Asia Pacific Predator League adalah turnamen kelas dunia terbesar di Asia Pasifik. Pada Januari 2018, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Grand Final Asia Pacific Predator League 2018 untuk pertama kalinya di Jakarta, Indonesia. Acer yang menjadi penyelenggara sukses mengadakan acara gaming terbesar se-Asia Pasifik tersebut dengan memperebutkan title tim DOTA 2 terbaik dan hadiah yang tidak kalah menarik.

Melanjutkan kesuksesan tahun 2018, Asia Pacific Predator League 2019 kembali digelar lebih spektakuler. Pasalnya Asia Pacific Predator League 2019 ini menghadirkan dua game populer saat ini, yaitu DOTA 2 dan PUBG (Player Unknown’s Battlegrounds). Dengan melibatkan 14 negara diantaranya : Australia, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Vietnam, Thailand, Hongkong, China, Jepang, Korea, dan Vietnam.

Press Conference Asia Pasific Predator League 2019 diadakan di KEDASI @ The Cause Event Space & Auditorium, Graha Niaga Thamrin Level 6, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Acara dihadiri oleh berbagai media, blogger, influencer, youtuber, dan game enthusiast. 

Herbet Ang, Presiden Director Acer Indonesia (Dok. FERIALD)

Herbet Ang sebagai Presiden Director Acer Indonesia, menyebutkan bahwa Asia Pacific Predator League 2019 ini akan menghasilkan talenta-talenta berbakat dalam industri gaming. Acer percaya industri gaming terus bertumbuh.

“Digelarnya kembali Asia Pacific Predator League adalah bukti konsistensi kami dalam memajukan industri gaming dan mendukung gamers melalui platform yang mempertemukan talenta-talenta terbaik di kawasan. Melalui turnamen semacam ini, kami percaya mampu menggugah minat para remaja untuk serius menekuni hobis eSports mereka,” ujar Herbet Ang.

Yohan Wijaya, Sales Director at Intel Corporation. (Dok. FERIALD)

Senada dengan Herbet Ang, Yohan Wijaya selaku Sales Director at Intel Corporation , mengatakan bahwa industri gaming yang berkembang selaras dengan jumlah gamers yang meningkat pesat.

“Jumlah gamers di Asia Pasifik lebih besar dari jumlah penduduk Indonesia, yaitu sebanyak 279 juta Gamers di Asia Pasifik. Pertumbuhan game di Asia Pasifik juga lebih tinggi yaitu 7% dibanding dengan pertumbuhan global yang hanya sebesae 5%.” tambah Yohan Wijaya.

Eddy Lim, Chairman of IESPA (DOK. FERIALD)

Chairman of IESPA, Eddy Lim, dalam Press Conference APAC Predator League 2019, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah Indonesia sangat baik untuk perkembangan industri gaming tanah air. Seperti halnya pada gelaran Asian Games 2018 yang sudah memasukan eSport menjadi salah satu cabang olahraga yang ditandingkan. Ini menjadi motivasi para gamer Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya.

Talkshow bersama Melon dan Andrias Lesmana (Dok. FERIALD)

Kemudian Andrias Lesmana, Product Manager Acer Indonesia, mengutarakan bahwa market gaming yang semakin meningkat menjadikan sebagai daya pacu bagi Acer untuk lebih baik lagi. Untuk itu dalam gelaran Asia Pasific Predator League 2019 ini harus lebih baik dan akan menampilkan tiga hal yang WAH.

Pertama, Country yang terlibat. Jika pada APAC Predator League 2018 dilibatkan 8 negara, maka pada tahun 2019 menjadi 14 negara.

Kedua, Game yang ditandingkan. Karena banyak permintaan game PUBG untuk diikutsertakan, maka secara resmi PUBG menjadi game yang dilombakan bersama dengan DOTA 2. Diharapkan ini menambah seru di Asia Pacific Predator League 2019.

Ketiga, Hadiah yang diperebutkan. Total sekitar Rp 6 Miliar menjadi motivasi para gamer se-Asia Pasifik untuk menunjukkan kemampuannya. Disamping itu juga ada hadiah per Country untuk para gamer yang berhasil menang di negaranya.

Klasifikasi game PUBG akan dimulai pada tanggal 26 November sedangkan untuk DOTA 2 dimulai pada 12 November. Sedangkan untuk registrasinya sudah dimulai dari hari ini (30 Oktober 2018).

Asia Pacific Predator League 2019 (Dok. FERIALD)

Pada tahun 2019, diharapkan akan jauh lebih baik dari gelaran APAC Predator League sebelumnya. Kesuksesan di tahun lalu akan dilanjutkan dalam ajang bergengsi para gamers se Asia Pasifik ini.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Talkshow bersama Melon, Herbet Ang, dan Andrias Lesmana. Dalam bincang-bincang seru ini banyak sekali informasi yang dapat digali untuk para gamers khususnya.

Perlu diketahui bahwa klasifikasi untuk game DOTA 2 maupun PUBG akan dilakukan di 16 iCafe yang sudah ditunjuk. Yang kemudian juara-juara dari masing-masing iCafe di masing-masing daerah akan didatangkan langsung untuk bertanding kembali di Jakarta.

Melon, Caster DOTA 2 yang sudah tidak asing di mata gamers Indonesia, mengatakan bahwa ada feedback yang akan diterima oleh gamer iCafe itu sendiri. Diantaranya akan menambah user baru sedangkan untuk gamer akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan bahkan menjadi squad terbaik yang mewakili Indonesia.

Herbet Ang dan Andrias Lesmana optimis untuk kesuksesan gelaran Asia Pasific Predator League 2019 dengan berbekal pengalaman di tahun lalu dan tim internal yang semakin kompak dan siap menatap Asia Pacific Predator League 2019.

PG BARRACK VS THE PRIME (Dok. FERIALD)

Acara Press Conference pun diakhiri dengan Kick Off pertama dari Suad PG Barrack melawan The Prime. Dengan dipandu caster Melon dan Dimas DZ. Kedua squad ini merupakan invited team dari delapan team yang diundang, diantaranya EVOS, BOOM.ID, ALTER.EGO, CAPCORN, JUGGERNAUT, REX.REGUM.QUEEN, PG BARRACK, dan THE PRIME.

Kick Off DOTA 2 (Dok. FERIALD)
Gamers (Dok. FERIALD)

Keseruan pertandingan game akan berlanjut dalam beberapa hari kedepan. Dengan menjunjung optimisme tinggi, semoga gamers tanah air bisa membanggakan nama Indonesia di level internasional. Untuk kalian yang belum registrasi, secepatnya langsung kunjungi website Predator League 2019 .

By FERIALD.ID

3 thoughts on “Asia Pacific Predator League 2019 Kembali Digelar, Bersiaplah Menatap Perubahan yang Spektakuler!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *