrah maka Bank Muamalat sebagai pelopornya ingin membangun ekosistem syariah di Indonesia. Bank yang mempunyai kantor cabang sebanyak 276 kantor dengan kurang lebih 1,5 juta nasabah tersebut ingin memanfaatkan teknologi digital dalam mengampanyekan #AyoHijrah.

Bank Muamalat yang sudah didukung 103 mobile branches dan 710 ATM meluncurkan produk layanan perbankan dengan menyematkan kata “Hijrah”.

Produk Layanan “Hijrah” Bank Muamalat Indonesia (Infografis by Ferry Aldina)

Gerakan #AyoHijrah mengajak masyarakat untuk menggunakan layanan perbankan Syariah dengan produk layanan yang sudah diluncurkan oleh Bank Muamalat Indonesia. Dengan adanya gerakan #AyoHijrah maka bisa meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik. Kemudian menjadikan hidup menjadi tenang dan berkah.

Contoh kegiatan yang dimaksudkan antara lain seperti :

  • Seminar / edukasi tentang perbankan Syariah
  • Open booth di pusat kegiatan masyarakat
  • Kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama
  • Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan Syariah

Adapun tujuan gerakan #AyoHijrah adalah peningkatan kualitas diri, baik secara individu, maupun organisasi, untuk semakin kaffah menjalankan syariat islam, khususnya dalam konteks layanan perbankan syariah. Cita-cita yang hendak diwujudkan oleh Bank Muamalat adalah menyetarakan pertumbuhan nasabah Bank Syariah agar setara dengan kondisi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim.

Buat teman-teman pembaca pastinya familiar dengan Bank Muamalat. Tapi mungkin belum terlalu secara detail mengenai Bank Muamalat. Ada empat fakta menarik tentang Bank Muamalat Indonesia, antara lain :

1. Bank Pertama Murni Syariah di Indonesia

PT Bank Muamalat Indonesia TBk atau Bank Muamalat Indonesia memulai perjalanan bisnisnya sebagai Bank Syariah pertama di Indonesia pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H. Pendirian Bank Muaalat Indonesia digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) , dan pengusaha muslim Indonesia. Bank Muamalat Indonesia secara resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H.

Produk Syariah pun bermunculan seperti Asuransi Syariah (Asuransi Takaful), Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat), dan multifinance Syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance). Selain itu, pada 27 Oktober 1994, Bank Muamalat Indonesia mendapatkan izin sebagai Bank Devisa dan terdaftar sebagai perusahaan publik yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain

Sebagai Bank Pertama Murni Syariah, Bank Muamalat tetap menjaga kemurnian syariahnya dengan tidak menginduk dari bank lain. Pada tahun 2003 pun Bank Muamalat melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)  sebanyak lima kali dan menjadi Lembaga perbankan pertama di Indonesia yang mengeluarkan Sukuk Subordinasi Mudharabah.

3. Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Ekonomi Syariah

Bank Muamalat secara konsisten tetap menjalankan aktivitas perbankan Syariah dengan mengeluarkan produk-produk Syariah. Pengelolaan dana di Bank Muamalat pun didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi Syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.

Dewan Pengurus Syariah inilah yang mengawasi sekaligus bertanggung jawab dalam proses pengembangan produk baru Bank. Selain itu Dewan Pengawas Syariah juga memberikan arahan dan nasihat tentang kegiatan Bank supaya sesuai dengan Prinsip Syariah, Kemudian Memastikan pemenuhan prinsip Syariah atas pedoman operasional dan produk yang dikeluarkan Bank, meminta fatwa kepada Dewan Syariah Nasional tentang produk baru Bank, dan melakukan review secara berkala tentang pengelolaan dana dan produk agar tetap dalam prinsip Syariah.

4. Bank Muamalat memiliki produk dan layanan keuangan lengkap

Produk dan layanan Bank Muamalat terdiri dari Pembiayaan, Tabungan, Giro, Deposito, International Banking, Trade Finance, dan Layanan Corporate.

Sumber Bank Muamalat Indonesia (Edited by Ferry Aldina)

Semua produk dan layanan dari Bank Muamalat sudah berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi Syariah. Sepert contohnya produk giro yang berbasis akad wadiah yang memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Kemudian produk deposito yang memiliki akad mudharabah sehingga bisa memberikan keuntungan bagi hasil yang optimal, fleksibel, dan ketenangan hati dalam bertransaksi.

Bank Muamalat Indonesia menggunakan akad perbankan Syariah. Adapun akad perbankan Syariah, seperti murabahah, musyarakah, musyarakah mutanaqisah, dan mudharabah muqayyadah.

MURABAHAH Akad jual beli dimana harga dan keuntungan disepakati antara penjual dan pembeli. Jenis dan Jumlah barang dijelaskan dengan rinci. Barang diserahkan setelah akad jual beli dan pembayaran bisa dilakukan secara mengangsur/cicilan atau sekaligus.

MUSYARAKAH Akad antara dua pemilik modal atau lebih untuk menyatukan modalnya pada usaha tertentu, sedangkan pelaksananya bisa ditunjuk salah satu dari mereka. Akad ini diterapkan pada usaha/proyek yang sebagiannya dibiayai oleh lembaga keuangan sedangkan selebihnya dibiayai oleh nasabah.

MUSYARAKAH MUTANAQISAH Akad antara dua pihak atau lebih yang berserikat atau berkongsi terhadap suatu barang dimana salah satu pihak kemudian membeli bagian pihak lainnya secara bertahap. Akad ini diterapkan pada pembiayaan proyek yang dibiayai oleh lembaga keuangan dengan nasabah atau lembaga keuangan lainnya dimana bagian lembaga keuangan secara bertahap dibeli oleh pihak lainnya dengan cara mencicil. Akad ini juga terjadi pada mudharabah yang modal pokoknya dicicil, sedangkan usaha itu berjalan terus dengan modal yang tetap.

MUDHARABAH MUQAYYADAH Akad yang dilakukan antara pemilik modal untuk usaha yang ditentukan oleh pemilik modal (shahibul mal) dengan pengelola (mudharib), dimana nisbah bagi hasil disepakati di awal untuk dibagi bersama, sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik modal. Dalam terminologi perbankan syariah ini lazim disebut Special Investment.

Selain itu ada beberapa cara kerja bank muamalat yang menggunakan akad dengan nasabah, yaitu :

SALAM Jual beli dengan cara pemesanan, di mana pembeli memberikan uang terlebih dahulu terhadap barang yang telah disebutkan spesifikasinya, dan barang dikirim kemudian, Salam biasanya dipergunakan untuk produk-produk pertanian jangka pendek. Dalam hal ini lembaga keuangan bertindak sebagai pembeli produk dan memberikan uangnya lebih dulu sedangkan para nasabah menggunakannya sebagai modal untuk mengelola pertaniannya.

ISTISHNA’ Jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang berdasarkan persyaratan serta kriteria tertentu, sedangkan pola pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan kesepakatan (dapat dilakukan di depan atau pada saat pengiriman barang). MUDHARABAH Akad yang dilakukan antara pemilik modal (shahibul mal) dengan pengelola (mudharib) dimana nisbah bagi hasil disepakati di awal, sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik modal.

WADI’AH Akad yang terjadi antara dua pihak, dimana pihak pertama menitipkan suatu barang kepada pihak kedua. Lembaga keuangan menerapkan akad ini pada rekening giro.

WAKALAH Akad perwakilan antara satu pihak kepada yang lain. Wakalah biasanya diterapkan untuk pembuatan Letter of Credit, atas pembelian barang di luar negeri (L/C Import) atau penerusan permintaan.

IJARAH Akad sewa menyewa barang antara kedua belah pihak, untuk memperoleh manfaat atas barang yang disewa. Akad sewa yang terjadi antara lembaga keuangan (pemilik barang) dengan nasabah (penyewa) dengan cicilan sewa yang sudah termasuk cicilan pokok harga barang sehingga pada akhir masa perjanjian penyewa dapat membeli barang tersebut dengan sisa harga yang kecil atau diberikan saja oleh bank. Karena itu biasanya Ijarah ini dinamai dengan al Ijarah waliqtina’ atau al Ijarah alMuntahia Bittamliik.

KAFALAH Akad jaminan satu pihak kepada pihak lain. Dalam lembaga keuangan biasanya digunakan untuk membuat garansi atas suatu proyek (performance bond), partisipasi dalam tender (tender bond) atau pembayaran lebih dulu (advance payment bond).

HAWALAH Akad pemindahan utang/piutang suatu pihak kepada pihak yang lain. Dalam lembaga keuangan hawalah diterapkan pada fasilitas tambahan kepada nasabah pembiayaan yang ingin menjual produknya kepada pembeli dengan jaminan pembayaran dari pembeli tersebut dalam bentuk giro mundur. Ini lazim disebut Post Dated Check. Namun disesuaikan dengan prinsip-prinsip Syariah.

RAHN Akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak yang lain, dengan uang sebagai gantinya. Akad ini digunakan sebagai akad tambahan pada pembiayaan yang berisiko dan memerlukan jaminan tambahan. Lembaga keuangan tidak menarik manfaat apapun kecuali biaya pemeliharaan atau keamanan barang tersebut.

QARD Pembiayaan kepada nasabah untuk dana talangan segera dalam jangka waktu yang relatif pendek, dan dana tersebut akan dikembalikan secepatnya sejumlah uang yang digunakannya. Dalam transaksi ini, nasabah hanya mengembalikan pokok.

Menunggu antrian di Bank Muamalat Indonesia (dok. Pribadi)

Kalau hanya browsing di internet tentang Bank Muamalat Indonesia rasanya kurang lengkap jika tidak menjadi nasabahnya. Istri sudah menjadi nasabah Bank Muamalat mulai dari tahun 2015. Kebetulan Rumah Zakat, tempat istri bekerja, bekerja sama dengan Bank Muamalat. Alhamdulillah tidak pernah bermasalah dan kalau ada keluhan bisa diselesaikan dengan baik oleh customer service Bank Muamalat.

Hari ini, jumat (03/05/19) saya bersama istri ingin mengganti rekening Bank Muamalat menjadi rekening bank berakad wadiah. Setelah sholat jumat, sekitar pukul dua siang, saya dan keluarga berangkat menuju Kantor Cabang Bank Muamalat Indonesia yang berada di Ruko Kalimas, Bekasi Timur.

Definisi Hijrah (dok. Pribadi)

Saat masuk ke ruangan disambut dengan salam dari Pak Security yang baik hati.

“Assalamu’alaikum, Pak. Ada yang bisa dibantu?”

“Saya mau ke customer service, Pak.”

“Oh, silakan Pak ini nomor antrian ke-30 ya.”

“Iya, Pak. Terima kasih”

Begitulah percakapan singkat saya menuju ruangan Kantor Cabang Bank Muamalat yang sudah dirias bak pesta ulang tahun. Tertulis angka “27” di belakang teller menandakan Bank Muamalat sudah menjalani proses bisnis syariahnya di Indonesia selama 27 tahun lamanya.

Selang beberapa menit, nomor antrian saya pun disebut. Saya langsung menuju meja customer service dan segera dijelaskan dulu perihal rekening wadiah.

“Rekening wadiah ini tabungan yang tanpa biaya admin.”kata Pak Roni, customer service Bank Muamalat Cabang Bekasi Ruko Kalimas.

Menyiapkan dokumen yang harus diisi (dok. Pribadi)

Customer service yang ramah tersebut menjelaskan secara detail keuntungan menjadi nasabah rekening wadiah, kartu ATM chip, GPN (Gerbang Pembayaran Nasional), dan produk-produk lainnya. Tidak bosan mendengarkan penjelasannya dan keramahannya pun selalu diingat.

Sekitar setengah jam proses pembuatan rekening baru dan penggantian kartu ATM chip bertanda GPN pun selesai. Saya pun tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih sembari berfoto bareng.

“Terima kasih, Kang.”

Bersama Pak Roni, Customer Service Bank Muamalat Indonesia Cabang Ruko Kalimas Bekasi Timur (dok. Pribadi)

Ucapan terima kasihnya pun mengiringi langkah saya dan keluarga menuju pintu keluar kantor.

“Assalamu’alaikum, Pak. Hati-hati di jalan.”

“Wa’alaikumsalam, Pak. Terima kasih.”

Pak Security yang baik hati pun tidak lupa mengucapkan salam perpisahan kepada kami dan kami pun menuju masjid terdekat untuk melaksanakan shalat Ashar. Hanya perasaan nyaman yang melekat ketika menjadi nasabah dan bertransaksi di Bank Muamalat Indonesia.

Terima kasih Bank Muamalat Indonesia

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition #AyoHijrah Bank Muamalat Indonesia

Sumber  Referensi Tulisan :

DOSA RIBA : https://rumaysho.com/15352-13-hal-yang-menunjukkan-riba-itu-ngeribanget.html

SEPUTAR HIJRAH : https://www.bankmuamalat.co.id/seputar-ayo-hijrah

GRAND LAUNCHING : https://www.bankmuamalat.co.id/berita/ajak-masyarakat-hidup-berkah-bank-muamalat-kampanye-ayohijrah1

PROFIL BANK MUAMALAT : https://www.bankmuamalat.co.id/profil-bank-muamalat

PRODUK & LAYANAN BANK MUAMALAT : https://www.bankmuamalat.co.id/produk-layanan-corporate

8 thoughts on “#AyoHijrah Generasi Milenial untuk Hidup Lebih Berkah Bersama Bank Muamalat Indonesia

  1. Masya Allah ternyata yg polda dpt motor tho om, mantabbb. Btw emg ngeri beli motor kredit. Motorku dirampas leasing gara2 gak bs bayar bunga. Dan aku beli motor lagi cash dr hasil ngeblog, alhamdulillah. Berarti skrg siap2 umroh ya om, amin.

  2. Keren mas bro, emang ya Riba Zaman Now itu macem-macem bentuknya, makanya kadang kita nggak sadar kalo udah terjebak didalamnya. semoga kita semua bisa terjaga dari hal-hal yang dibenci Allah Seperti itu. aamiin aamiin Ya Rabb.

    salam blogger dan salam HOKI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *