Andai Aku Berada di IMF-WBG Annual Meetings 2018

Halo Sobat Pembaca! Sudah tahu kan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018? Eits tapi bukan hanya Asian Games saja lho. Indonesia juga menjadi tuan rumah International Monetary Fund and World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meetings 2018. Apa sih IMF-WBG Annual Meetings 2018 ini? Ini event tingkat dunia lho! Simak terus tulisan dan harapan saya mengenai IMF-WBG Annual Meetings 2018 ya. Let’s continue reading.

Sobat pembaca pasti mengikuti perkembangan Asian Games kan? Kini Indonesia sudah berhasil melampaui target medali emasnya. Torehan 30 emas sudah didapat kontingen kita dari 20 medali emas yang menjadi target. Kita sangat bangga terhadap prestasi para pahlawan olahraga. Tingkat Asia saja kita sangat memanfaatkan momentum tersebut, apalagi jika Indonesia menjadi tuan rumah tingkat dunia. Pastinya tidak akan dilewatkan kesempatan yang langka itu.

Berbicara tentang event tingkat dunia, tahun 2018 ini Indonesia mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah International Monetary Fund and World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meetings 2018. Setelah Jakarta dan Palembang menjadi kota penyelenggara Asian Games 2018, mata dunia kembali tertuju ke Bali dimana kota perhelatan ekonomi terbesar di dunia tersebut akan berlangsung.

Seputar IMF-WBG Annual Meeting 2018

Proses Pemilihan Tuan Rumah IMF-WBG Annual Meetings 2018 (www.am2018bali.go.id)

Sobat pembaca perlu tahu nih menjadi tuan rumah untuk IMF-WBG Annual Meetings ini perlu perjuangan lho. Kenapa? Karena banyak step yang harus dilewati Indonesia. Sejak September 2014 dimulai dengan penyerahan proposal, proses bidding & penilaian, sampai dengan penetapan tuan rumah IMF-WBG Annual Meetings. Saingan terberat Indonesia untuk menjadi tuan rumah adalah Mesir dan Senegal. Pasalnya Senegal memiliki ambisi besar untuk menjadi tuan rumah karena belum pernah ada negara di kawasan Afrika yang terpilih menjadi tuan rumah. Sedangkan Mesir sebenarnya pernah terpilih pada tahun 2012 karena faktor ketidakstabilan politik, IMF-WBG Annual Meetings 2012 dipindahkan ke Tokyo.

Setelah penandatanganan “Agreement for the 2018 Annual Meetings of the Boards of Governors of the IMF dan the World Bank Group” pada tanggal 10 Oktober 2015, Indonesia secara resmi terpilih menjadi Tuan Rumah IMF-WBG Annual Meetings 2018. Sebelumnya Peru menjadi tuan rumah pada tahun 2015 dan Amerika Serikat secara berturut-turut menjadi tuan rumah pada tahun 2016 dan 2017.

Beberapa rangkaian pertemuan pada Annual Meetings terdiri atas:

  1. Main Events: Plenary Meeting, Development Committee (DC) Meeting dan International Monetary and Financial Committee (IMFC) Meeting  dihadiri oleh seluruh Dewan Gubernur  World Bank dan IMF
  2. Side Events: Rangkaian pertemuan (±2.000 pertemuan) yang diselenggarakan bersamaan/ menjelang Main-Events oleh MTS IMF-WBG maupun private sector, berupa pertemuan/gala dinner/lunch meeting/seminar/workshop,  antara pelaku bisnis, lembaga keuangan, maupun pertemuan dengan Menteri Keuangan/Gub. Bank Sentral dari 189 Negara.
Host Country of IMF-WBG Spring and Annual Meetings dari tahun 2015-2019 (https://www.imf.org)

Annual Meetings 2018 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 8-14 Oktober ini sudah dicek persiapannya oleh Managing Director Internasional Monetary Fund (IMF) Christine Lagard yang langsung mengunjungi venue di Nusa Dua Bali. Beliau sangat mengapresiasi kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah.

Perhelatan ekonomi dan keuangan terbesar ini akan dihadiri oleh 15 ribu partisipan! Ditambah kehadiran 5000 investordi industri keuangan yang siap berinvestasi, 500 CSO, lembaga internasional, anggota parlemen, akademisi, media, dan observer. Acara ini juga dihadiri oleh seluruh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank sentral dari 189 negara anggota IMF-WBG.

Andai Aku Bisa Berada di IMF-WBG Annual Meetings 2018

Ketika saya melihat video singkat dari IMF-WBG Annual Meetings 2018, rasanya ingin sekali menjadi bagian dari event besar tersebut. Bisa melihat secara langsung perwakilan dari berbagai negara dan para pelaku ekonomi adalah suatu kebanggaan dalam diri saya. Meskipun cuma hanya sebatas keinginan tetapi semoga bisa menjadi saran atau masukan bagi pemerintah dan panitia penyelenggara Annual Meetings 2018. Saya menuliskan hal-hal yang dilakukan jika saya berada di Kawasan Nusa Dua Bali pada acara IMF-WBG Annual Meetings 2018, diantaranya sebagai berikut :

BANGGA DAN MAKIN CINTA INDONESIA

Hal pertama yang saya rasakan adalah bangga dan semakin cinta terhadap Indonesia. Dengan terpilihnya Indonesia maka dunia internasional sangat percaya terhadap Indonesia. Baik dari bidang keamanan, stabilitas politik, ataupun dari bidang ekonomi. Ini berarti negara kita menjadi role model keberhasilan ekonomi dunia. Momentum ini harus dimanfaatkan Indonesia untuk bisa menunjukkan kemajuan ekonomi, leadership, dan komitmen dalam penanganan isu-isu global.

Saya ingin sekali menjadi bagian dari media yang mewartakan event ini ke khalayak ramai. Sebagai blogger, pastinya saya akan mengajak komunitas blogger Indonesia (khususnya Blogger Jakarta) untuk melirik event terbesar ini. Seperti halnya Asian Games, semua instansi pemerintah bergandengan dengan blogger untuk menyemarakkan pesta olahraga se-Asia tersebut. Dimulai dari sebelum dan selama Asian Games berlangsung, para blogger turut aktif memberikan konten positif untuk atlet yang berjuang. Sehingga Asian Games terus ramai diperbincangkan. That was the blogger effect!

Tidak ada salahnya Panitia penyelenggara IMF-WBG Annual Meetings 2018 juga melibatkan blogger untuk memeriahkan acara IMF-WBG Annual Meetings 2018. Saya sangat bangga jika bisa meliput acara tersebut. Terlebih lagi passion saya adalah menulis dan menyebarkan berita baik tentang Indonesia. Karena saat ini masyarakat Indonesia perlu berita-berita positif nan menyejukkan dibandingkan isu-isu politik yang mulai memanas di media sosial.

MEMANFAATKAN MOMENTUM SEBAGAI TUAN RUMAH

Menjadi negara tuan rumah penyelenggara IMF-WBG Annual Meetings 2018 tentu banyak manfaatnya. Setelah kepercayaan yang didapat oleh dunia internasional maka Indonesia harus bergerak cepat dalam memanfaatkan momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti yang dilansir dalam website resmi AM 2018 Bali, ada manfaat jangka pendek yang bisa dirasakan Indonesia.

1. Sektor Perhotelan.
Hotel-hotel di seputaran Nusa Dua, Jimbaran, bahkan sampai Sanur dan Kuta sudah kebanjiran pesanan sejak tahun 2017, baik untuk tempat penyelenggaraan rapat dan tempat penginapan. Annual Meetings 2018 di Bali merupakan promosi besar- besaran secara gratis pada dunia internasional, bahwa Bali tidak hanya terkenal pada sektor wisata, tapi juga pada sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) atau penyelenggaraan events.

2. Sektor Kuliner.
Pada pelaksanaan Annual Meetings 2018, akan diselenggarakan pameran makanan (food festival) untuk mempertunjukkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia. Kegiatan ini akan menawarkan makanan dan minuman khas Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga akan menghadirkan pegiat kuliner Indonesia untuk memberikan pengalaman langsung proses penyiapan kuliner khas tersebut dan informasi lebih mendalam tentang filosofi dan keunikan kuliner Indonesia.

3. Sektor Transportasi.
Para penyedia transportasi (baik dari sewa bus, mobil, dan taksi) akan kebanjiran pesanan untuk mobilisasi peserta dari tempat para peserta menginap ke/dari main venues (diarea Nusa Dua), atau ke tempat-tempat belanja/wisata.

4. Sektor Wisata.
Bali sangat terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Menurut Panita dari IMF dan Bank Dunia, antusiasme peserta rapat yang akan mengikuti Annual Meetings 2018 diyakini sangat tinggi, untuk mengikuti rapat sekaligus untuk berlibur di Bali.

Bir Pletok (www.id.tastemade.com)

Andai saya berada di Bali, saya akan membawa bir pletok. Minuman khas betawi ini akan coba saya perkenalkan ke seluruh negara partisipan di Bali. Minuman ini sekarang sangat langka sehingga perlu dilestarikan. Kenapa? Karena sedikit orang yang mau membelinya sehingga membuat para pedagang minuman tradisional ini banting setir ke dagangan lainnya.

Kue Rangi (www.id.tastemade.com)

Saya juga ingin memperkenalkan kue rangi, salah satu kue tradisional betawi. Kue ini merupakan campuran tepung kanji dengan kelapa parut yang dipanggang di atas tungku kecil. Kue yang sering disebut sagu rangi ini biasa disajikan dengan olesan gula merah yang dikentalkan dengan sedikit tepung kanji. Adapun sebagai tambahan, gula merah cair ini dicampur dengan potongan nangka, nanas, atau durian. Aroma yang menggugah selera membuat setiap orang tergoda untuk mencicipinya.

Saya sangat senang jika bisa terlibat dalam pesta kuliner tersebut. Saya bisa memperkenalkan makanan dan minuman khas betawi kepada semua negara. Disamping itu juga bisa mengembangkan perekonomian pengusaha makanan tradisional. Tetapi saya tidak tahu apakah saya bisa mendaftarkan kuliner ini atau tidak. Yang pasti untuk kedepannya, penyelenggara bisa publikasi tentang food festival via website resmi ataupun media sosial sehingga pegiat usaha kuliner bisa mendapatkan kesempatan ke acara besar tersebut. Khususnya mereka yang mempunyai usaha kuliner tradisional.

MENJADI VOLUNTEER

Gema penyelenggaraan IMF-WBG 2018 ini masih sangat minim. Sosialisasi arti pentingnya pertemuan ini sepertinya kurang gencar sehingga masyarakat awam belum banyak mendapatkan informasi. Kalaupun sudah mengetahui, pemahamannya pun masih dangkal mengikuti persepsi dan penafsiran masing-masing.

Begitulah kira-kira pendapat Haryo Kuncoro Direktur Riset SEEBI (the Socio-Economic & Educational Business Institute) Jakarta. Ini berarti tugas pegiat digital dalam menyebarluaskan informasi ini. Kenapa harus bergandengan dengan pegiat digital? Karena merekalah yang bisa berinteraksi di Media sosial. Penetrasi informasi yang cepat membuat media sosial bisa menyebarkan pengetahuan kepada masyarakat.

IMF-WBG 2018 yang berdekatan dengan pesta olahraga Asian Games 2018 menjadi penyebab utama kurangnya tersebarnya informasi pertemuan tahunan ini. Tapi ini bukan berarti publikasinya tidak bisa masif. Salah satu cara menyinkronkannya adalah dengan sinergi dengan panitia Asian Games. Caranya gimana? Ketika perhelatan akbar se-Asia tersebut selesai maka informasi IMF-WBG Annual Meetings 2018 bisa diberitakan ke Pers atau awak media bahwa ada event yang lebih besar setelah Asian Games berakhir.

Saya ingin sekali menjadi volunteer di IMF-WBG 2018. Saya tidak tahu ada tidaknya volunteer di event tersebut. Yang pasti bisa berkontribusi dalam acara besar tersebut menjadi sebuah kebanggaan tersendiri buat saya.

SARAN UNTUK INVESTOR

Perekonomian Indonesia menunjukkan trend positif sepanjang tahun 2017 dengan meningkatkannya pertumbuhan sebesar 5,07 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencapai 5,03 persen.  Seperti yang diberitakan Majalah APBN KITA (Kinerja dan Fakta) Edisi Februari 2018 tersebut, sumber kenaikan ekonomi Indonesia berasal dari perbaikan kinerja investasi dan ekspor. Investasi mencapai pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun terakhir yaitu sebesar 6,15 persen dan ekspor tumbuh sebesar 9,09 persen setelah mengalami kontraksi pada tahun 2015 dan 2016.

“Berbagai upaya reformasi kebijakan telah dicanangkan di Kementerian Keuangan, bertujuan untuk mendorong kebijakan fiskal menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan juga sudah membuahkan banyak hasil.” Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati.

Indonesia adalah digitilized economic country dimana nilai inclusive growth yang baik. Kurang lebih dari 5000 investor yang datang ke IMF-WBG Annual Meetings 2018 harus melirik pangsa pasar yang ada di Indonesia. Pada periode 2016-2017 saja start up Indonesia sudah bisa berhasil menjadi unicorn atau mempunyai valuasi di atas US$ 1 miliar. Jika sobat pembaca tahu istilah GTT maka langsung teringat tiga start up yang familiar di masyarakat Indonesia, yaitu Gojek, Tokopedia, dan Traveloka.

Kenapa investor harus melirik Indonesia sebaga tempat berinvestasi dalam ekonomi digital?  Populasi penduduk Indonesia sekitar 265,4 juta, 132,7 juta penduduknya merupakan pengguna internet, pengguna handphone sekitar 177,9 juta, dan pengguna aktif media sosial sekitar 120 juta. Data yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik tersebut mengartikan bahwa investasi di bidang ekonomi digital sangat menjanjikan.

Itulah saran yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan kali ini. Tulisan ini  ditulis untuk mengikuti lomba artikel yang diadakan oleh Bank Indonesia. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan semakin banyak masyarakat yang faham arti pentingnya IMF-WBG Annual Meetings 2018. Ini merupakan momentum Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

 

One thought on “Andai Aku Berada di IMF-WBG Annual Meetings 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: