Sejak pasien covid-19 pertama kali diumumkan oleh Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020, Indonesia mulai memasuki babak perubahan sosial. Kondisi yang akan membuat sesorang harus beradaptasi dengan segala perubahan lingkungan yang ada. Terbukti setelah adanya kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang mulai diterapkan  pada penghujung bulan Maret.

Dampak dari PSBB tidak bisa terelakkan. Perubahan sosial yang berpengaruh pada tatanan ekonomi, pendidikan, budaya, kesehatan, dan ritual agama di masyarakat. Terkhusus untuk ekonomi, banyak yang harus mengalihfungsikan rumah menjadi kantor atau sering dikenal dengan istilah WFH atau work from home. Ada juga yang terpaksa ke luar rumah karena dorongan ekonomi dan akibat dari gelombang pemutusan hubungan kerja.

Pemerintah kebingungan, masyarakat pun sama. Namun semua ini harus kita tanggung bersama.

Jika tidak mencerna informasi dengan baik maka bisa berakibat fatal. Masih saja banyak yang termakan isu konspirasi yang menumbuhkan sikap acuh terhadap himbauan pemerintah. Masker sudah tidak lagi dipakai, mencuci tangan mulai ditinggalkan, jaga jarak pun tidak dijaga. Alhasil, korban (positif dan meninggal) pun semakin banyak berjatuhan.

Sampai saat ini (14/06/2020) jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia sudah menyentuh angka di atas 37 ribu. Bukannya malah menurun tetapi malah jadi semakin belum kelihatan kapan peaknya. Peak puncak kurva yang melandai bisa menjadi tanda berkurangnya kasus. Meskipun sejatinya tidak mengurangi kewaspadaan kita terhadap virus yang sebarannya bermula dari Wuhan. China.

Di sisi lain, teknologi informasi justru menjadi solusi di tengah pandemi ini. Situasi sekarang yang serba terbatas bisa teratasi dengan pemanfaatan teknologi informasi. Cerdas dalam menggunakan internet dan bijak dalam bermedia sosial merupakan salah dua cara dalam mengambil peluang saat badai covid-19 belum mereda.

Beruntungnya, ada beberapa cara cerdas yang bisa kita terapkan dalam menggunakan teknologi informasi selama pandemi. Mari kita pelajari satu-satu,

Pertama,  Berhati-hati dengan Informasi Terkini 

Makin banyak di rumah, makin banyak penggunaan internet. Pengguna internet sering mengakses berita, video, dan aplikasi meeting untuk mengisi kebosanan di rumah. Alih-alih menyegarkan pikiran, malah stress yang muncul. Kenapa itu bisa terjadi?

Inilah efek dari berlebihan mengonsumsi berita penyebaran virus corona. Hampir setiap hari kita menerima berita tentang jumlah kasus positif, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ditambahi berita-berita hoaks yang berseliweran tidak terkontrol.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Henri Subiakto, dilansir dari harian pikiran rakyat (05/05/2020) menyebutkan bahwa hingga April 2020, berita hoaks sudah mencapai 1.222 kasus. Adanya peningkatan kasus hoaks menunjukkan bahwa masyarakat harus memahami tentang literasi digital.

Kasubdit Pemberdayaan Kapasitas TIK Kominfo, Aris Kurniawan menuturkan sedikitnya ada tujuh upaya mengatasi hoaks terkait covid-19.

Kedua, Bertransaksi dengan dompet digital

Tidak dipungiri transaksi digital perlu digalakkan ketika pandemi. Hal ini dilakukan demi mengurangi penyebaran virus corona yang sangat cepat. Aplikasi fintech dapat kita pilih di playstore atau Appstore.

Jika memang sulit bertransaksi dengan dompet digital, dikarenakan penjual tidak menyediakan layanan dompet digital, maka protokol kesehatan selalu dilaksanakan. Bisa membawa handsanitizer atau sesampainya di rumah segera mencuci tangan. Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Ketiga, Memanfaatkan jejaring sosial untuk wirausaha

Melambatnya roda perekonomian masyarakat akan berdampak pada kalangan menengah ke bawah, tidak terkecuali pedagang kecil. Banyak usaha mereka yang merugi karena sepi pembeli. Keadaan seperti inilah yang memaksa setiap orang melek teknologi.

Seperti kisahnya Bu Suriah (54), yang diceritakan tim merdeka.com, warung miliknya bisa bertahan di tengah pandemi berkat memanfaatkan teknologi. Warung yang terkenal dengan nama Warung Lauk Sambel Bude Ndut tersebut melakukan penjualan secara online yang didukung transaksi non tunai.

Warung yang terletak di Jalan Haji Muala, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, memiliki omset yang meningkat sebesar 30 persen saat pandemi. Bu Suriah beruntung mengenal teknologi yang sudah terintegrasi dengan warung yang dirintisnya lima tahun lalu. Beliau mengatakan bahwa saat pandemi merasa lebih mudah dan aman bertransaksi secara non tunai.

Teman-teman pembaca pun bisa mencontoh Bu Suriah. Tidak ada kata terlambat dalam bergerak. Warung Bu Suriah semoga menjadi inspirasi untuk usaha-usaha lainnya yang bisa dikolaborasikan dengan teknologi digital. Tentu jejaring sosial pun dimanfaatkan untuk menunjang keberhasilan usaha.

Keempat, Berbelanja di toko online

Untuk masalah belanja ini memang sensitif. Rasanya kurang afdol jika tidak beli ke offline, terutama persayuran. Ibu-ibu pasti feelnya kurang jika tidak pergi ke pasar. Mencari-cari ke sudut-sudut pasar, menawar harga dari yang normal hinga ekstrem, dan berdesak-desakan dengan kompetitor (pembeli) lainnya.

Padahal jika flashback asal muasal virus corona, dimana penyebaran virus bermula? Ya, Pasar Tradisional. Jadi benar-benar pikir ulang jika harus pergi ke pasar tradisional.

Solusi lainnya dalam keadaan mendesak harus belanja offline, saran saya mending ke super market yang memiliki protokol kesehatan yang baik. Itu bisa meminimalisir tertularnya dari virus corona.

Kelima, Mengganti meeting dengan video conference

Pekerjaan yang mengharuskan diskusi panjang pasti membutuhkan rapat bersama atau popular disebut meeting. Pergeseran dari meeting offline ke online sudah semakin marak. Aplikasi meeting online sangat menguntungkan para pelaku bisnis, pejabat, pendidik, dan sektor lainnya.

Rasanya tidak disarankan juga, untuk poin nomor lima ini banyak yang sering menggunakannya. Selain untuk meeting bersama, juga dijadikan ajang silaturahim dan mudik virtual. Seperti yang dilakukan pada hari lebaran kemarin.

Keenam, Memanfaatkan kelas online untuk meningkatkan skill

Kelas-kelas online selama pandemi mulai berdatangan. Pelaku industri kreatif tidak sungkan berbagi ilmu. Mulai dari yang gratis sampai berbayar tapi terjangkau.

Sayang sekali jika kesempatan langka ini dilewatkan. Kalau waktu luang (selama pandemi) dilewatkan begitu saja, alangkah meruginya kita. Cara jitu untuk mengisi kekosongan dan meningkatkan skill kita yaitu dengan mengikuti kelas-kelas online.

Ada yang memulai dengan kelas menulis, desain grafis, membuat video, bahasa, dan banyak lagi. Jadi, segera ambil momen langka seperti ini supaya “generasi rebahan” bisa memberikan perubahan.

Ketujuh, Memaksimalkan pembelajaran online selama pandemi buat pelajar

Selain ekonomi, covid-19 juga berimbas kepada sektor pendidikan. Siswa yang tidak terbiasa dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online akan cukup kesulitan dalam beradaptasi dengan sistem baru ini. Pihak orang tua menjadi garda terdepan dalam pendidikan anaknya. Karena minimnya pengawasan dari sekolah akan membuat target pembelajaran tidak maksimal.

Peran orang tua menjadi sentral mengingat anak akan merasa “bebas” jika suasananya bukan di sekolah. Atmosfer belajar seyogyanya bisa diciptakan dengan menghilangkan gangguan-gangguan berupa gawai, game, televisi, dan lain-lain.

Suksesnya belajar selama pandemi yaitu kedisiplinan. Jangan sampai study for home atau SFH melenakan siswa dan orangtua. Justru malah sebaliknya, orangtua menjadi 100% bertanggung jawab atas sekolah anaknya yang “dipindah” ke rumah.

Kedelapan, Berbagi ilmu di media sosial

Berbagi itu tidak melulu soal uang. Ilmu yang kita ketahui, skill yang kita miliki, dan wawasan yang kita kuasai bisa sangat berarti untuk teman-teman netizen. Sharing pengalaman pun bisa kita bagikan di media sosial.

Baik itu berupa tulisan, rekaman suara, atau berbentuk video. Intinya berbagi ilmu di media sosial sangat bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Mengasah kemampuan dan memanfaatkan waktu selama di rumah.

Bisa juga setelah mengikuti kelas-kelas online, kemudian kita bagikan ke lini masa media sosial. Gampang bukan? Kita pun semakin memahami ilmu yang baru didapat.

Kesembilan, Menjadi content creator yang bermanfaat

Apa itu content creator? Bisa berarti siapapun yang membuat tulisan , tutorial, video, audio, atau kreatifitas lainnya yang rutin memberikan konten bermanfaat. Perlu digarisbawahi kata “bermanfaat” karena dewasa ini banyak oknum yang menyalahgunakannya, yaitu dengan konten yang tidak berfaedah.

Sebagai contoh, ketika memiliki keinginan untuk aktif di dunia youtube maka bisa kita pelajari bagaimana membuat konten yang berguna. Podcaster juga akhir-akhir ini mulai digandrungi oleh generasi milenial. Menjadi blogger juga bisa coba kita rintis karena blogger ini juga berperan dalam memerangi tulisan atau berita hoaks di masyarakat.

Ada satu hal yang sangat disayangkan jika dilewatkan ketika memutuskan menjadi content creator. Kira-kira apa coba? Yes, Portofolio sangat penting. Portofolio berupa website atau blog banyak dipakai oleh content creator. Apalagi seorang blogger pasti sangat memerlukan blog. Bukan blogger namanya jika tidak mempunyai blog. Karena blog itu tempat berkarya sang blogger.

Sebagai blogger, saya pun ingin berbagi beberapa tips sebelum teman-teman melakukan blogging.

Nama Domain itu PENTING!

sumber : everypixel.com

Seperti sebuah nama jalan yang mengarahkan ke rumah kita, domain pun sama mengarahkan setiap orang yang akan menuju “rumah” kita. Rumah (rd : blog) tentu harus memiliki nama yang unik tapi mudah untuk dicari.

Sebelumnya, kita harus me-list beberapa nama domain yang kita inginkan. Jangan sampai setelah lama-lama ngulik nama ternyata sudah digunakan oleh orang lain. Itulah kenapa kita harus cek domain terlebih dahulu. Syukur-syukur nama domain yang kita inginkan langsung disetujui.

Hosting juga PENTING!

Jika sudah memiliki alamat “rumah” yang sudah jelas, maka langkah selanjutnya adalah persiapkan rumah terbaik berikut perlengkapannya yang menarik. Itulah yang dinamakan hosting. Jika melihat definisi dari qwords, hosting itu berupa layanan untuk mengakomodir penyimpanan berbagai macam jenis data di dalam website.

Hosting, dalam hal ini teknologi cloud hosting, memiliki kemampuan eksta untuk menampung lebih banyak trafik sehingga sangat cocok digunakan oleh para pengembang website profesional seperti toko online, portofolio, perusahaan, hingga website instansi pemerintah. (sumber : qwords.com)

Kalau sudah masuk harga, pasti teman-teman selalu mencari yang berkualitas tapi harga terjangkau. Sama, saya juga seperti itu. Hehe

Mencari hosting murah tidak usah repot-repot searching di google, dari tadi saya banyak mengutip dari qwords. Qwords adalah penyedia layanan space untuk meletakkan file website dan akses email di internet. Qwords juga menyediakan layanan registrasi Domain Name atau alamat untuk mengakses website anda di internet. (sumber : qwords)

Kenapa harus Qwords?

Qwords melayani pelanggannya dengan baik dan cepat. Qwords memberikan garansi uang kembali  yang berlaku hingga 30 hari setelah hosting aktif. Ini upaya qwords menjaga kepuasan konsumen yang sudah dipercaya oleh lebih dari 45.000+ pelanggan aktif.

Website yang dihosting di Qwords lebih stabil dan cepat diakses dari seluruh dunia karena network yang baik dengan kecepatan 10 Gbps serta dukungan Ultrafast SSD. Qwords juga telah menjadi anggota dari beberapa organisasi terkemuka, antara lain : idEA, ADITIF, indoglobit, TDA Community, dan ACHI.

Beberapa mitra yang telah bekerja sama dengan Qwords juga banyak, seperti : CPANEL, GobalSign, Microsoft SPLA Partner, Microsoft, Softaculous, dan lain-lain. Cocok sekali jika memanfaatkan teknologi informasi dengan dukungan performa website yang mutakhir dari qwords.

Mari kita melek teknologi di era pandemi ini. Selalu semangat dan berikan terbaik untuk bangsa selama pandemi ini!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Qwords Blog Competition “Memanfaatkan Teknologi Informasi Ditengah Pandemi”

Referensi :

Qwords : www.qwords.com

Teknologi Informasi : https://setda.pringsewukab.go.id/detailpost/teknologi-informasi-sebagai-solusi-di-masa-pandemi-covid-19

Solusi di tengah pandemi : https://www.merdeka.com/uang/bertahan-di-tengah-pandemi-lewat-pemanfaatan-teknologi-digital.html

Teknologi di tengah Pandemi : https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/26/123700223/teknologi-yang-mengerti-kita-di-tengah-wabah-virus-corona?page=all#page4

Aptika Kominfo : https://aptika.kominfo.go.id/2020/04/tujuh-upaya-atasi-hoaks-saat-pandemi-covid-19/

Jumlah hoaks meningkat : https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01377073/selama-pandemi-covid-19-jumlah-kasus-hoaks-alami-peningkatan

 

4 thoughts on “9 Langkah Cerdas Memanfaatkan Teknologi Informasi Selama Pandemi

  1. Wah, 9 langkah cerdasnya bermanfaat banget, Aba. Faktanya, memaksimalkan teknologi informasi di tengah pandemi seperti ini memang terasa sekali manfaatnya ya, Aba. Semoga kita semua bijak dalam menggunakan dan memaksimalkan teknologi informasi ya. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *